Apakah Kesulitan Berbicara Merupakan Bagian dari Parkinson?

Kira-kira separuh dari semua pasien parkinson mengalami kesulitan bicara. Kesulitan bicara itu berbeda-beda tingkat keparahannya dari minor sampai sedang pada sebagian besar pasien, dan mencolok pada sekitar 10%. Kesulitan ringan mungkin nyaris tidak disadari bagia sebagian besar pendengar dan sama sekali tidak disadari oleh pasien. Kesulitan berbicara ringan paling terasa kalau sedang berbicara di telepon: telepon menyaring banyak frekuensi tinggi dan membuat suara Anda kurang terdengar. Kesulitan yang diketahui biasanya berkaitan dengan kesulitan dalam menelan dan bernapas. Otot-otot yang digunakan dalam berbicara sebagian juga digunakan untuk menelan dan bernapas, dan ketika pasien terpengaruh secara serius besar kemungkinan otot yang lain juga terpengaruh.

Berbicara dapat dibagi menjadi suara, tindakan dan mekanik berbicara, dan bahasa, isi dari pembicaraan. Parkinson terutama memengaruhi suara. Strok di sisi kiri otak, demensia parkinson (demensia bulatan Lewy), dan penyakit Alzheimer, semuanya memengaruhi bahasa. Mutu dari suara yang dipengaruhi oleh parkinson adalah: volume, nada (“padanan” suara dengan gradasi dari warna tertentu, seperti gradasi warna berbeda dari biru atau merah atau kuning), dan tinggi nada (padanan suara dengan intensitas, kecerahan, atau keredupan, dari gradasi warna tertentu). Bagi sebagian besar pasien parkinson, kesulitan suara terwujud dalam bentuk berkurangnya volume, nada, dan tinggi nada. Suara Anda dapat diuraikan sebagai rendah, monoton, dan tidak bervariasi. Kesulitan suara pada parkinson, seperti kesulitan bergerak, muncul karena otot yang digunakan untuk berbicara terpengaruh: otot itu menjadi kaku, bergerak perlahan, dan tidak tuntas. Otot-otot ini dan struktur yang dipengaruhinya termasuk hidung, bibir, lidah, pipi, langit-langit lunak dan keras, tenggorokan bagian belakang atau faring, pita suara, dan otot dinding dada termasuk diafragma dan otot antar iga.

Pita suara Anda adalah otot; konfigurasinya merupakan akibat dari lipatan-lipatan ke dalam dari suatu membran yang membentang menutupi laring, atau kotak suara. Pita ini bergetar, sesuai dengan aliran udara yang ebrasal dari paru-paru Anda. Frekuensi pita suara Anda bergetar menentukan tinggi rendahnya suara; perempuan mempunyai frekuensi yang lebih tinggi dari laki-laki, dna oleh karena itu mempunyai nada suara yang lebih tinggi. Tiga masalah berkaitan dengan pita suara dapat terjadi pada parkinson.

1. Pita suara And amungkin tidak tertutup secara lengkap. Hal ini dapat dilihat dengan memeriksa pita suara menggunakan alat yang disebut laringoskop. Bila pita suara Anda tidak menutup secara lengkap, suara Anda menjadi rendah dan seperti tertelan. Pada beberapa pasien, kolagen dapat disuntikkan ke setiap pita suara untuk “memperbesar”, mengakibatkan penutupan yang lebih lengkap.

2. Pita suara Anda mungkin tertutup terlalu rapat. Ini dapat juga dilihat lewat laringoskop. Bila pita suara Anda tertutup terlalu rapat, suara Anda, walaupun awalnya keras, menyusut dengan cepat, dan mempunyai mutu “seperti buluh” (nada tinggi tapi tidak keras) atau “suara napas terdengar”. Pada beberapa pasien pita suara tertutup terlalu ketat karena ada jaringan parut, dan pada beberapa pasien karena distonia, yang disebut distonia spasmodik, yang dapat dibantu dengan suntikan Botox ke pita suara. Dalam kondisi seperti parkinson seperti atrofi beberapa sistem, pita suara mungkin tertutup sepenuhnya. Penutupan seperti itu ditandai dengan suara melengking, bernada tinggi yang disebut strider. Ini adalah keadaan darurat secara medis karena, bila tidak diobati, udara tidak dapat masuk ke paru-paru dari hidung dan tenggorokan Anda.

3. Yang paling umum, pita suara mungkin tidak bergetar secepat yang seharusnya dan mungkin mudah lelah. Inilah yang menyebabkan, sebagian, suara bernada rendah, monoton yang umum dialami oleh pasien parkinson.

Paru-paru Anda juga memainkan peran penting dalam menentukan mutu suara. Berada di dalam rongga dada, paru-paru dilindungi oleh struktur tulang dari tulang iga dan juga terbungkus oleh kantong berdinding ganda yang disebut pleura. Otot-otot antar iga Anda bekerja untuk mengembangkan dan menyusutkan rongga dada saat bernapas, membuat udara masuk ke dalam paru-paru lewat saluran trakea dan bronkus. Pada pasien parkinson, otot antar iga menjadi kaku, yang dapat mengakibatkan bernapas lebih cepat sampai dengan 20 kali atau lebih per menit. Pernapasan yang lebihc epat ini, disebut hiperventilasi, hasilnya adalah penurunan tekanan kabon dioksida dan dalam kapasitas penyangga dari darah Anda, menyebabkan perasaan napas pendek atau kurang napas, yang membuat Anda lelah dan meningkatkan kegelisahan.

Bila Anda tidak mampu mengambil napas dalam, Anda tidak dapat berbicara dengan keras. Untuk menggambarkan mengenai hal ini, tahan napas Anda dan cobalah untuk berbicara dengan suara keras. Suara Anda, di awalnya keras, dengan cepat memudar. Karena gangguan pita suara sulit diobati, maka ditekankan perbaikan otot lain yang digunakan untuk berbicara. Tindakan yang diajarkan mudah dilakukan oleh siapa pun, dimana pun. Pertama-tama, jepitkan balon di antara bibir dengan mengetatkan dan memberi tekanan pada otot bibir Anda. Perlahan-lahan tiup balon, dengan mengetatkan dan memberi tekanan pada pipi, tenggorokan, dan otot antar iga Anda. Lakukan ini 30 kali sehari ketika obat anti parkinson sedang bekerja dan otot bekerja secara efisien.

Ahli terapi yang mengobati parkinson biasanya paham mengenai atau mengajarkan Lee Silverman Voice Therapy (LSVT) yang menekankan latihan suara dengan memperkuat otot yang digunakan untuk berbicara; serupa dengan latihan penyanyi opera untuk menyanyi dengan keras. Di Muhammad Ali Parkinson Center, pasien diajari untuk berbicara dengan lebih keras dan lebih jelas.

Apakah Postur Bungkuk Merupakan Bagian dari Parkinson?Apakah Parkinson adalah Penyebab Sulit Berjalan?

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.