Air Putih untuk Pilek

Seperti batuk, pilek juga bukan penyakit melainkan gejala. Pilek adalah gejala yang timbul karena Influenza atau yang juga biasa lebih dikenal dengan nama flu dan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh RNA virus dari famili orthomyxoviridae. Pilek ini tidak hanya menyerang manusia terapi juga binatang.

Rata-rata orang mendapat 200 pilek seumur hidupnya. Dengan perkiraan usia mencapai 75 tahun, kita mungkin menderita sekitar 200 pilek dan rata-rata per tahun terserang dua kali. Sementara anak-anak biasanya mendapatkan antara empat dan delapan kali pilek per tahun.

Pilek tidak menular. Untuk itu, Jika ada  orang yang berpikir bahwa berjabat tangan dengan orang sakit akan membuat mereka terserang flu dan pilek, maka itu sama sekali keliru. Penelitian terbaru oleh Pusat Common Cold Universitas Cardiff menemukan bahwa ketika orang sehat dimasukkan ke dalam sebuah ruangan bersama penderita flu dan pilek, pasien sulit untuk menyebarkan infeksi dari satu orang ke orang lain. Bahkan, virus pilek harus memiliki kondisi ideal untuk bisa menginfeksi tubuh.

Ada tiga jenis kelompok virus yang dapat menyebabkan flu, yakni virus influenza A, virus influenza B, dan virus influenza C. Virus influenza A menjangkiti mamalia (manusia, kuda, monyet, babi, dan juga burung). Virus jenis A ini adalah virus yang biasanya mematikan dan penyebab epidemis dan pandemis. Ia tersusun atas dua protein virus (haemaglutinin dan nauraminidase) yang penting bagi siklus kehidupan virus. Virus ini menyerang sistem pernapasan yang ditularkan dari satu orang yang terinfeksi ke orang lain melalui udara atau air. Virus influenza B hanya menjangkiti manusia, sedangkan Virus influenza C jarang sekali yang dilaporkan menjangkiti manusia.

Virus pilek yang ada dalam tubuh kita ternyata juga bisa membuat kita semakin gemuk. Peneliti di Rady Childern’s Hospital di San Diego menemukan bahwa anak-anak yang telah terinfeksi oleh 36 adenovirus, virus flu biasa yang menyebabkan gejala pilek, kadang-kadang juga terkena masalah pencernaan. Berat badan mereka 50 pon lebih berat dari anak-anak yang belum terinveksi virus ini. Namun, virus ini bukan penyebab utama masalah naiknya berat badan.

Gejala pilek ialah hidung tersumbat, bersin-bersin, dan badan meriang. Selain itu, seseorang juga akan mengalami demam, pusing, kelelahan (bahkan bisa sangat parah), batuk kering, kerongkongan gatal, dan badan terasa nyeri.

Pilek membutuhkan waktu sekitar 48  jam untuk menginfeksi  dan membuat kita sakit. Jika hidung meler, tenggorokan gatal, pikirkan kembali apa yang Anda lakukan selama 48 jam sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar virus pilek sudah memasuki tubuh kita. Para ahli mengatakan bahwa virus pilek membutuhkan waktu sekitur dua hari untuk menanamkan diri ke dalam lapisan sel-sel dan menghasilkan gejala. Kadang-kadang, pilek dan flu susah dibedakan. Ron Eccles, BSc, PhD, DSC, Direktur Common Cold Centre di Universitas Cardiff di Inggris menyatakan bahwa virus pilek biasanya tidak menyebabkan demam pada orang dewasa. Demam dan batuk adalah gejala utama terkena influeza.

Umumnya, pilek berlangsung  selama 5 hari (rentangnya 3-14 hari) tergantung daya tahan tubuh si penderita dan ada dan tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bayi dan anak memiliki saudara kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat rentan mengalami demam dan flu. Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu dan pertumbuhannya. Namun, asupan makanan yang bergizi, olahraga, serta istirahat yang cukup akan memperkuat daya tahan tubuh.

Bila gejala flu dibiarkan berlarut-larut dan tidak diobati, pilek yang kita anggap biasa itu dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Komplikasi tersebut antara lain otitis media (radang telinga bagian tengah), mastoiditis (radang tulang di belakang telinga), sinusitis, dan radang saluran pernapasan bagian bawah (bronkitis, bronkiolitis, bronkopneumonia).

Untuk mengurangi/meringankan gejala penyakit pilek alias influenza yanng sangat mengganggu aktivitas keseharian itu, kita bisa mengobatinya dengan cara yang paling sederhana, yaitu dengan minum air putih atau air mineral  yang banyak. Namun demikian, jangan terlalu banyak minum air putih agar perut tidak kembung karena hal ini hanya akan menimbulkan masalah baru dalam kesehatan kita.

Perbanyaklah mengonsumsi air putih. Jika dalam kondisi normal kita mengonsumsi 6 hingga 8 gelas air putih dalam sehari maka ketika pilek sebaiknya kita tingkatkan konsumsi air hingga 10 gelas. Air dapat “menggelontor” virus dari tubuh kita untuk kemudian dibuang berbagai bentuk seperti keringat dan air seni.

Selain dikonsumsi untuk mencegah terjadinya pilek, air putih juga bisa digunakan untuk berkumur. Menurut penelitian para ahli, berkumur  dengan air putih biasa bisa mencegah pilek sampai sekitar 30 persen. Para peneliti ini membagi sekitar 400 orang ke dalam tiga grup dalam penelitiannya.

Grup pertama diminta untuk berkumur dengan cairan antiseptik. Grup pertama diminta untuk berkumur dengan air biasa, dan grup terakhir tidak berkumur sama sekali. Hasilnya, grup yang berkumur dengan air putih ternyata 36 persen lebih rendah terkena infeksi. Hasil riset tersebut juga mengungkapkan bahwa kumur-kumur terbulti dapat menurunkan resiko terkena pilek. Saat kita berkumur, air yang digunakan bisa membilas virus keluar dari mulut. Selain itu, menjaga jaringan tetap basah akan menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat bagi virus pathogen.

Air Putih untuk Stres | Air Putih untuk Demam

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.