Air Putih untuk Sakit Kepala

Sakit kepala yang secara medis dikenal sebagai cephalalgia adalah suatu kondisi terdapatnya rasa sakit di dalam kepala, kadang sakit di belakang leher atau punggung bagian atas, disebut juga  sebagai kepala. Jenis penyakit ini termasuk dalam keluhan-keluhan penyakit yang sering diutarakan.

Salah satu jenis sakit kepala yang juga banyak dikeluhkan adalah sakit kepala sebelah atau migrain. Serangan sakit kepala migrain terasa lebih menyiksa dan terkadang datang tiba-tiba. Penderita migrain akan merasakan nyeri dan berdenyut seperti dipukuli dan ditarik-tarik dan biasanya disertai dengan gangguan saluran cerna seperti mual dan muntah. Penderitanya pun cenderung menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau-bauan. Hal itu tentu sangat mengganggu dan bisa menghambat segala aktivitas penderita.

Kata migrain berasal dari bahasa Yunani yaitu hemicrania (hemi=setengah, cranium=tengkorak kepala). Serangan sakit kepala migrain dapat terjadi beberapa kali setahun sampai beberapa kali seminggu, dengan lama serangan biasanya 1-2 jam. Migrain atau sakit kepala sebelah sebenarnya belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun,diperkirakan jenis sakit kepala ini disebabkan karena adanya hiperaktivitas impuls listrik otak mrningkatkan aliran darah di otak sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi (luka radang).

1. Jenis sakit kepala
Sakit kepala utama disebabkanoleh disfungsi atau aktivitas yang berlebihan dari fitur-fituryang sensitif terhadap rasa sakit di kepala. Pada dasarnya, ada lima jenis sakit kepala,  yang penekanannya berangkat dari bagaimana rasa sakit itu dihasilkan. Menurut Clinical Methods, rasa sakit juga bisa terjadi pada setiap bagian dari kepala, termasuk kulit, otot-otot, pembuluh darah, sinus, struktur gigi, dan saraf-saraf wajah.

a. Vaskular, penyebab migrain
Rasa sakitnya disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah di dalam kepala. Tipe paling populer dari sakit kepala vaskular adalah migrain, yang menurut American Headache Society dialami sekitar 28 juta orang di Amerika. Migrain bisa kambuh, dan jika sedang muncul baru akan sembuh setelah  4-27 jam. Rasa sakitnya antara sedang sampai parah, dengan rasa berdenyut-denyut yang timbul pada satu atau dua sisi kepala. Gejala lain dari migrain adalah mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya atau suara. Sebanyak 3 dari 4 penderita migrain adalah perempuan. Atinya, lebih banyak perempuan yang mengalami migrain daripada pria.

b. Cluster
Sakit kepala jenis ini adalah tipe lain dari sakit kepala vaskular. Namun kebalikan dari migrain, penyakit ini lebih banyak mendera kaum pria. Rasionya enam banding satu, demikian menurut Cluster Headache Support Group. Rasa sakit yang begitu menyiksa, bisa berlangsung selama 15-180 menit. Biasanya terjadi pada  satu sisi kepala, di belakang mata, atau pada daerah pelipis. Sakit kepala biasa terjadi pada waktu-waktu tertentu, seringkali saat jam-jam tidur, selama 4-8 minggu.

c. Myogenik
Saat bekerja, kita pasti sering merasa leher dan pundak kita kaku. Kadang-kadang, gejala itu bahkan diikuti dengan sakit kepala. Sakit kepala jenis ini memang sering dianggap sebagai ketegangan akibat otot-otot yang menegang di leher, pundak, kulit kepala, atau rahang. Pemicunya bukan sekedar cara duduk yang salah, tetapi juga stres, gelisah, atau depresi. Tidak heran bila sakit kepala ini termasuk yang  hpaling umum, dengan intensitas ringan hingga sedang. Pada sebagian orang, rasa sakit juga diikuti dengan menurunnya nafsu makan.

d. Peradangan
Inilah urutan kedua sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit atau kelainan yang menghasilkan peradangan di dalam kepala. Tipe sakit kepala akibat peradangan yang paling umum adalah sakit kepala akibat sinus, yang disebabkan oleh peradangan pada sinus dan diperparah dengan reaksi alergik. Penyebab lain dari sakit kepala jenis ini adalah meningitis, di mana terjadi peradangan dari membran yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang.

e.Traction
Biasanya disebabkan oleh lesi yang menekan struktur dan pembuluh darah di kepala. Tumor metastatik (tumor maligna yang menyebar ke bagian tubuh lain), abses, atau hematoma (pembengkakan lokal yang terisi darah), bisa menyebabkan sakit kepala jenis ini. Rasa sakitnya akan lebih parah saat pengidapnya batuk, buang air kecil, atau mengejan.

