Alergi Kulit terhadap Sinar Matahari

Sejumlah kecil orang mengalami kemerahan setelah terpajan pada sinar matahari. Ada sejumlah gejala ketika karena keterpajanan terhadap sinar ultraviolet, di luar ruangan atau di salon pencoklatan kulit, yang berakibat pada timbulnya ruam. Ada pasien yang hanya mengalami ruam karena pajanan sinar matahari ketika mereka minum obat oral, seperti antibiotik (Tabel dibawah).

Tabel Obat-obat yang menyebabkan Reaksi Fotosensitifitas yang diinduksi obat

Antibiotik : Tetracyclin, Doxycyclin, Ciprofloxacin, Sulfonamides
Obat Anti Inflamasi Non Steroid : Ibuprofen, Naproxen
Diuretik : Furosemide, Hydrochlorthiazide
Penghambat reduktase HMG Co-A : Obat-obat Statin
Anti Jamur : Itraconazole, Voriconazole

Kemerahan kulit sering tampak sebagai warna kemerahan seperti terbakar sinar matahari yang menetap selama beberapa hari setelah terkena sinar matahari dan mungkin terasa gatal atau seperti terbakar. Beberapa pasien mengalami reaksi lambat terhadap sinar matahari dalam bentuk eksim, suatu kondisi dinamakan erupsi sinar polimorfik. Pada pasien ini, beberapa kombinasi kemerahan, memar, lepuh dan gatal terutama terjadi beberapa jam setelah terkena sinar matahari dan menetap selama seminggu. Pasien ini mengalami biduran selama 30 menit setelah terkena langsung sinar matahari, yang dinamakan biduran atau urtikaria solar. Lesi kulit ini tampak seperti biduran lainnya, dengan gatal membentuk garis yang hilang dalam waktu 30 sampai 60 menit.

Jika anda mempunyai semacam sensitivitas terhadap sinar matahari, anda dapat mengurangi resiko reaksi dengan membatasi waktu untuk berada di bawah sinar matahari. Satu langkah yang penting untuk dilakukan adalah dengan mengenakan kacamata tabir surya, baju lengan panjang, dan topi dengan tepi yang lebar ketika berada di luar ruangan. Jika anda mengidap urtikaria solar, dokter menganjurkan pemakaian antihistamin oral, juga tabir surya untuk mencegah atau mengurangi reaksi. Namun tabir surya tidak memblok sinar ultraviolet secara penuh, jadi anda masih mengalami reaksi kulit.

Dermatitis Kontak | Testi Purtier

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.