Air dapat Merespons Kata-kata

Dalam sejarahnya, air juga pernah digunakan untuk pengobatan. Kota suci Makkah mempunyai sumber mata air yang tidak pernah kering sepanjang zaman, yaitu air zamzam. Dalam penelitian Masaru Emoto, ditunjukkan bahwa air ini memiliki foto kristal heksagonal yg sangat sempurna.

Istilah heksagonal berasal dari bahasa yunani, yakni hex yang bermakna “enam” dan gonia yang berarti “sudut”. Jadi, pengertian air heksagonal adalah air yang wujudnya bersegi enam. Lebih lengkapnya, air heksagonal adalah air yang bila dibekukan menjadi es, kristalnya (0.4-0.7 mm) bersudut enam teratur (geometris) karena air ini semuanya (homogen) terdiri atas gugus enam molekul. Gugus enam adalah gugus yang paling stabil (memiliki empat titik kohesi), berbentuk spheroid(bulat) dan ukurannya paling kecil sehingga mudah masuk ke dalam sel tubuh untuk membawa zat nutrisi dan mangambil limbah serta racun untuk dikeluarkan.

Air heksagonal berenergi sinar elektromagnetik FIR(Far Infra-red Rays) dengan panjang gelombang 6 sampai 14 mikron. Air ini mengandung mikromineral atau trace elements sehingga dapat memantulkan sinar dari alam yang masuk ke dalam air. Air heksagonal terbentuk dari enam molekul, menjadi bentuk molekul yang terkecil, dengan kesatuan kluster yang paling stabil. Ikatannya juga cenderung kecil dan stabil yakni 60,816 Hz. Karena kluster airnya paling kecil, air heksagonal dapat langsung meresap ke dalam sel tubuh, memberi nutrisi ke dalam sel tubuh. Ketika sel-sel tubuh manusia dalam keadaan sehat, tubuh manusia juga menjadi sehat.

Air mengenali kata tidak hanya sebagai sebuah desain sederhana, tetapi air ternyata juga dapat memahami makna kata tersebut. Saat air sadar bahwa kata yang diperlihatkan/dipaparkan itu membawa informasi yang baik maka air akan membentuk kristal. Jika yang diberikan adalah kata positif, maka kristal yang terbentuk akan merekah luar biasa laksana bunga yang sedang mekar penuh, seakan ingin menggambarkan gerakan tangan air yang sedang mengekspresikan kenikmatannya.

Namun sebaliknya, jika kata-kata negatif yang diberikan, maka air akan menghasilkan pecahan kristal dengan ukuran yang baik seimbang. Bahkan, air tersebut bisa saja tidak akan membentuk kristal. Mungkin juga air dapat merasakan perasaan orang yang menulis kata tersebut. Jadi bisa di bayangkan bagaimana jika air diberi kumpulan kata yang merupakan doa?

Sebagai contoh, ketika kata “bahagia” atau “cinta dan terima kasih” ditunjukkan pada air, maka air aka membentuk kristal dengan ukuran seimbang yang sangat indah seperti potongan permata. Sebaliknya, air yang diperlihatkan kata “tidak bahagia” akan menghasilkan pecahan kristal dengan ukuran yang tidak seimbang. Kelihatannya air yang diperlihatkan kata “tidak bahagia” atau “kamu bodoh” telah berusaha keras untuk membentuk kristal, namun ia kehabisn tenaga karena kebahagiaan menghilang dari air tersebut.

Hasil penelitian Masaru Emoto ini secara menyakinkan dan ilmiah telah  menyambungkan missing link tentang bagaimana doa, pikiran, dan kata-kata  positif berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan seseorang. Doa dan kata-kata positif, membuat kristal air menjadi bagus sehingga manusia yang terdiri dari 70% ait tersebut juga menjadi baik.

Adapun kristal air  yang terbentuk jika kita mengatakan kata-kata yang baik seperti misalnya “cinta dan terima kasih”, maka kristal yang dihasilkan akan sangat indah.

Semakin kuat konsentrasi si pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan dari seseorang kepada orang lain melalui molekul-molekul air. Barangkali, temuan ini bisa menjelaskan kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu, pengobatan menggunakan media air yang di doakan mungkin dianggap sebagai sesuati yang tidak logis atau sekedar sugesti. Tetapi, ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa ternyata molekul air itu dapat menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.

Air ternyata benar-benar mampu memahami maksud dari kata yang diperlihatkan dan kemudian membawa informasi yang diterima itu ke dalam molekul-molekulnya. Air mengenali kata tidak hanya sebagai sebuah rancangan sederhana, tetapi air juga dapat memahami makna kata tersebut. Saat ai “sadar” bahwa kata yang diperlihatkan itu membawa informasi yang baik maka air akan membentuk kristal. Mungkin, air juga dapat merasakan perasaan orang yang menulis kata tersebut.

