Air Putih untuk Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus atau yang juga dikenal dengan sebutan kencing manis atau penyakit gula darah didefinisikan sebagai suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin atau defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya. Insulin adalah suatu zat atau hormon yang dikeluarkan pankreas yang bertugas memasukkan glukosa ke dalam sel untuk dijadikan bahan bakar penghasil energi pada orang yang normal (non-DM). Bila insulin tidak ada atau berkurang, maka glukosa akan tetap berada di dalam pembuluh darah.

Diabetes mellitus adalah kelainan metabolis yang juga  disebabkan oleh faktor lain dengan gejala berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, sebagai akibat dari defisiensi transporter glukosa atau keduanya (defisiensi transporter glukosa dan defisiensi sekresi hormon insulin). Akibat terjadinya gangguan hormonoral tersebut adalah timbulnya komplikasi  pada mata seperti katarak, ginjal (nefropati), saraf, dan pembuluh darah. Untuk itu, penderita dianjurkan untuk menghindari konsumsi gula dan produk-produk lain berbahan dasar gula, kecuali pada keadaan tertentu dan dalam jumlah terbatas misalnya keadaan hipoglikemia. Pemakian gula pada bumbu masakan dalam jumlah sedikit dimungkinkan hingga penderita juga dapat menyantap makanan rumahan.

Terdapat dua tipe diabetes mellitus. Pertama adalah diabetes mellitus tipe 1, di mana tubuh kekurangan hormon insulin atau istilahnya insulin dependent diabetes mellitus (DMS). Tipe ini biasanya disebabkan karena penghancuran sel beta langerhans akibat proses autoimun. Sedangkan tipe yang kedua adalah diabetes mellitus tipe 2. Tipe ini adalah diabetes yang tidak tergantung pada insulin namun akibat dari kegagalan relatif fungsi sel beta langerhans.

Dalam konteks ini, Wikipedia Bahasa Indonesia memberikan penjelasan yang lebih  luas dengan menyatakan bahwa diabetes mellitus tipe 1 adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada sel-sel Langerhans di pankreas. Diabetes ini dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dan sampai saat ini, diabetes jenis ini tidak dapat dicegah dan tidak dapat pula disembuhkan, bahkan meski dengan diet maupun olah raga sekalipun. Kebanyakan penderita diabetes tipe ini juga memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sesitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.

Sedangkan diabetes mellitus tipe 2 merupakan tipe diabetes yang terjadi bukan disebabkan  oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen. Termasuk di antaranya adalah gen yang  mengekspresikan disfungsi sel, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10 dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin serta RBP 4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati. Mutasi gen tersebut sering terjadi pada kromoson 19 yang merupakan kromosom terdapat yang ditemukan pada manusia.

Selain dua tipe di atas, ada satu tipe lagi diabetes mellitus ini yang disebut diabetes mellitus gestasional. Diabetes jenis ini meliputi  gestational impaired glucose tolerance, GIGT dan gestational diabetes mellitus, GDM. Diabetes melitus gestasional  adalah diabetes melitus yang hanya terjadi selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya. Diabetes mellitus gestasional mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20-50% dari wanita penderita diabetes mellitus gestasional mampu bertahan hidup.

Diabetes melitus pada kehamilan terjadi pada sekitar 2-5% dari semua kehamilan. Diabetes mellitus gestasional bersifat temporer dan secara penuh bisa menyebabkan permasalahan dengan kehamilan, termasuk macrosomia (kelahiran dengan bobot bayi yang berat) serta janin mengalami kecacatan dan menderita penyakit jantung sejak lahir. Penderita memerlukan pengawasan secara medis sepanjang kehamilan.

Diabetes mellitus biasanya akan ditandai dengan gejala banyak buang air kecil,  terutama pada malam hari, sehingga penderita akan berulang kali bangun sebelum pagi hanya untuk ke kamar kecil. Selain itu. penderita juga akan merasa cepat lapar, dan akan merasa lapar lagi, meskipun baru saja makan dan seringn merasa haus walau belum beberapa lama kita minum. Gejala lain yang sering juga dikeluhkan oleh penderita adalah kaki sering kesemutan, gatal, mata kabur sehingga cepat ganti kacamata, dan gatal-gatal pada vulva vagina, banyak makan tapi badan tetap kurus, dan gemuk cepat kurus.

Untuk mengatasi penyakit diabetes mellitus jenis ini, minumlah air putih setiap hari, minimal 1,5 liter. Selama melakukan terapi yang sangat mudah dan praktis ini, tinggalkan semua hal-hal yang menjadi pantangannya. Disamping itu, tingalkan metode pengobatan alternatif yang lain jika sebelumnya kita pernah melakukan pengobatan. Konsumsi air putih yang cukup setiap harinya mempunyai keistemawaan yang tidak kalah manjur dibandingkan konsumsi obat-obat yang mahal tersebut.

Air Putih untuk Penyakit Jantung | Air Putih untuk Radang Otak

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.