Apakah Ada Sakit Kepala yang Benar-benar Berbahaya?

Sementara semua jenis sakit kepala dapat berpotensi berbahaya, sangat membantu untuk memahami spektrum bahaya sakit kepala. Secara umum, sebagian besar dokter akan mengawasi tanda dan gejala yang berbahaya. Anda juga seharusnya mewaspadai gejala-gejala dan mencari bantuan medis, jika Anda mengalami salah satunya. Sebaliknya, ingat jika Anda tidak mengalami salah satu dari tanda atau gejala tersebut, ada kemungkinan besar Anda tidak mengalami sakit kepala yang berbahaya. Berikut sebagian besar dari tanda bahaya (danger signals):

* Sakit kepala terburuk yang pernah Anda rasakan.
* Hilang kesadaran dengan diawali oleh sakit kepala.
* Sakit kepala tiba-tiba yang sangat berat hanya dapat beberapa menit.
* Sakit kepala yang diikuti dengan demam lebih dari 101 derajat Fahrenheit atau 38 derajat Celcius, leher kaku dan/atau kedinginan.
* Sakit kepala diikuti dengan kebingungan.
* Sakit kepala setelah trauma.
* Sakit kepala yang dihubungkan dengan defisit neurologis fokal (seperti hilangnya kontrol otot yang terlokalisir, mati rasa, lemah bagian tubuh, atau kesulitan berbicara).
* Sakit kepala pada seseorang yang memiliki penyakit kanker, HIV atau penyakit medis lain yang mungkin berdampak pada otak.
* Sakit kepala yang memburuk secara signifikan atau perubahan dari pola yang bisa terjadi dari seorang penderita migrain atau penderita sakit kepala kronis lainnya.

Tanda bahaya yang paling mengancam dalam pernyataan, “Ini adalah sakit kepala terburuk dalam hidup saya”. Menggunakan hal itu sebagai panduan diagnosis bisa menjebak, namun, Anda mungkin tergoda untuk membesar-besarkan situasi dalam keputusasaan Anda untuk mendapatkan bantuan dari rasa sakit migrain. Dokter akan menganggap keluhan “sakit kepala terburuk yang saya rasakan selama hidup” sangat serius, dan mungkin mulai melakukan tindakan sangat agresif untuk menghindari perdarahan di otak. Tindakan tersebut bukan tanpa risiko, jadi sebaiknya Anda menggunakan kalimat ini hanya jika itu benar-benar akurat. Jika yang Anda maksudkan adalah Anda mengalami migrain tipikal dan sangat mengganggu Anda, dan Anda merasa frustasi hingga batas terendah, maka sampaikan pesan itu pada dokter Anda.

Sakit kepala berat yang tiba-tiba pada permulaan (muncul hanya dalam beberapa detik), terutama jika diikuti dengan hilangnya kesadaran dan/atau mati rasa atau lemah atau sulit berbicara, bisa jadi akibat pecahnya pembuluh darah yang bengkak (aneurisme) atau serangan strok, dan Anda harus secepatnya menemui dokter. Biasanya serangan sakit kepala ini sangat mendadak dan berat, hingga orang yang berada di sekitar atau anggota keluarga menelepon panggilan darurat. Jika Anda penderita migrain dan mengalami jenis dari sakit kepala ini, mungkin saja itu bukan migrain, dan Anda harus secepatnya pergi ke ruang gawat darurat terdekat dan menghubungi dokter pribadi Anda. Di rumah sakit, Anda akan mendapatkan pemeriksaan neurologis, computed tomography scan (seringkali disebut CT scan atau CAT scan) dan mungkin juga MRI, dan jika dibutuhkan, dilakukan lumbar puncture. Tindakan lumbar puncture akan memungkinkan dokter untuk memeriksa cairan yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang dalam darah Anda. Jika sebuah pembuluh darah pecah, fakta ini seharusnya tampak pada pemindaian otak. Jika pemeriksaan dan pemindaian otak engatif, maka Anda akan diberikan diagnosis lain dan diperiksa untuk gangguan medis lainnya. Jika lumbar puncture positif, ahli bedah saraf akan dipanggil dan dilakukan pemeriksaan lain untuk menentukan lokasi dari aneurisme dan pendekatan terbaik untuk memperbaikinya.

Sakit kepala berat yang diikuti dengan demam lebih dari 101 derajat Fahrenheit atau 38 derajat Celcius, leher kaku dan/atau kedinginan harus dievaluasi oleh seorang dokter. Alasan utama yang mungkin dari konstelasi gejala itu adalah infeksi yang disebabkan oleh virus meningitis, namun bakteri meningitis dan berbagai infeksi virus lainnya juga harus dipertimbangkan. Setelah Anda sampai di rumah sakit, tes darah termasuk tes pembiakan mikrobiologis dalam darah untuk mendeteksi penyebaran infeksi, juga diikuti dengan pemeriksaan neurologis, CAT scan pada otak dan kemungkinan lumbar puncture. Jika ditemukan adanya infeksi, obat-obatan mungkin akan segera dimulai dan kemungkinannya Anda diharuskan menginap di rumah sakit agar dapat dimonitor demam, tekanan darah dan jumlah sel darah Anda.

