Apakah Bayi akan Tertular Lupus dari Ibu yang Menderita Lupus saat Hamil?

Ibu hamil bisa memberikan / meneruskan sejenis antibodi (anti-Ro atau anti-SSA) kepada janinnya melalui plasenta. Antibodi-antibodi inilah yang menyebabkan timbulnya neonatal lupus. Namun kejadian ini sangat jarang terjadi, kurang dari 10%. Hanya sekitar 3% ibu hamil dengan systemic lupus akan melahirkan bayi dengan neonatal lupus, akan berulang melahirkan bayi neonatal lupus lagi.

Masalah menyusui umumnya aman, tetapi sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter, termasuk dokter anak yang merawat bayi Anda. Jangan lupa menanyakan apakah obat-obatan yang Anda minum berefek pada bayi Anda.

Obat-obat yang aman dan tidak aman bagi bayi

Ini adalah pertanyaan penting yang sering kali membuat wanita hamil dengan SLE menjadi waswas. Berikut ini informasi yang didapat dari The Lupus Foundation of America.

Obat-obat yang dianggap aman :
* aspirin
* kortikosteroid (prednison, prednisolon, metilprednisolon)
* dexametason
* heparin
* hidroksiklorokuin (hydraxychloroquine)
* warfarin

Obat-obat yang ditengarai tidak aman
* cyclophosphamide
* methotrexate

Obat-obat yang kemungkinan tidak aman
* azathioprine
* non-steroidal anti-inflammtory drugs

Obat-obat yang tidak diketahui keamanannya
* betametason
* cyclosporine
* mycophenolate mofetil

Adakah terapi mutakhir bagi wanita hamil penderita lupus?

Ada, yaitu yang disebut IVIg therapy (intravenous immunoglobulin infusion, IVIg). Immunoglobulin (Ig) adalah protein antibodi yang bersirkulasi dalam darah. Sedangkan IVIg adalah suatu pengobatan atau terapi menggunakan immunoglobulin yang disuntikkan ke dalam tubuh. Terapi immunoglobulin (IVIg therapy) telah terbukti manjur bagi pengobatan beberapa jenis penyakit autoimun dan telah digunakan untuk penyakit lupus di luar obat-obat lupus. Terapi IVIg juga sukses digunakan pada kehamilan resiko tinggi.

Selain telah terbukti bahwa terapi IVIg manjur untuk menanggulangi penyakit-penyakit autoimun dan kehamilan berisiko tinggi, para peneliti sedang mempelajari apakah hasil terapi IVIg dapat digunakan untuk wanita-wanita dengan lupus yang mempunyai riwayat RSA (recurrent spontaneous abortion), yaitu yang pernah mengalami aborsi spontan.

Saat ini satu tim ilmuwan di Roma yang mendesain penelitian ini, sedang mempelajari potensi manfaat dan risiko dari terapi IVIg untuk wanita-wanita yang mempunyai riwayat RSA – apakah ada kemungkinan meningkatkan keberhasilan mempertahankan janinnya, dan apakah terpai tersebut memengaruhi aktivitas penyakit lupus yang diidapnya.

Untuk sementara, hasil yang didapat adalah IVIg aman dan efektif untuk wanita pasien lupus yang hamil dengan riwayat RSA. Satu kelompok yang mendapat IVIg sukses mempertahankan kehamilannya dan melahirkan dengan selamat. Berat bayi rata-rata di atas 3,5 kg dan sehat. Para ibu yang melahirkan ini juga memperlihatkan pengurangan gejala penyakitnya sejak awal kehamilan sampai melahirkan. Kadar antibodi (anti-dsDNA, anti-Ro/SS-A, ANA, antikardiolipin) juga cenderung mengalami perbaikan, kecuali kadar lupus antikoagulan (LOAC) yang tetap tidak berubah.

Penelitian tersebut baru dilakukan pada pasien kulit putih, karena itu masih perlu diteliti pada wanita-wanita Afrika dan Asia. Juga pada wanita-wanita dengan lupus nefritis, lupus arthritis, pengidap lupus sejak anak-anak dan lainnya.

Kesimpulan yang didapat adalah pengobatan dengan terapi IVIg di masa depan sangat menjanjikan, terutama bagi mereka yang pernah berkali-kali mengalami keguguran. Masalahnya, terapi ini sangat mahal dan obatnya masih langka. Namun para ilmuwan tetap optimis, karena pasien lupus dengan riwayat RSA belum tentu mengalami keguguran pada kehamilan berikutnya, asalkan dia menjaga kesehatannya dengan selalu kontrol ke dokter.

Neonatal Lupus | Jenis Birth Control yang Baik bagi Pasien SLE

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.