Apakah Cedera Kepala atau Bertinju Menyebabkan Parkinson?

Hanya sedikit orang (sekitar 1%) yang mengalami cedera kepala yang bertahan lama kemudian menderita parkinson. “Cedera kepala serius” berati orang tersebut dalam keadaan koma selama paling sedikit satu jam, dirawat di rumah sakit, dan mungkin dioperasi untuk mengeluarkan bekuan darah. Bekuan darah itu mungkin telah meningkatkan tekanan di dalam tengkorak, menyebabkan tekanan ke bawah pada substansia nigra yang cukup banyak untuk menyebabkan parkinson. Akan tetapi, cedera kepala ringan tidak menyebabkan parkinson. Cedera kepala ringan adalah cedera yang tidak menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran atau hanya menyebabkan kehilangan kesadaran singkat.

Karena perhatian yang diberikan pada salah satu seorang petinju terbesar sepanjang masa, Muhammad Ali, dan perjuangannya dengan parkinson, banyak orang bertanya-tanya apakah tinju menyebabkan parkinson. Pukulan berulang kali ke arah otak yang diterima oleh petinju dalam kurun beberapa tahun dapat mengakibatkan kondisi yang disebut demensia pugilistika. Telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang petinju yang menderita demensia pugilistika, tetapi Muhammad`Ali tidak menderita demensia pugilistika, dia menderita parkinson biasa. Parkinson yang diderita Muhammad Ali dimulai dengan tremor saat istirahat di tangan kirinya dan kemudian berkembang menjadi kelambatan dari tangannya dan gaya berjalan yang diseret, semuanya khas parkinson. Parkinson yang diderita Muhammad Ali berkembang sangat lambat, lebih dari 22 tahun, tidak seperti evolusi dari demensia pugilistika, yang berkembang dengan cepat menjadi demensia dan ketidakmampuan untuk berjalan dalam kurun waktu 5 tahun. Sebaliknya, pikiran Muhammad Ali masih tajam, dia tidak menderita demensia, dan setelah 22 tahun dengan parkinson, dia masih dapat berjalan. Akhirnya hasil MRI petinju penderita demensia pugilistika menunjukkan bukti kerusakan otak, sedangkan MRI Muhammad Ali tidak demikian.

Hasil dari beberapa penelitian, 15 – 40% dari semua mantan petinju profesional menunjukkan gejala-gejala penyakit Alzheimer. Di salah satu ujung spektrum dari mantan petinju profesional ada George Foreman, yang bertinju lebih lama dan menerima pukulan lebih banyak di kepalanya daripada Muhammad Ali, sekalipun demikian tidak menunjukkan tanda demensia. Di ujung lain dari spektrum terdapat beberapa mantan petinju dengan penderitaan hebat yang mengalami demensia pugilistika dan dirujuk sebagai “mabuk terkena tinju”. Di antara kedua ujung itu terdapat petinju yang mengalami kesulitan berbicara, kekakuan, ketidakstabilan, kehilangan memori, tingkah laku yang tidak tepat dengan derajat yang bervariasi. Gejala-gejala, kalau muncul, biasanya dimulai tidak lama setelah karir petinju itu berakhir. Kadang-kadang mereka pertama klai menyadari setelah terkena pukulan keras. Secara rata-rata gejala-gejala pada petinju muncul 16 tahun setelah mereka mulai bertinju, walaupun kadang-kadang gejala-gejala itu muncul hanya 6 tahun setelah berkarir menjadi petinju. Walaupun gejala-gejala itu juga muncul pada petinju amatir, namun lebih sering diderita pada petinju profesional. Dalam semua kelas ada petinju yang menderita, namun lebih banyak penderita dari kelas berat. Walaupun bagaimana mekanisme pukulan ke kepala yang terjadi berulang-ulang menyebabkan kerusakan otak belum diketahui dengan jelas, diduga pukulan seperti itu mengakibatkan cedera seperti tersayat dan banyak perdarahan kecil. Karena akumulasi kerusakan, gejala-gejala minimal muncul berangsur-angsur menjadi gejala yang lebih jelas.

Pemeriksaan dengan otopsi otak dari petinju yang menderita demensia pugilistika tidak menunjukkan perubahan dari parkinson (kehilangan sel dopamin dalam substansia nigra dengan pembentukan bulatan Lewy), namun terdapat kehilangan sel-sel otak di lobus frontal dan temporal, dan juga amygdala (“pusat kemarahan”) dan nucleus basalis. Perubahan yang lebih jarang dijumpai berada dalam basal ganglia dan talamus. Perubahan mikroskopik menyerupai yang ada pada penyakit Alzheimer dan termasuk endapan protein di sekitar pembuluh darah (disebut plak amiloid), dan kekusutan neurofibriler (serabut yang terbelit dari suatu protein atau di dalam neuron) dalam sel otak yang mengalami kematian. Pembentukan bulatan Lewy bukan bagian dari demensia pugilistika.

Apakah Penyakit Parkinson Diturunkan? | Apakah Stroke Menyebabkan Parkinson?

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.