Alergi Terhadap Kacang Tanah

Banyak minyak goreng yang diproduksi untuk diperjualbelikan, termasuk minyak kacang tanah, disuling dengan cermat dengan menggunakan metode ekstraksi pelarut panas, sehingga menyebabkan protein hilang dari produk bersangkutan. Karena protein dalam makanan bertanggung jawab terhadap alergi makanan, maka minyak hasil sulingan tersebut biasanya dianggap nonalergenik. Pengamatan yang dilakukan selama beberapa tahun menunjukkan bahwa orang-orang dengan alergi kacang tanah yang berat tidak mengalami reaksi alergi terhadap minyak hasil pemrosesan. Sementara kebanyakan toko bahan pangan dan restoran menjual atau memakai minyak yang merupakan larutan ekstraksi, kadang-kadang pasien mungkin menemukan cold-pressed oils, yang dipasarkan sebagai produk gourmet. Minyak ini mengandung protein alergenik dan karena itu harus dengan hati-hati dihindari oleh semua pasien alergi kacang. Karena alasan yang sama, orang yang alergik harus menghindari minyak yang telah dipakai untuk menggoreng makanan yang secara potensial alergenik.

Kacang tanah biasanya digunakan sebagai bahan dalam beraneka ragam makanan prosesan, terutama makanan yang dipanggang, es krim, dan permen. Karena dalam jumlah sangat sedikitpun, kacang tanah dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang yang alergi kacang tanah, maka makanan ini harus dihindari dengan ketat. Sering kali, peralatan industri makanan digunakan untuk mengolah biji bunga matahari dan selai kacang pohon, dulunya digunakan untuk mengelola makanan mengandung kacang tanah, karena itu kemungkinan menimbulkan kontaminasi makanan ini dengan protein kacang tanah. Dalam kejadian di mana seorang pasien alergi kacang tanah mengkonsumsi sejumlah kecil protein kacang tanah, kemungkinan reaksi yang timbul sangat berkaitan dengan sejumlah kacang tanah yang dimakan, tingkat sensitivitas alergi pasien dan jenis sistem organ yang terlibat yang pernah terjadi di masa lalu (misal: biduran / kaligata ringan terhadap anafilaksis berat). Jika seorang pasien menyadari telah makan sejumlah kacang tanah dan jika ia sangat sensitif terhadap kacang tanah, serta memiliki riwayat gejala sistemik hebat setelah konsumsi kacang tanah, epinefrin harus diberikan lewat suntikan dan pasien harus diawasi ketat selama beberapa jam berikutnya. Jika gejala terus berlanjut meskipun sudah diberikan epinefrin, maka pasien harus diberikan dosis epinefrin lagi dalam waktu 15 menit setelah dosis pertama dan kemudian harus dibawa ke unit gawat darurat terdekat. Jika gejala tampak terus berlanjut, terutama bila ada gangguan pernapasan atau pusing yang berat, maka pasien harus dibawa dengan ambulans.

Skenario ini memperlihatkan beberapa hal sangat penting berkaitan dengan alergi makanan. Pertama, kacang tanah adalah anggota familia kacang-kacangan (legume), yang juga mencakup kacang polong, kacang kedelai, dan jenis kacang lainnya. Jika seorang pasien alergi terhadap salah satu anggota dari famili kacang-kacangan (misal: kacang tanah), kemungkinan besar uji darahnya terhadap kacang-kacangan lain akan positif. Namun, hasil uji yang positif tidak mengindikasikan bahwa pasien akan mengalami gejala klinis jika ia menyantap makanan lain. Oleh karena itu tidaklah mengejutkan bahwa walaupun uji kulitnya positif terhadap kacang kedelai, seorang pasien dapat menyantap makanan ini tanpa ada masalah. Di lain pihak, gandum tidak berkaitan dengan famili kacang-kacangan. Namun, ketika panel besar uji alergi makanan (kulit atau darah) dilakukan, bukanlah sesuatu yang tidak biasa jika kita kadang mendapatkan reaksi positif lemah terhadap makanan yang ketika dimakan tidak menimbulkan gejala. Karena alasan ini, sebaiknya tidak menjalani uji alergi dalam jumlah banyak terhadap makanan yang dapat ditoleransi tanpa masalah.

Hampir separuh orang yang alergi terhadap kacang tanah juga alergi terhadap kacang pohon, yaitu almonds (badam), brazil nuts, kenari, hazelnut (kemiri), macadamia, pistachio, pecan, dan kacang mete. Orang yang alergi terhadap satu kacang pohon sering alergi terhadap paling sedikit satu kacang pohon yang lai. Reaksi kacang pohon dapat berat, meskipun terkena sedikit, dan penelitian menunjukkan kacang tanah dan kacang pohon adalah dua penyebab utama reaksi alergi makanan yang fatal. Karena pertimbangan ini, direkomendasikan kepada pasien bahwa beraneka kacang pohon dihilangkan dari makanan bagi mereka yang uji kulitnya positif.

Zat Tambahan pada Makanan Terhadap Reaksi Alergi | Alergi Terhadap Telur, Agar-agar, Ikan, dan Minuman Beralkohol

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.