Air Putih untuk Penyakit Batu Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh kita yang sangat vital yang berfungsi untuk menjaga agar darah tetap bersih dan seimbang secara kimiawi. Sementara, batu ginjal adalah gumpalan padat seperti kerikil yang terdapat di berbagai bagian dari ginjal atau saluran kemih. Batu ginjal terbentuk akibat kelebihan garam dalam aliran darah yang kemudian mengkristal dalam urine.

Ukuran batu ginjal bermacam-macam, mulai dari yang kecil, sedang, hingga yang besar. Jika batu ginjal yang pecah berukuran kecil, maka akan timbul rasa nyeri yang sangat hebat ketika serpihan-serpihan kecilnya keluar dari ginjal menuju saluran kemih. Serpihan-serpihan kristal ini sengat tajam sehingga dapat menyebabkan luka ringan dan infeksi pada saluran dinding kemih.

Apabila terdapat batu di ginjal pada saluran kemih, si penderita akan merasakan nyeri pada saat buang air kecil karena terjadi luka akibat gesekan batu. Namun demikian, pendderita dapat saja mengalami gejala-gejala peradangan atau infeksi, seperti misalnya tiba-tiba merasa nyeri di bagian bawah tulang iga, suhu tubuh meningkat, dan nyeri saat buang air kecil.

Selain bisa terasa sangat sakit, gangguan batu ginjal ini juga bisa mengarah pada terjadinya kasus gagal ginjal yang merupakan keadaan di mana ginjal telah menjadi rusak sama sekali sehingga tidak bisa memproduksi urine. Pada orang yang mengalami gagal ginjal, gejalanya bermacam-macam, tetapi biasanya penderita tidak bisa buang air kecil ( kandung kencing kosong ), terjadi bengkak pada wajah, perut, alat kelamin maupun tungkai. Penderita sering juga mengalami gejala-gejala sampingan seperti sesak napas dan napas menjadi pendek.

Apabila batu ginjal yang ada di dalam ginjal berada dalam kondisi diam, maka penderita tidak akan menujukan gejala apapun. Sebagaimana dikatakan diatas, penderita akan mengalami nyeri yang sangat hebat ketika batu ginjal itu bergerak atau terdorong air kencing. Nyeri  hebat tersebut terjadi pada pinggang di atas ginjal yang dapat menyebar ke perut bagian bawah. Nyeri berlangsung sekitar 1-2 menit, reda sebentar sebelum kemudian timbul kembali. Penderita juga akan merasakan nyeri ketika tengah buang air kecil, dengan urine yanng dapat bercampur darah dan keluar serpihan batu kecil-kecil seperti pasir. Selain itu, penderita juga akan mengalami demam dan bengkak pada pinggang yang menandakan adanya infeksi di ginjal.

Penyakit ginjal atau batu ginjal ini bisa disebabkan oleh makanan dan minuman tertentu. Selain, itu, penyakit tersebut juga bisa disebabkan karena adanya infeksi pada ginjal. Infeksi yang terjadi pada ginjal ini mempermudah pembentukan batu ginjal karena aliran urine dalam ginjal terhambat.  Lebih dari itu, penyakit ini juga bisa di akibatkan karena terhambatnya pengeluaran air kencing, kelainan bawaan dari lahir (penyakit keturunan), kelebihan kalsium atau asam urat dalam darah pada penderita Gout atau kelainan hormon, serta kurang minum air putih/sering kekurangan cairan yang menyebabkan mengental dan terbentuk batu.

Kurang minum air putih akan membuat tubuh mengambil air dari komponen yang lebih dekat, yaitu darah. Karena kandungan air dalam darah sudah diambil maka darah akan menjadi kental sehingga distribusi darah ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Kondisi inilah yang sangat berpengaruh pada ginjal. Ginjal akan kesulitan menyaring racun dalam darah yang terlalu kental. Itu sebabnya  banyak orang yang terkena gangguan ginjal jika mereka kurang minum air putih.

Salah satu cara mudah dan praktis untuk mencegah dan mengobati penyakit batu ginjal adalah dengan banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, maka  batu ginjal yang ada di dalam ginjal dan kandung kemih akan larut dan bisa terbuang bersama air kencing. Jika kita mengalami gejala-gejala penyakit ginjal di atas namun masih malas untuk minum air putih yang banyak, maka batu ginjal tersebut akan semakin kronis. Untuk itu, perbanyaklah minum air putih dengan rajin melakukan terapi air putih.

Dengan rajin melakukan terapi air putih 2 kali sehari yaitu pagi hari dan malam hari atau meminum sedikitnya 6-8 gelas (1,5 liter) sekaligus dalam sehari. Dengan mengonsumsi air putih ini, maka dalam secara perlahanan gejala batu ginjal akan hilang. Air putih yang kita konsumsi tersebut akan memperlancar pencernaan dan mengurangi beban ginjal.

Cairan tubuh merupakan media yang juga dapat berfungsi untuk mengangkut sisa atau limbah keluar dan masuk ke dalam sel. Racun utama dalam tubuh adalah nitrogen urea darah, sejenis cairan yang dapat melewati ginjal untuk kemudian di proses dan dieksresikan dalam bentuk urine. Maka, ketika tubuh memiliki cukup cairan, urine akan mengalir bebas, jernih, dan tidak berbau. Ketika tubuh tidak mempunyai cukup cairan, konsentrasi urine, warna, dan baunya akan lebih kentara karena ginjal harus menyerap cairan ekstra untuk menjalankan fungsinya.

Ginjal yang masih sehat boleh ” digelontor” air 1,5 liter sekaligus, tapi kalau ginjal tengah kurang fit, maka hal itu bisa sangat berbahaya. Bisa terjadi bengkak di otak karena kadar natrium akan menjadi rendah dalam darah. Gejala ini dikenal sebagai intoksikasi air atau “keracunan air”. Jumlah 500 cc air adalah jumlah yang cukup aman untuk sekali teguk.

Terapi air putih model konvensional ini (enam gelas air) sebenarnya lebih diperuntukkan untuk orang yang relatif sehat, dan bukan untuk orang yang telah mengalami gangguan yang cukup signifikan pada fungsi hati, fungsi ginjal dan fungsi jantungnya. Bagi penderita gangguan jantung berupa gagal jantung atau gagal jantung yang belum secara klinis memberikan ganggguan yang nyata, maka setelah diguyur air sebenyak itu, ditambah lagi asupan air sepanjang hari, maka dikhawatirkan pasien akan mengalami gagal jantung yang berbahaya secara klinis. Gejala biasanya berupa sesak napas dan kaki bengkak.

Demikian juga pada orang yang mengalami gagal fungsi liver. Dikhawatirkan gangguan yang sama juga akan muncul kalau diguyur air sebanyak itu. Dan, jangan lupa bawa ketiga organ (jantung, liver, dan ginjal) yang disebutkan di atas saling berkaitan dalam menjalankan fungsinya. Untuk itu, kegagalan fungsi dari salah satu organ tersebut akan merambat pada gangguan terhadap organ lainnya.

Untuk pasien berumur di atas 60 tahun, fungsi ginjal secara alamiah telah semakin berkurang, jadi sebaiknya (terapi air putih model konvensional) jangan dilakukan. Terapi yang aman adalah minum sekitar 500 cc pagi-pagi, dan dilanjutkan dengan minum 200 cc air setiap 2-3 jam. Jumlah itu sudah cukup baik.

Metode Terapi Air Putih | Air Putih untuk Hipertensi

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.