Apakah Lupus Memengaruhi Libido dan Dapat Ditularkan Secara Seksual?

Kehilangan libido bisa terjadi pada setiap pasien yang mengidap penyakit kronis termasuk SLE. Kontrol optimal pada penyakit tersebut kemungkinan bisa memulihkan kembali libido. Faktor kedua yang juga bisa menurunkan libido pada pasien dengan SLE adalah efek pengobatan (terutama antidepresan dan beta-bloker), depresi, dan fatique. Sebaiknya Anda menghubungi dokter untuk cek hormon tiroid dan DHEA (hormon pria) apakah kadarnya rendah.

Penelitian pengobatan dengan DHEA pada pasien lupus menunjukkan perbaikan / meredakan gejala lupus juga perbaikan dalam hal pemulihan libido. Bagi wanita yang sudah menopause, terapi estrogen bisa membantu memulihkan libido (ini hanya diperuntukan bagi pasien dengan SLE remisi stabil tanpa kadar antibodi antifosfolipid dalam tubuhnya). namun harap waspada karena terapi hormon masih kontroversial, yaitu dihubungkan dengan risiko penyakit kardiovaskuler dan kanker payudara.

Penyakit lupus tidak dapat ditularkan secara seksual karena lupus tidak disebabkan oleh suatu infeksi kuman. Menurut para ahli, lupus adalah suatu penyakit reumatik sistemik (systemic rheumatic disease). Penyebabnya diperkirakan faktor genetik dengan pencetus faktor lingkungan yang belum teridentifikasi (unidentified environmental triggers).

Fertilitas wanita dengan SLE sama dengan fertilitas umumnya pada wanita sehat, tetapi dengan dua pengecualian. Yang pertama, wanita dengan kasus sindrom antifosfolipid yang pernah mengalami keguguran spontan (RSA). Kasus ini disebut secondary infertility (infertilitas kedua). Situasi kedua adalah kasus dimana sebelumnya wanita tersebut telah diobati dengan cyclophosphamide (cytoxan), ini dapat menurunkan infertilitas pada beberapa pasien. Kadar fertilitas sesungguhnya berhubungan dengan usia, karena itu sulit memperkirakan fertilitas pada umumnya pada setiap pasien SLE.

Drug Induced Lupus (DIL) | Hubungan antara Penyakit Lupus dengan Lainnya

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.