Air Putih untuk Penyakit Asma

Penyakit asma berasal dari kata “asthma” yang diambil dari bahasa Yunani yang berarti “sukar bernapas”. Asma (Bronchial asthama; Exercise-induced asthma) adalah suatu keadaan di mana saluran napas mengalami penyempitan karena¬† hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu yang menyebabkan peradangan. Penyempitan saluran napas ini hanya bersifat sementara.

Banyak kasus-kasus penyakit asma di masyarakat yang tidak terdiagnosis, yang sudah terdiagnosis pun belu tentu mendapatkan pengobatan secara optimal. Belum lagi masalah biaya pengobatan, absen dari sekolah atau kerja ketika terserang asma, gangguan pada aktivitas sosial, serta pengaruh sakitnya terhadap orang-orang yang berhubungan dengan penderita penyakit asma. Asma benar-benar mengangggu aktivitas para penderitanya.

Penyakit asma paling banyak terjadi pada anak dan berpotensi me3ngganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Alergi dapat menyerang semua organ dan fungsi tubuh tanpa terkecuali. Di samping, asma juga dapat menjurus pada banyak permasalahan kesehatan lain yang menyertainya, gejala itu bisa berupa gangguan organ tubuh lain, gangguan perilaku, dan permasalahan-permasalahan kesehatan lainnya.

Pada penderita asma, penyempitan saluran pernapasan merupakan respons terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernapasan. Penyempitan saluran napas yang menjadi penyebab asma ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

Pada kasus serangan asma, otot polos dari bronki mengalami kejang dan jaringan yang melapisi saluran udara mengalami pembekakan karena adanya peredangan dan pelepasan lendir ke dalam saluran udara. Hal ini akan memperkecil diameter dari saluran udara ( terutama sel mast ) diduga pertanggung jawab terhadap awal mula terjadi penyempitan ini. Sel mast di sepanjang bronki melepaskan bahan seperti hestamin dan leukotrien yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot polos, peningkatan pembentukan lendir, dan perpindahan sel darah putih tertentu ke bronki.

Penyakit asma adalah penyakit yang mempunyai banyak faktor penyebab, di mana yang paling sering terjadi disebabkan oleh faktor atopi atau alergi. Faktor-faktor penyebab dan pemicu penyakit asma lainnya antara lainialah debu rumah dengan tunggunganya, bulu binatang, asap rokok,asap obat nyamuk, dan lain-lain.

Penyakit ini merupakan penyakit keturunan. Bila salah satu atau kedua orang tua, kakek atau nenek pernah menderita penyakit asma, maka penyakit itu bisa diturunkan ke anak. Prof Dr. dr Heru Sundaru, Sp.PD, KAI, Guru Besar Tetap FKUI menjelaskan, “penyakit asma bukan penyakit menular tapi penyakit keturunan.”

Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan-serangan sesak napas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu. Penderita lainnya hampir selalu mengalami batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga, atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala.

Suatu serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba ditandai dengan napas yang berbunyi (wheezing, mengi, bengek), batuk dan sesak napas. Bunyi mengi terutama terdengar ketika penderita menghembuskan napasnya. Di lain waktu, suatu serangan asma terjadi secara perlahan dengan gejala yang secara bertahap semakin memburuk.

Pada kedua keadaan tersebut, yang pertama kali dirasakan oleh seorang penderita asma adalah sesak napas, batuk atau rasa sesak di dada. Serangan bisa berlangsung dalam beberapa menit atau bisa berlangsung sampai beberapa jam, bahkan selama beberapa hari. Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna.

Sensasi kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan.

Kadang, beberapa alveoli (kantong udara di paru-paru) bisa pecah dan menyebabkan udara terkumpul di dalam ronggga pleura atau menyebabkan udara terkumpul di sekitar organ dada. Hal ini akan memperburuk sesak yang dirasakan oleh penderita.

Penyakit asma tidak dapat disembuhkan dan obat-obatan yang ada saat ini hanya berfungsi menghilangkan gejala. Namun, dengan mengontrol sumber-sumber penyakit asma, penderita penyakit asma bisa bebas dari gejala penyakit asma yang mengganggu sehinga dapat menjalani aktvitas hidup sehari-hari.

Selain itu, kita pun dianjurkan untuk mengonsumsi cukup air putih tiap hari sebagai terapi. Terapi ini sudah banyak dibuktikan di Jepang dan dapat menyembuhkan / mengurangi gejala asma yang selama ini dikenal tidak bisa disembuhkan. Adapun cara terapi ini ialah minum air putih sebanyak 2 liter saat pagi hari sebelum makan pagi. Lakukanlah aktivitas minum air putih dengan takaran 2 liter ini setiap pagi, maka sel-sel hipersensitif pencentus asma akan berkurang.

Air Putih untuk Kanker | Air Putih untuk Penyakit Jantung

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.