Apakah Kafein Baik untuk Penderita Asma?

Kafein adalah senyawa alami. Ahli analitis kimiawan Jerman Friedrich Ferdinand Runge (1795 – 1867) menemukan kafein di tahun 1819, tampaknya atas desakan Goethe, yang telah mendorong Runge untuk mempelajari dan menganalisa kopi. Kita sekarang tahu bahwa kafein secara alami ada dalam makanan seperti biji kopi, daun teh, biji kakao (digunakan untuk membuat coklat), kacang bola, guarana, dan mate. Kafein juga sering ditambahkan ke produk minuman, seperti minuman ringan berkarbonasi dan minuman yang dipasarkan sebagai minuman energi. Kafein ini juga tersedia dalam bentuk pil, baik sendiri (NoDoz, Vivarin), atau sebagai zat aditif, misalnya aspirin, seperti dalam Anacin dan Excedrin.

Penelitian tentang pengaruh kafein pada manusia memastikan bahwa kafein adalah sebuah bronkodilator, yang meningkatkan fungsi paru, dan meskipun itu adalah bronkodilator lemah, jelas memiliki efek yang menguntungkkan pada pengukuran langsung fungsi paru-paru, seperti kapasitas vital, FEV1, dan aliran ekspirasi. Studi dari metabolisme manusia terhadap kafein mengungkapkan bahwa kafein yang ditelan dimetabolisme oleh tubuh dan diubah menjadi tiga senyawa yang terpisah. Metabolit kafein adalah paraxantin, teobromin, dan teofilin. Teofilin terkenal sebagai bronkodilator, digunakan dalam bentuk pil selama puluhan tahun dalam pengobatan penyakit paru-paru, termasuk asma, bronkhitis obstruktif kronis, dan emfisema. Pengaruh kafein secara oral maksimal sekitar 2 jam setelah konsumsi dan hilang setelah sekitar 6 jam. Kebetulan, jika Anda sedang menjalani tes fungsi paru sebagai bagian dari evaluasi kemungkinan asma, Anda harus menghindari kafein selama minimal 4 jam sebelum tes paru. Jadi, untuk kembali ke pertanyaan tentang kafein yang baik bagi penderita asma jika Anda menikmati minuman mengandung kafein, tahu mengandung kafein, jika dikonsumsi dalam dosis cukup tinggi, menyebabkan bronkodilatasi dan mungkin memperbaiki fungsi paru-paru Anda.

Hubungan antara Obesitas dengan Asma | Jenis Olahraga untuk Penderita Asma

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.