Air Putih untuk Penyakit Batu Empedu

Batu Empedu adalah timbunan batu kristal yang terdapat di dalam kandung empedu. Sebenarnya, timbunan ini bukan hanya ada di kantung empedu, tapi juga terdapat di dalam saluran empedu dan juga dapatditemukan di hati. Intinya, batu empedu dapat ditemukan di tempat di mana terdapat cairan empedu. Sebagaimana kita ketahui, hati adalah organdetosifikasi yang paling penting dalam tubuh. Hati juga adalah organ kedua paling rumit setelah otak. Jika fungsi hati terganggu, misalnya karena adanya penyumbatan pembulu dalam hati oleh batu empedu, maka akibatnya akan sangat disarankan oleh fungsi tubuh lainnya. Berbagai fungsi tubuh yang terganggu karena penyumbatan oleh batu empedu di antaranya ialah fungsi pencernaan, cirrhosis hati, kolestrol tinggi, pankreatitis, jantung, gangguan pada sistem kandung kemih, dan masih banyak lagi. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis. Batu empedu yang membentuk padatan tersebut menghalangi perjalanan empedu menuju usus. Kondisi demikian akan menimbulkan rasa nyeri dan mual. Tidak hanya itu, apabila batukeluar dari kantung empedu dan menimbulkan penyumbatan di saluran lain, batu ini dapat memicu terjadinya radang dan infeksi pada kantong empedu dan di saluran lain. Batu empedu di dalam saluran empedu memang bisa mengakibatkan infeksi hebat saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis), atau infeksi hati. Jika saluran empedu tersumbat, maka bakteri akan tumbuh dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya. Peradangan pada kantung dan saluran empedu juga menimbulkan nyeri di bawah tulang iga agak sedikit ke kanan. Rasa nyeri berpotensi menjalar hingga ke pinggang bagian kanan dan bahu kanan. Bila lambung yang meradang, nyerinya terasa lebih sedikit ke atas ulu hati dan ke kiri. Sebagian besar batu empedu dalam jangka waktu yang lama tidak menimbulkan gejala, terutama bila batu menetap di kandung empedu. Kadang-kadang, batu yang besar secara bertahap akan mengikis dinding kandung empedu dan masuk ke usus halus atau usus besar, dan menyebabkan penyumbatan usus (ileus batu empedu) Batu empedu merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat Indonesia. Namun, sebagian besar tidak menyadarinya karena gejalanya mirip gangguan pencernaan atau mag. Namun faktanya,  gejala sakit batu empedu memang mirip sekali dengan sakit mag. Jarang sekali, penderita kembali berobat ke dokter karena keluhannya tak kunjung membaik. Ini lebih sering terjadi karena kesalahan diagnosis, batu empedu dikira sakit mag. Kondisi tersebut terjadi karena keluhan dirasakan di tempat yang berdekatan, yakni lambung dan kantunng empedu yang sama-sama terletak di uluh hati. Itulah sebabnya mengapa keberadaan batu-batu ini seringkali baru diketahui setelah pasien menjalani beberapa kali pemeriksaan. Untuk membedakan sakit akibat batu empedu dengan gejala mag perlumemperhatikan penjalaran dan frekuensi nyeri. Pada mag, nyeri biasanya muncul pelan-pelan hingga terasa sangat sakit. Beda dengan batu empedu yang menyebabkan rasa sakit hebat secara tiba-tiba dan kemudian bisa hilang begitu saja. Komponen utama dari batu empedu adalah kolestrol. Sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolestrol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolestrol, maka kolestrol bisa menjadi tidak larut ddan membentuk endapan di luar empedu. Apa saja yang ikut menyumbang pada terbentuknya batu empedu? pertama adalah jenis kelamin. Dalam hal ini, perempuan dua kali lebih beresiko terserang batu empedu ketimbang pria. Berlebihnya produksi estrogen akibat kehamilan, terapi sulih hormon, atau penggunaan pil KB, dapat meningkatkan kadar kolestrol dalam cairan empedu, sehingga mudah terbentuk batu. Kedua adalah faktor keturunan karena banyak ditemukan bahwa penyakit batu empedu sering kali merupakan penyakit keturunan dalam keluarga. Ketiga adalah berat badan sebab pada orang gemuk kadar garam dalam cairan empedu berkurang, sementara kolestrol meningkat. Kegemukan merupakan faktor resiko terbesar batu empedu pada wanita. Faktor keempat adalah pola makan. Pola makan tinggi lemak serta kolestrol, dan rendah serat menambah resiko batu empudu. Kelima, berat badan turun secara drastis. Melakukan diet ketat atau puasa dalam jangka panjang; sehingga berat badan turun drastis, membuat lever mengeluarkan ekstra kolestrol ke dalam cairan empedu. Akibatnya bisa terjadi batu empedu. Keenam adalah faktor usia, dimana orang yang berusia 60 tahun ke atas lebih mudah terbentuk batu empedu. Ini karena tubuh cenderung mengeluarkan lebih banyak kolestrol ke dalam cairan empedu. Faktor ketujuh adalah pemakian obat anti-kolestrol. Hal ini bukan berdampak positif namun malah bisa meningkatkan jumlah kolestrol yang dilepas ke dalam cairan empedu. Hal ini bisa membuat terbentuknya batu empedu. Kedelapan adalah penyakit kencing manis. Pengidap diabetes umumnya memiliki kadar asam lemak atau trigliserida yang tinggi, sehingga resiko menderita batu empedu semakin besar. Untuk menyikapi atau lebih tepatnya mengobati dan menghindari penyakit ini, kita dianjurkan meminum air dalam jumlah banyak sebagai salah satu bentuk terapi. Jumlah air yang harus diminum sekitar 8-12 gelas per hari. Air sebanyak ini harus dikonsumsi agar terjadi pengenceran sekresi empedu. Cairan empedu yang pekat rentan membentuk batu empedu. Dan, telah ditenggarai bahwa pembentukan batu empedu ini sangat terkait dengan rendahnya tingkat konsumsi air sehari-hari. Asupan air harian yang cukup bisa “mencairkan” empedu dan mencegah penumpukan empedu yang pada gilirannya dapat membantu mencegah pembentukan batu empedu pada mereka yang memiliki kecenderungan mengalami kondisi ini. Minum lebih banyak air juga akan menjadikan fungsi empedu makin efektif untuk mengeluarkan produk-produk sampah. Jangan mengubah konsumsi air saat diet karena banyaknya bahan yang sukar dicerna oleh usus dan dapat menjadikan perut gendut. Air merupakan salah satu kompenan esensial dalam tubuh kita yang harus terpenuhi kebutuhannya untuk menjaga agar fungsi seluruh organ tubuh kita tetap normal. Kekurangan air dapat mengganggu kerja setiap sistem tubuh, dalam hal ini kekurungan air pada fungsi pencernaan, khususnya cairan empedu akan menjaga saturasi cairan empedu tetap normal sehingga akan mencegah resiko pembentukan batu empedu. Membiasakan minum air 8 gelas atau sekitar 2 liter per hari dapat menjaga fungsi pencernaan tetap baik. Selain itu, hindari faktor-faktor pencetus terjadinya batu ginjal/kandung kemih, terlebih lagi bagi yang beresiko tinggi terkena penyakit batu ginjal/kandung kemih. Air Putih untuk Penyakit Lumpuh | Air Putih untuk Sakit Kepala

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.