Apakah Kandung Kemih yang Terlalu Aktif Merupakan Bagian dari Parkinson?

Masalah kandung kemih, seperti sering buang air kecil, dapat merupakan efek dari gejala parkinson yang membuat frustasi dan memalukan. Kandung kemih adalah otot polos, disebut detrusor, yang berbentuk seperti piramida kosong dengan ujung runcingnya mengarah ke bawah. Kandung kemih tidak berkontraksi atas kehendak seperti otot lengan dan tungkai Anda. Sebaliknya kandung kemih mengerut dan mengendur sebagai respons terhadap berapa banyak urin yang ada di dalamnya. Pada umumnya, kandung kemih Anda dapat menampung sekitar 650 ml urin. Seiring dengan pertambahan usia, kandung kemih Anda menjadi kurang elastik dan hanya dapat menampung urin separuhnya.

Mengerutnya kandung kemih diatur oleh senyawa kimia pembawa pesan, norepinefrin dan asetilkolin. Agar kandung kemih And amnegosongkan isinya, pengerutan detrusor harus dibarengi dengan pengenduran atau pembukaan dua buah “gerendel”atau otot seperti cincin. Pengerutan otot cincin internal terjadi di luar kendali, sedangkan pengerutan otot cincin eksternal terjadi dalam kendali; inilah yang membuat Anda dapat menahan kencing sampai tiba di kamar kecil. Pengerutan kedua otot cincin berada dalam kendali asetilkolin.

Bila ada waktu dan tempat untuk buang air kecil tepat, otak sadar, pusat kecing, dan sistem saraf otonomi (SSO) Anda bekerja sama untuk mnegerutkan kandung kemih dan pada waktu yang sama mengendurkan otot cincin internal dan eksternal serta otot di dasar pinggul sehingga Anda dapat membuang urin. Bila pusat kecing atau sistem saraf otonomi Anda bermasalah, karena parkinson dapat memengaruhi salah satunya, Anda mungkin mengalami gejala-gejala kandung kemih yang terlalu aktif, tergantung pada separah apa bagian-bagian berbeda dari sistem saraf Anda terpengaruh. Gejala yang lebih jarang, Anda mungkin mengalami kandung kemih yang kurang aktif (hipoaktif atau hipotonik) atau keduanya kandung kemih yang terlalu aktif dan kurang aktif. Pada pasien laki-laki, kelenjar prostat yang besar mungkin menghambat aliran urin. Pasa pasien perempuan, otot pinggul yang kendur (akibat dari mengandung) dapat menyebabkan kencing keluar di luar kesadaran. Di bawah ini gejala-gejala yang lebih umum dari malfungsi kandung kemih pada penderita parkinson.

* Frekuensi, gejala dari kandung kemih yang terlalu aktif, perlu dikosongkan berulang-ulang, delapan kali atau lebih sehari.

* Kelambanan, salah satu gejala dari kandung kemih yang terlalu aktif, didefinisikan sebagai periode kelambanan, beberapa detik sampai beberapa menit, antara waktu Anda yang ingin mengosongkan dan berada di kamar kecil, namun urin tidak dapat keluar.

* Tidak dapat menahan kencing, keluarnya kencing secara tidak sengaja atau tanpa disadari atau bocor. Tidak dapat menahan kencing mungkin adalah gejala dari kandung kemih yang terlalu aktif: Anda merasakan desakan utnuk kencing, tetapi tidak dapat sampai di kamar kecil tepat waktu. Atau ini mungkin gejala dari kandung kemih yang hipotonik, disebut inkontinensi bocor: urin keluar dari kandung kemih yang penuh lewat otot cincin yang lembek.

* Inkontinensi stres adalah keluarnya urin yang terjadi bersamaan dengan batuk, menangis, tertawa, atau bangkis. Aktivitas ini meningkatkan tekanan dalam perut, menekan urin keluar lewat otot cincin yang lembek.