Trauma adalah salah satu penyebab sakit kepala lain yang umum di dalam masyarakat. Sakit kepala berat yang biasanya dihubungkan dengan trauma atau luka berat, harus dievaluasi oleh dokter atau unit gawat darurat. Anda harus secepatnya menemui dokter segera setelah merasakan sakit kepala berat. Jangan menunggu! Dokter akan segera mengevaluasi Anda untuk kemungkinan gegar otak dan pendarahan di otak dengan memberikan Anda pertanyaan, dan melakukan CAT scan. Ini adalah salah satu saat di mana CAT scan, bukan MRI, sebagai tes yang cenderung dilakukan, karena darah dan patah tulang seringkali lebih jelas terlihat pada CAT scan. Setelah dievaluasi, jika Anda diperbolehkan pulang, kemungkinan Anda akan diberikan selembar kertas instruksi yang berisi gejala-gejala yang harus diwaspadai selama 24 hingga 72 jam mendatang dan apa yang harus dilakukan jika gejala itu timbul. Jika dokter menemukan adanya darah atau patah tulang, kemungkinan Anda akan diminta menginap di rumah sakit untuk observasi dan di evaluasi oleh dokter ahli bedah saraf. Meskipun ukuran ini mungkin terdengar sangat berbahaya bagi orang awam, cedera trauma merupakan sumber “mata pencaharian” dari sebagain besar ruang gawat darurat.

Strok adalah penyebab lain sakit kepala yang berbahaya. Biasanya strok diikuti oleh defisit neurologis fokal seperti mati rasa, lemah atau kesulitan berbicara. Sakit kepala mungkin menjadi gejala tunggal, namun ini sangat tidak biasa, terutama pada golongan dewasa muda. Jika Anda memiliki faktor risiko terhadap strok seperti tekanan darah tinggi, riwayat merokok, atau pernah terkena strok dan Anda mengalami sakit kepala baru yang tidak pernah Anda rasakan sebelumnya, Anda harus segera mengontak dokter Anda, atau pergi ke unit gawat darurat jika Anda meyakini Anda mengalami strok.

Sakit kepala dalam pengaturan penyakit medis kemungkinan akan dikaitkan dengan komplikasi neurologis yang berpotensi berbahaya. Kanker tertentu bermetastasis pada otak dan infeksi tertentu kemungkinan akan menuju otak jika orang tersebut memliki infeksi HIV dan mengalami sindrom gangguan imunitas atau immune deficiency syndrome (AIDS). Jika Anda mengalami sakit kepala dan juga memiliki gangguan kesehatan, hubungi dokter Anda untuk berdiskusi apakah sakit kepala Anda mungkin berhubungan dengan pengobatan, komplikasi dari masalah kesehatan atau gangguan sakit kepala primer. Dokter Anda mungkin akan mereferensikan Anda pada seorang ahli saraf untuk membantu menemukan masalah Anda.

Jika Anda menemukan sebuah perubahan dari pola sakit kepala atau Anda merasakan sakit kepala yang semakin memburuk, perubahan itu bisa jadi tanda bahaya. Memiliki penyakit migrain tidak serta merta melindungi Anda dari penyakit otak lainnya. Jika Anda mengetahui adanya perubahan yang muncul dan mengganggu, bicarakan dengan dokter Anda, terutama jika Anda sudah mencoba mengobati migrain Anda dengan obat-obatan bebas. Ini mungkin waktu yang tepat untuk Anda melengkapi pengobatan dan/atau evaluasi neurologis.

Meskipun bukan selalu sebagai tanda bahaya, sakit kepala yang baru dimulai pada seseorang yang usianya lebih dari 45 atau 50 tahun, biasanya memerlukan perhatian dokter. Sakit kepala bertekanan atau migrain jarang dimulai pada usia lanjut, sehingga gangguan sakit kepala yang lebih serius menjadi penyebabnya. Untuk alasan ini, banyak dokter perawatan utama akan menunjuk pasien pada golongan usia tertentu akan menunjuk pasien pada golongan usia tertentu untuk memeriksakan diri kepada ahli saraf, dan banyak orang langsung pergi ke ahli saraf untuk mengevaluasi dan untuk mendapatkan kepastian.

Mengalami Migrain atau Tumor Otak? | Migrain pada Anak-anak

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.