Itulah sebabnya sekarang ini kita harus berhati-hati dalam penggunaan air. Kita harus menujukan sikap yang baik pada air agar kita bisa mengonsumsi air yang bermuatan “positif” pula. Air yang positif akan berdampak baik pada tubuh kita sebab air yang mampu membentuk kristal heksagonal merupakan air yang mampu melunturkan racun-racun pada tubuh kita.

Percobaan terhadap air tidak hanya dilakukan dengan kata-kata namun juga melalui musik. Ternyata, musik klasik juga mampu mempengaruhi  air sehinnga membentuk kristal yang sangat indah. Sedangkan musik heavy metal justru menurunkan “kebaikan” air sehingga kristal susah tidak terbentuk.

Manfaat air kaitannya sebagai sebuah media penyembuhan spiritual ternyata juga tidak kalahmengagumkan. Foto berikut ini memperlihatkan salah satu bentuk kebesaran Allah, dimana air “tidak baik” yang telah diberikan doa ternyata mampu membentuk kristal heksagonal yang sangat indah. Perhatikan perbedaan bentuk kristal air sebelum dan setelah didoakan.

Penelitian Masaru Emoto ini pun tidak hanya mencakup air pada air minum, melainkan juga air pada makanan yang ternyata mampu memberikan reaksi positif dan negatif. Inilah rahasianya mengapa kita dianjurkan oleh agama untuk berdoa sebelum makan/minum. Doa yang baik ternyata akan mampu mengubah air/makanan menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh.

Penelitian ini seharusnya menyadarkan kita bahwa ucapan, pikiran, dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang dapat mengubah segala sesuatunya menjadi tidak baik. Peristiwa tsunami di Aceh adalah bukti bahwa alam (air) telah merespons segala ketakutan, kemarahan, kesedihan rakyt Aceh selama berpuluh-puluh tahun. Akibatnya adalah air merespons secara negatif dan berbalik menghantam mereka sendiri.

Untuk itu, marilah kita lebih bijak dalam menyikapi unsur ini, apalagi tubuh kita sendiri ternyata terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya, pikiran negatif itu malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah kesehatan-kesahatan lainnya. Sudah menjadi rahasia umum jika stres ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit.

Kekuatan air yang sudah menerima kata-kata positif, terutama air zam-zam tentu tidak boleh diremehkan begitu saja. Apalagi kumpulan kata yang diucapkan sebagai doa tersebut bukan kata-kata biasa, tapi doa-doa yang berasal dari Allah swt. dan diucapkan oleh orang-orang shalih pilihan Allah swt. yang diberi kesempatan untuk berkunjungn ke baitullah.

Masaru Emoto sendiri menggunakan kekuatan air untuk pengobatan dengan menemukan efek gelombang energi yang dia sebut sebagai hado (energi atau kumpulan getaran yang ada pada sebuah benda). Dengan hado inilah Masaru Emoto bisa memformat efek energi air untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Pengobatan dengan hado ini merupakan salah satu cara pengobatan alternatif di Jepang.

Menurut dr. Masaru emoto, banyak peneliti yang saat ini mulai mempelajari berbagai pengobatan alternatif karena mereka menemukan adanya sejumlah kekurangan dalam metode pengobat konvensional ala barat, yang hanya mampu mencapai level sel yang menyebabkan gejala penyakit. Sebaliknya, air hado diperkirakan mampu mengobati penyakit hingga ke dalam partikel sub atom terkecil. Sudah ada beberapa pasien Masaru Emoto yang sembuh setelah meminum air hado.

Berdasarkan penelitian Dr. Masaru Emoto ini, semakin jelas terlihat bahwa kualitas air dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk, bergantung pada informasi yang diterimanya. Hal ini membuat kita yakin bahwa kita, manusia, juga dipengaruhi oleh informasi yang kita terima karena 70% tubuh manusia dewasa terdiri atas air.

Konsekuensi logisnya addalah manusia, sebagai makhluk yang sebagian besarnya terbentuk dari air, sudah seharusnya mendapatkan informasi atau perkataan yang baik. Jika kita melakukan hal ini, pikiran dan tubuh kita akan menjadi sehat. Di pihak lain, jika kita menerima informasi yang buruk, kita akan merasakan sakit, karena air dalam tubuh kita merespon secara negatif.

Air Putih Benda Hidup | Air Zamzam dan Hado

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.