Air Putih untuk Stres

Stres adalah suatu kondisi dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang diinginkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif,karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensi hasil. Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan mutu pekerjaan mereka dan sebagai kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka. Stres bisa positif dan bisa negatif. Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja, beroperasi sangat berbeda dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan. Meskipun riset mengenai stres tantangan dan stres hambatan baru tahap permuluaan, bukti awal menujukkan bahwa stres tantangan memiliki banyak implikasi yang lebih sedikit negatifnya dibanding stres hambatan. Stres menampakkan diri dalam berbagai cara. Sebagai contoh, seorang individu yang sedang stres berat mungkin mengalami tekanan darah tinggi, sariawan, jadi mudah jengkel, sulit membuat keputusan yang bersifat rutin, kehilangan selera makan, rentan terhadap kecelakaan, dan sebagainya. Akibat stres dapat dikelompokan dalam tiga katagori umum: gejala fisiologis, psikologis, dan perilaku. Pengaruh gejala stres biasanya berupa gejala fisiologis. Terdapat riset yang menyimpulkan bahwa stres dapat menciptakan perubahan dalam metabolisme, meningkatkan detak jantung dan tarikan napas, menaikkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala, dan memicu serangan jantung. Stres yang berkaitan dengan pekerjaan dapat menyebabkan ketidakpuasan terkait dengan pekerjaan. Ketidakpuasan adalah efek psikologis sederhana tetapi paling nyata dari stres. Namun, stres juga muncul dalam beberapa kondisi psikologis lain, misalnya, ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan. Gejala stres yang berkaitan dengan perilaku meliputi perubahan dalam tingkat produktivitas, pola mangkir, dan perputaran karyawan, selain juga perubahan dalam kebiasaan makan, Pola merokok, konsumsi alkohol, bicara yang gagap, serta kegelisahan dan ketidakteraturan waktu tidur. Ada banyak riset yang menyelidiki hubungan stres kinerja. Pola yang paling banyak dipelajari dalam literatur stres-kinerja adalah hubungan terbalik. Logika yang mendasarinya adalah bahwa tingkat stres rendah sampai menengah meransang tubuh dan meningkatkan kemampuannya untuk beraksi. Pola U-terbalik ini menggambarkan reaksi terhadap stres dari waktu ke waktu dan terhadap perubahan dalam intensitas stres. Hasil penelitian menujukkan air dan stres ternyata sangat berhubungan. Seluruh bagian tubuh manusia selalu membutuhkan air dalam segala aktivitasnya. Bila kandungan air dalam masing-masing organ kekurangan, fungsinya akan menurun. Selain lebih mudah terpapar oleh bakteri dan virus, kita juga rentan terkena stres. Berbagai literatur menunjukkan, kekurangan cairan tubuh setengah liter saja dari kebutuhan air normal setiap hari bisa meningkatkan kadar kortisol, salah satu hormon pemicu stres. Kortisol bersama dengan hormon-hormon stres yang lain bisa mengganggu beberapa fungsi tubuh. Bila hanya terjadi sekali-kali, mungkin tak perlu dikhawatirkan. Namun, bila sering dehidrasi, tentu saja fungsi imunitas tubuh bisa terkena imbasnya. Namun, bukan berarti  minum bergelas-gelas air akan secara ajaib menghilangkan berbagai tekanan hidup. Tapi, bila selama ini stres menjadi bagian dari hidup sehari-hari, paling tidak kita tak akan mendapat tambahan stres akibat faktor dehidrasi. Tubuh kita memerlukan minimal 2 liter air setiap hari dan idealnya dianjurkan meminum 7-8 gelas setiap hari. Apabila kadar air di dalam tubuh kita berkurang biasanya kita akan mengalami dehidrasi atau rasa halus. Jika kita mengalami kekurangan air 1/2 liter saja, maka akan timbul adanya peningkatan kadar korsitol, yaitu salah satu hormon stress yang berfungsi melepas glukosa ke dalam peredaran darah berupa energi. Untuk itu, konsumsilah  air putih 2 liter setiap hari. Air putih di dalam tubuh yang telah kita konsumsi itu akan berfungsi sebagai katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh serta penyedia mineral dan elektrolit bagi tubuh sehingga kita terhindar dan tertolong stres. Air Putih untuk Sakit Kepala | Air Putih untuk Pilek

This entry was posted in Air untuk Terapi. Bookmark the permalink.