2. Penyebab Sakit kepala
Sakit kepala sering tampak sederhana karena umumnya merupakan gejala penyakit ringan. Sekitar 70 % sakit kepala memang disebabkan  oleh ketegangan otot. Meski begitu, sakit kepala tak bisa disepelekan, apalagi kalau sampai mengganggu pekerjaan. Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit kepala.

a. Pekerjaan
pekerjaan kerap kali memicu rasa nyut-nyut di kepala. Faktanya, semua hal yang menimbulkan ketegangan ataustres akan membuat kita lebih mudah terserang sakit kepala atau migren. Sakit kepala yang disebabkan oleh ketegangan emosional ini disebut sakit kepala fungsional atau tension headache.

Penderita sakit kepala ini sering merasakan otot-otot di bagian leher belakang kaku dan menegang. Pijatan ringan di bagian tersebut bisa mengurangi sakit kepala, namun setelah beberapa saat keluhan akan kembali muncul.

b. Udara panas
Kenaikan suhu udara seringkali juga menyebabkan timbulnya migren atau sakit kepala berat. Dalam sebuah studi diketahui 7,5 % responden mengalami sakit kepala saat udara panas.

c. Aroma yang Terlalu Kuat
Pernakah kita merasa pusing gara-gara mencium aroma parfum? Aroma  bau yang kuat,  bahkan yang wangi, umumnya menyebabkan kepala pusing. Belum diketahui mengapa hal ini terjadi. Namun, para ahli menduga bau yang memiliki aroma kuat telah merangsang sistem saraf. Selain parfum, bau cat, bunga, atau debu juga sering menyebabkan kepala berdenyut.

d. Aksesori rambut
Cara kita memperlukan rambut bisa berpengaruh pada kepala. Mengikat rambut terlalu kencang bisa membuat jaringan tisu di kepala menjadi tegang dan mengundang sakit kepala. Bando, jepit rambut, juga topi yang terlalu sempit akan menyebabkan efek yang sama.

e. Olahraga
Olahraga yang terlalu berat, termasuk juga hubungan seks, juga bisa menyebabkan sakit kepala. Kegiatan fisik yang berlebihan bisa membuat pembuluh darah di kepala dan leher bengkak dan tertekan. Sakit kepala yang disebabkan olahraga atau seks lebih mudah menyerang orang yang sering terkena migren.

f. Postur tubuh
Bukan hanya olahraga memeras keringat yang bisa menyebabkan tekanan pada otot leher dan kepala, postur tubuh yang terbentuk dari kebiasaan sehari-hari pun bisa menimbulkan sakit kepala. Sebut saja  kebiasaan duduk dengan posisi bahu membungkuk, duduk tanpa sandaran, menatap monitor komputer yang posisinya terlalu tinggi atau rendah, atau mengapit telepon antara kuping dan pundak. Bila akhir-akhir ini kita sering diserang sakit kepala, saatnya memperbaiki postur tubuh kita sehari-hari.

g. Keju
Pemicu sakit kepala sebelah alias migren, yang paling sering adalah keju, termasuk cheddar, blue cheese, mozzarella dan parmesan. Penyebabnya adalah tyramine, yang terbentuk dari protein yang sudah dipecah, yang ada dalam keju. Semakin panjang proses makanan atau minuman, maka semakin banyak tryamine yang dikandungnya.

h. Red Wine
Tyramine juga bisa kita temukan dakam red wine dan minuman keras. Alkohol yang terkandung dalam minuman itu akan meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga kepala pun terasa pusing.

i. Melewatkan Makan siang
Perut kosong gara-gara tak sempat makan siang pada sebagian orang kerap menyebabkan sakit kepala. Selain pusing, perut kosong juga membuat gula darah turun, akibatnya tubuh terasa lemas. Segeralah makan siang dengan gizi seimbang. Hindari mengonsumsi makanan manis, seperti cokelat untuk mengisi perut kosong. Gula dari makanan manis akan membuat gula darah melambung untuk kemudian turun lebih rendah lagi.

j. Rokok
Merokok termasuk dalam penyebab sakit kepala. Hal ini bukan hanya terhadap orang yang merokok, tetapi juga perokok pasif di sekitarnya. Kandungan nikotin akan menyebabkan pembuluh darah ke otak menyempit, akibatnya aliran darah ke otak berkurang.

k. Kafein
orang-orang yang sering sakit kepala biasanya bersahabat dengan kopi. Kafein memang bisa menjadi kawan sekaligus lawan. Faktanya, beberapa jenis obat sakit kepala mengandung kafein di dalamnya. Namun di lain pihak, kafein juga bisa menyebabkan sakit kepala.

3. Mengatasi Sakit Kepala dengan Air Putih
Sakit kepala sering kali dipicu karena dehidrasi. Saat kita kepanasan dan kehilangan banyak cairan yang disertai dengan munculnya rasa sakit kepala, segera konsumsi air putih. Duduklah sebentar, kemudian minum air putih secara perlahan. Jangan lakukan banyak gerakan sampai sakit kepala hilang.

Untuk itu, usahakan untuk menjaga kadar air dalam tubuh agar tetap normal dengan rutin mengonsumsi air putih. Setiap hari tubuh kita setidaknya memerlukan 8 gelas air putih. Ketika sakit kepala telah menyerang, minumlah air putih hangat untuk mengurangi rasa sakit.

Air Putih untuk Penyakit Batu Empedu | Air Putih untuk Stres

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.