Alergi Sengatan Serangga

Beberapa serangga dalam ordo Hymenoptera mampu menyuntikkan racun ke tubuh ke tubuh manusia dan hewan dengan sengatan atau gigitan. Serangga ini mencakup lebah madu, kumbang, hornet (lebah besar), tawon, lebah kuning, dan semut merah, yang semuanya dapat ditemukan di Amerika Serikat, juga di sebagian besar daerah daratan di dunia. Serangga ini menggunakan racun untuk membunuh atau melumpuhkan serangga lain. Racunnya mengandung protein atau zat kimia lainnya yang mampu menimbulkan reaksi alergi. Setelah sengatan atau gigitan oleh berbeagai serangga ini, respons normal terdiri dari kemerahan berukuran kecil di sekitar tempat sengatan/gigitan dan gatal. Pada sebagian pasien timbul reaksi kulit lokal yang besar dengan diameter beberapa inci dan berlangsung beberapa hari. Respons lokal ini menggambarkan bentuk alergi ringan karena sengatan serangga; jarang sekali pada pasien ini timbul reaksi sitemik yang terjadi setelah sengatan selanjutnya. Pada pasien dengan tingkat alergi yang lebih besar terhadap sengatan serangga timbul gejala sistemik, meliputi biduran/kaligata, pembengkakan tenggorok, mengi, pusing, sakit perut, mual dan muntah, diare, dan/atau turunnya tekanan darah.

Sering sangat sulit menentukan sumber sengatan. Karena inilah direkomendasikan bahwa pasien yang mengalami reaksi alergi terhadap sengatan serangga menjalani pemeriksaan panel komplit sengatan serangga. Walaupun ini sulit, ada beberapa petunjuk yang akan membantu korban serangga menentukan tipe serangga yang terlibat.

Lebah madu biasanya tidak agresif dan hanya menyengat jika sarang lebah terancam atau jika mereka diserang atau diinjak. Kebanyakan sengatan serangga terjadi pada orang yang bertelanjang kaki ketika berada di luar rumah. Lebah madu Afrika (lebah pembunuuh) jauh lebih agresif daripada lebah madu domestik dan sering kali menyerang secara berkelompok terhadap orang yang mendekati sarang mereka. Karena alat penyengat mereka seperti kail anak panah, semua lebah madu akan meninggalkan alat penyengatnya dalam kulit korban dan membatasi lebha madu hanya dapat satu kali menyengat. Karena alat penyengat terlepas dari tubuh lebah, lebah kehilangan beberapa organ dalam tubuhnya dan kemudian mati. Kumbang bertubuh besar dan menakutkan ketika bertemu, tetapi mereka biasanya tidak agresif dan jarang sekali menyengat kecuali dihasut. Lebah jenis ini terbang lambat dengan suara berdengung keras sekali sehingga mudah dikenali dari jarak jauh. Alat penyengat kumbang tidak memiliki kail anak panah dan tetap berada di tubuhnya setelah menyengat sehingga kumbang dapat menyengat berkali-kali.

Tawon hidup dalam sarang madu yang sering kali menggantung berjuntai di rumah. Tawaon cenderung tidak agresif, meskipun mereka menyengat jika diganggu. Mereka tidak meninggalkan alat penyengat dalam tubuh korban, sehingga mampu menyengat berulang kali. Lebah kuning hidup dalam sarang di atas tanah dan paling agresif di antara semua serangga penyengat. Seperti tawon, mereka mampu menyengat berulang kali. Mereka hidup dengan mencari sisa makanan dan umumnya ditemukan di sekitar tempat sampah, tempat penampungan akhir sampah, dan penyajian makanan di tempat terbuka (piknik), dan cenderung mencari kaleng dan botol dari minuman manis. Kecenderungan untuk menaiki wadah minuman mengakibatkan sengatan pada bibir, dalam mulut, atau di lidah. Lalat bermuka kuning dan putih hidup di pohon dan semak belukar dalam sarang “paper-mache”. Mereka akan menyerang korbannya ketika dihasut dan juga mampu menyengat berulang kali.

Langkah pertama dalam membuktikan apakah pasien alergi terhadap sengatan serangga adalah riwayat yang rinci. Sekali tipe serangga dan beratnya reaksi telah ditentukan rincinya, uji alergi kulit dapat dilakukan untuk memastikan apakah ya atau tidak pasien alergi terhadap berbagai sengatan serangga. semua orang, tanpa peduli umur, harus menjalani tes jika mereka mengalami gejala reaksi sistemik setelah tersengat. kelompok ini mendapat manfaat paling banyak dari keakuratan diagnosis dan pengobatan karena 60 – 70% pasien dengan riwayat reaksi sistemik berisiko terhadap timbulnya reaksi yang sama setelah sengatan di waktu yang akan datang. Walaupun perubahan reaksi karena sengatan berikutnya menurun dengan berjalannya waktu, reaksi ini masih ada sekitar 20% selama beberapa tahun setelah sengatan terakhir. uji alergi untuk racun serangga tidak diperlukan jika seseorang disengat pada masa lalu tetapi tidak pernah mengalami berbagai gejala alergi, jika seorang anak di bawah 16 tahun hanya mengalami gejala kulit seperti biduran dan/atau pembengkakan setelah sengatan, atau jika seorang anak atau orang dewasa hanya mengalami reaksi lokal yang besar. Namun, pada beberapa kasus seorang dokter mungkin memilih untuk melakukan tes terhadap pasien-pasien ini, khususnya jika mereka berisiko tinggi atas sengatan di masa akan datang. Orang tidak harus dites jika mereka tidak pernah disengat atau jika hanya ada riwayat keluarga yang mengalami reaksi karena sengatan.

Jika lebah beterbangan di sekitar Anda setelah menyengat, usahakan tetap tenang dan jangan memukulinya karena hanya akan mengundang sengatan tambahan. Setelah disengat, Anda harus segera meninggalkan daerah itu. Ketika menyengat, lebah melepaskan zat kimia yang menarik lebah lain untuk ikut serta menyengat. Setelah berada di daerah aman, Anda harus mencoba melepaskan alat penyengat mereka. Alat penyengat sebaiknya dilepaskan dengan memakai beberapa bahan yang kaku, seperti karton yang tebal atau kartu kredit. Setelah dilepaskan, epinefrin harus diberikan segera, tanpa menunggu untuk melihat apakah gejala timbul atau tidak. Setelah epinefrin diberikan, Anda haru segera pergi ke unit gawat darurat terdekat untuk diobservasi dan diobati.

Pencegahan dan Pengobatan Reaksi Alergi Serius di Rumah | Alergi Terhadap Anestesi Lokal dan Antibiotik

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.