* Nokturia, kencing dua kali atau lebih di malam hari biasanya merupakan gejala dari kandung kemih yang terlalu aktif atau pembesaran prostat atau keduanya. Di malam hari, ketika Anda berbaring, kandung kemih berada dalam posisi berbaring. Bukannya terpusat di leher kandung kemih, urin menyebar di permukaan yang lebih luas yang “menipu” SSO dan mengira kandung kemih Anda sudah lebih penuh daripada sesungguhnya. Pada banyak orang, nokturia menyebabkan sulit tidur. Untuk meminimalkan nokturia jangan minum apa pun di malam hari dan cobalah untuk menghindari alkohol, yang merupakan diuretik. Anda dapat juga mencoba tidur dalam posisi tegak, karena posisi ini akan membuat urin terkonsentrasi di leher kandung kemih.

* Retensi, ketidakmampuan untuk kencing, adalah gejala dari kandung kemih hipotonik atau kurang aktif. Ketidakmampuan total untuk kencing adalah keadaan darurat dan perlu katerisasi, menyusupkan selang tipis ke dalam kandung kemih lewat uretra.

Bila Anda mengalami gejala-gejala kandung kemih terlalu aktif atau hipotonik, Anda harus berobat ke dokter, lebih baik dokter ahli urologi. Dia akan memeriksa Anda termasuk analisis urin untuk memastikan bahwa tidak ada infeksi. Pemeriksaan juga termasuk tes darah untuk mengetahui apakah ada penyakit ginjal dan diabetes. Pada laki-laki, pemeriksaan ini termasuk colok dubur untuk mengetahui keadaan kelenjar prostat. Pada perempuan, termasuk pemeriksaan pinggul untuk mengetahui keadaan kandung kemih, rahim, posisi letak rahim terhadap kandung kemih, dan apakah otot-otot pinggul masih cukup kuat.

Pengobatan kandung kemih bervariasi tergantung pada sifat alami dari masalah. Dokter ahli urologi dapat meresepkan obat untuk mengendurkan kandung kemih dan otot cincin dari kandung kemih yang terlalu aktif. Penghambat asetilkolin seperti darifenacin (Enablex), oxybuynin (Ditropan), solifenacin (Vesicare), tolterodine (Detrol), dan trospium (Sanctura) bekerja untuk mengendurkan otot-otot kandung kemih, tetapi mungkin menyebabkan efek samping seperti mulut kering, pandangan kabur, sembelit, denyut jantung cepat, dan merasa ada semburan panas, karena penghambatan aksi asetilkolin di tempat lain. Pada pasien dengan usia lanjut, dan beberapa pasien parkinson, efek samping mungkin termasuk merasa bingung, tidak tahu arah, berkhayal, halusinasi, dan kehilangan memori. Efek samping ini dapat menyerupai demensia (pikun), tetapi akan hilang setelah obat dihentikan. Akan tetapi, Enablex dan Sanctura tidak masuk ke dalam otak dan tidak menyebabkan efek samping yang menyerupai demensia. Penghambat norepinefrin, seperti tamsulosin (Flomax), doxazosin (Cardura), terazosin (Hytrin), dan alfuzosin (UroXatral) juga mengendurkan kandung kemih. Efek samping dari menghambat pengaruh norepinefrin di tempat lain dapat termasuk tekanan darah tinggi, yang mengakibatkan pusing dan pingsan.

Latihan Kegel (mengetatkan otot dasar pinggul) berfungsi untuk memperbaiki kemampuan menahan kencing dan feses, serta bermanfaat bagi laki-laki dan perempuan. Latihan ini memerlukan waktu lama agar terlihat hasilnya, mungkin diperlukan waktu 4 – 8 minggu sebelum Anda merasakan hasilnya. Cara yang biasa untuk mengetahui otot mana yang relevan untuk dilatih adalah saat mulai kencing, hentikan aliran sebelum tuntas. Ketegangan otot yang Anda rasakan saat itu adalah otot-otot dasr pinggul. Ketika Anda mulai lagi membuang urin, Anda mengendurkan otot pinggul ini. Setelah mengetahui, Anda dapat berlatih mengerutkan dan mengendurkan otot-otot ini tanpa menunggu saat kencing. Salah satu teknik untuk berlatih adalah mengerutkan otot-otot pinggul perlahan-lahan dan menahan selama lima detik, kemudian lepaskan perlahan-lahan. Lakukan ini 25 kali sehari dan Anda akan merasakan perbedaannya.

Gejala Parkinson yang LainApakah Sembelit Bagian dari Parkinson?

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.