Apakah Bisa Menikmati Hubungan Seksual Saat Menopause?

Selama Anda menghendaki, Anda tetap masih bisa melakukan kegiatan seksual. Banyak pasangan suami istri yang berusia lanjut masih melakukan hubungan seksual dan merasa bergairah sampai usia 80-an. Jika Anda berdua mengalami hambatan fisik, hubungi dokter. Memang suami lansia lambat ‘terbangun’, untuk mengatasinya perlu stimulasi dengan tangan. Krim jelly juga bisa membantu memudahkan penetrasi. Dan bagi Anda sendiri, vagina kering dapat diatasi dengan krim khusus. Namun, sepanjang ereksi dapat terjadi, penetrasi tidak akan membuat Anda kesakitan. Seharusnya Anda dapat menikmati seks bertahun-tahun setelah menopause.

Setelah menopause vagina akan mengerut, lapisannya semakin menipis dan rapuh sehingga penetrasi penis kemungkinan akan menyakitkan. Cobalah menggunakan jelly. Jika tetap tidak berhasil, hubungi dokter, mintalah krim hormon atau tablet yang bisa menormalkan kembali kehidupan seksual Anda.

Kekurangan hormon-hormon kewanitaan memang sering kali dijadikan ‘kambing hitam’ menurunnya libido pada wanita menopause. Padahal tidak demikian. Tidak ada alasan bahwa dorongan seksual yang menurun merupakan ciri permanen dalam kehidupan wanita menopause. Ketika seorang wanita melewati masa transisi pramenopause dengan semua perubahan yang dirasakannya, libido menjadi tersembunyi (tidak mendapat perhatian) untuk sementara karena ketika itu ia memprioritaskan perubahan-perubahan dalam hidupnya dan berusaha menanggulanginya.

Akan halnya sang pasangan, tentunya ketika itu juga sedang mengalami andropause dengan segala perubahan-perubahan hidup yang dirasakannya. Berbeda dengan wanita, dalam kegelisahannya sang pasangan akan bertingkah laku yang aneh-aneh, misalnya menjadi pesolek, membeli barang-barang mewah, atau menikah lagi untuk meyakinkan bahwa dirinya secara seksual masih mampu, bahwa ia tidak menderita disfungsi ereksi.

Di sisi lain, agaknya budaya dari zaman kuno masih berlaku hingga sekarang bahwa kita masih memandang seksualitas wanita dalam pengertian: seberapa baik tubuh kita memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan hasrat pria, bukan diri kita sendiri.

Sebaiknya Anda menyadari bahwa Anda tetap dapat memiliki libido yang besar apapun yang terjadi dengan hormon-hormon. Dengan kata lain, libido tidak bergantung pada kondisi hormon-hormon Anda. Fakta ini didukung oleh penelitian-penelitian yang telah membuktikan bahwa perubahan-perubahan hormon saat menopause tidak menjadi penyebab berkurangnya libido. Yang penting, Anda menjaga kesehatan dan vitalitas diri, dan sadarilah bahwa gejala-gejala yang sangat tidak nyaman menjelang saat menopause tidak akan berlangsung selamanya. Gejala-gejala itu akan semakin berkurang dan kehidupan Anda akan pulih kembali. Karena itu, selain menjaga diri, Anda juga sebaiknya menjaga hubungan dengan pasangan, jalinlah keakraban dan kejujuran untuk membicarakan kondisi Anda dan pasangan saat itu. Kemudian berkompromi mencari jalan keluarnya.

Sekarang ini telah banyak tersedia berbagai krim, obat, maupun peralatan bagi wanita maupun pria usia setengah baya yang menginginkan hubungan seksualnya tidak terhambat. Karena itu tak ada alasan bagi Anda untuk merasa diri libido berkurang, dan pasangan untuk mencoba keperkasaan seksnya pada wanita lain.

Kecenderungan Suami Berselingkuh Saat Istri Menopause | Menopause Dini

This entry was posted in Menopause. Bookmark the permalink.