Anak yang Menderita Asma juga Alergi terhadap Hewan Peliharaan

Sangat penting menempatkan hewan peliharaan anda di rumah baru. Jika anak anda alergi terhadap hewan peliharaan keluarga, dan khususnya jika alergi tersebut merupakan pemicu untuk asmanya, hal ini merupakan perhatian medis terbaik bagi anda untuk menempatkan hewan tersebut di rumah barunya. Prinsip dasar pengendalian alergi adalah dengan menghindari alergen. Setelah seseorang didiagnosis dengan alergi klinis terhadap alergen tertentu, tujuan menghindari alergen dengan mengeliminasi segala pajanan terhadap alergen tertentu, tujuan menghindari alergen dengan mengeliminasi segala pajanan terhadap alergen tertentu. Penghindaran alergen, jika berhasil, merupakan langkah yang sangat efektif dalam pengobatan alergi. Beberapa alergen seperti tungau rumah, jamur, ada di mana – mana, sehingga hampir mustahil untuk membuangnya keseluruhan dari lingkungan rumah. Yang lain seperti bulu hewan, jauh lebih mudah dikenali. Jika anda memindahkan hewan peliharaan keluarga dari rumah anda, dan kemudian anda dapat membersihkan rumah anda dari alergen yang tertinggalm anak anda kemungkinan akan mengalami pengurangan gejala alergi dan asma yang signifikan serta berkurang pula kebutuhan terhadap obat – obatan.

Meskipun para orang tua memahami dan mengikuti konsep pengurangan alergen indoor dengan mengontrol tungau debu atau menghabisi kecoak, namun merupakan kondisi yang berbeda ketika hewan peliharaan keluarga menjadi sumber alergen. Ketika dokter hewan merekomendasikan untuk memindahkan hewan peliharaan dari rumah, mereka bagaimanapun dengan serta merta menolak. Sayangnya banyak anak – anak memiliki masalah asma yang signifikan dipicu oleh hewan peliharaan seperti kucing, anjing, ferret (musang yang dijinakkan), kelinci, hamster, dan gerbil. Hubungan antara hewan peliharaan yang baru didapat dengan gejala asma anak anda mungkin menjadi jelas dengan sangat cepat atau mungkin berkembang lebih tersembunyi. Situasi yang rumit meningkat ketika hewan telah berada di rumah berbulan – bulan atau bahkan bertahun – tahun sebelum gejala muncul. Orang tua dan anak – anak sama – sama sulit memahami bagaiamana anak dapat hidup dengan hewan peliharaan dalam waktu yang lama sebelum gejala berkembang. Kenyataannya adalah perlu waktu unutk terjadi sensitisasi terhadap alergen apapun, termasuk hewan peliharaan, yang dapat bervariasi dari hari ke tahun.

Para ahli alergi, ahli paru dan dokter anak, banyak yang mencemaskan karena sebagian besar orang pada umumnya tidak akan memisahkan hewan peliharaanya yang telah dianggap bagian dari keluarga sendiri. Rekomendasi terbaik kedua mencakup jauhkan hewan dari kamar tidur anak anda setiap waktu, bahkan ketika anak anda di sekolah atau jauh dari rumah. Anjing dapat dilatih untuk menjauh dari ruangan tertentu atau area yang relatih lebih mudah tetapi kucing –hewan yang terkenal dengan keinginan tahu mereka dan kurang patuh–anda dan anak anda harus memiliki kebiasaaan menjaga ruangan anak anda seketat mungkin dari akese kucing setiap saat.

Langkah yang lain yang perlu diterapkan jika rumah anda menggunakan pemanas udara. Pastikan ventilasi kamar anak anda ditutupi dengan filter yang tepat. Seorang ahli alergi dapat memberikan rekomendasi khusus tergantung jenis hewan peliharaan yang anda miliki dan susunan rumah anda. Jika kucing atau anjing anda mau berkerja sama, mandi sekali seminggu akan mengurangi tingkat alergen hewan di rumah anda. Langkah – langkah ini mungkin sangat membantu, tetapi langkah ini merupakan terbaik kedua yang jauh dibandingkan dengan tidak memiliki hewan peliharaan sama sekali.

Rokok Sigaret akan Mempengaruhi Anak yang Baru saja Didiagnosis Menderita Asma | Obat yang Bermanfaat dalam Mengobati Asma

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.