Apakah Migrain Lazim pada Usia Lanjut?

Jika usia Anda melebihi 65 tahun dan Anda mengalami sakit kepala pertama, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda, untuk menyelidiki kemungkinan penyebab sakit kepala tersebut. Hanya sekitar 2% dari semua jenis migrain yang dimulai setelah usia 65 tahun. Sehingga serangan migrain yang baru seharusnya tidak dianggap migrain dan tindakan mungkin harus dilakukan untuk memastikan menghilangkan penyebab berbahaya atau dapat berulang dari sakit kepala. Sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain atau obat-obatan disebut sakit kepala sekunder (secondary headache).

Seiring pertambahan usia, kita cenderung untuk menambah semakin banyak diagnosis pada riwayat kesehatan. Banyak penyakit yang menimpa kita juga menimbulkan sakit kepala. Sebagian dari penyakit itu bersifat neurologis, sementara penyakit lain termasuk penyakit sistemik (systemic disease), artinya mereka memengaruhi banyak organ atau sistem organ. Misalnya, anemia berat (sel darah merah yang sangat rendah), gagal ginjal dan dialisis, gangguan tidur, tekanan darah tinggi akut dan kadar kalsium yang sangat tinggi dalam darah (hypercalcemia). Biasanya mengatasi penyakit pokok tersebut dapat membantu meredakan migrain. Pengobatan tersebut, ditambah dengan obat-obat sakit kepala, kemungkinan dapat membantu menguranginya.

Selain itu, sakit kepala sekunder itu mungkin juga berkaitan dengan obat-obatan yang Anda konsumsi untuk mengontrol penyakit tersebut atau penyakit lainnya. Obat-obatan yang kemungkinan terkait dalam menyebabkan sakit kepala termasuk obat yang melebarkan pembuluh darah, seperti nitrates (nitroglycerin dan nitropaste), Viagra dan Cialis. Obat-obatan lain dikenal sebagai penyebab sakit kepala adalah steroid, proton pump inhibitor (digunakan untuk refluks pada lambung), inhibitor selektif serotonin reuptake (obat-obatan SRRI yang juga sekaligus dapat meringankan sakit kepala), nicotinic acid dan Fosamax. Tentu saja daftar ini tidaklah lengkap dan memang tidak dimaksudkan demikian. Namun, kapan saja Anda diberikan resep untuk sebuah obat, Anda harus mendiskusikan mengenai efek sampingnya dengan apoteker. Meskipun sakit kepala mungkin terdaftar sebagai potensi efek samping, Anda mungkin tidak seharusnya mengalami sakit kepala. Namun, jika Anda ternyata mengalaminya, Anda mungkin ingin mendiskusikan mengenai obat alternatif dari jenis yang sama atau obat yang dapat mencapai hasil yang sama, namun melalui mekanisme yang berbeda.

Anda juga dapat mengalami beberapa penyakit yang lazimnya dapat menyebabkan sakit kepala, seperti strok, tumor otak, hematoma subdural atau epidural (gumpalan darah traumatis di dalam otak) dan herpes zoster. Yang tidak lazim, namun juga dapat menyusahkan, adalah neuralgia trigeminal dan arteritis temporal. Walaupun demikian, para ahli saraf tetap mewaspadai jenis-jenis penyakit itu, ketika seseorang yang usia lebih dari 50 tahun mengalami sejenis sakit kepala baru atau yang berubah.

Strok sangat dikenal sebagai penyebab sakit kepala, baik secara akut maupun kronis. Dapat dibedakan dua jenis dari strok, iskemik dan hemoragik. Strok iskemik tampak ketika suatu area dari otak tidak cukup menerima oksigen, biasanya karena disebabkan embolus (sejenis gumpalan) dari jantung atau urat nadi utama di leher (carotid artery) yang pecah dan menghambat pembuluh darah di dalam otak. Strok hemoragik terjadi, ketika terlalu banyak darah mencapai suatu bidang di dalam otak, memecahkan pembuluh darah dan mengalirkan darah ke bagian utama otak. Jenis strok ini biasanya tampak pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi kronis, atau peningkatan tekanan darah yang tiba-tiba seperti terlihat dalam penggunaan bahan-bahan seperti kokain. Akibat dari strok hemoragik adalah gumpalan darah di dalam otak. Biasanya gejala yang paling mengejutkan adalah mati rasa, lemah anggota tubuh dan/atau kesulitan berbicara. Namun, kedua jenis strok itu kemungkinan diikuti oleh sakit kepala. Jika strok sudah sangat parah, pasien kemungkinan merasakan sakit kepala jauh lebih lama setelah problem akut tersebut sudah selesai. Obat-obatan biasanya diberikan untuk menghilangkan sakit kepala terkait strok.

Seorang ahli saraf biasanya akan mempertimbangkan tumor otak jinak, yang disebut meningioma, sebagai penyebab potensial dari migrain untuk para pasien migrain yang berusia lanjut. Meningioma adalah tumor jinak yang muncul dari meninges, jaringan di sekeliling otak. Biasanya menyebabkan sakit kepala dan masalah neurologis karena menekan otak. Jika Anda berusia lebih dari 45 atau 50 tahu dan mengalami sakit kepala yang baru atau semakin buruk, penyebabnya mungkin meningioma. Tumor tersebut biasanya tumbuh sangat perlahan, dan biasanya bisa tampak pada pemeriksaan CAT scan dan MRI, dan seringkali diangkat dengan mudah melalui operasi. Obat-obatan mungkin berguna dalam menangani sakit kepala terkait meningioma, jika tidak ada masalah neurologis lainnya. Dokter juga akan mencari jenis tumor lainnya, dan mungkin menyarankan Anda untuk suntikan pewarna kontras selama pemeriksaan CAT scan atau MRI, untuk memberikan gambar visual otak yang lebih baik. Sementara, risiko tumor tergolong rendah, kecenderungan dokter untuk melihat kondisi otak Anda untuk memastikan seiring pertambahan usia, karena risiko migrain akan turun secara dramatis.

Dokter Anda juga kemungkinan mempertimbangkan mengenai gumpalan darah traumatis di otak yang disebut dengan subdural hematoma. Gumpalan jenis ini sangat lazim dan dapat menyebabkan sakit kepala, kebingungan, kejang dan defisit neurologis fokal, jika mereka sudah tumbuh cukup besar. Anda mungkin mengingat peristiwa seperti terjatuh atau kecelakaan mobil ringan (“fender-bender”), atau bahkan benjol di kepala akibat membentur lemari atau atap mobil. Setelah beberapa hari atau minggu, mungkin Anda mulai menyadari meningkatnya sakit kepala tanpa adanya gejala lain yang terlihat. Dalam kejadian cedera otak ringan atau sakit kepala setelah itu dalam usia lanjut, cukup sebagai perintah untuk melakukan CAT scan yang sederhana untuk menghilangkan kemungkinan hematoma, yaitu gumpalan darah yang menekan di dalam otak. Subdural hematoma biasanya sangat mudah diangkat dan mungkin saja bisa menghilang secara spontan, tanpa operasi. Namun, jika diikuti dengan kebingungan, kejang, mati rasa, atau lemah anggota tubuh, sakit kepala itu harus dievaluasi di ruang gawat darurat segera dan biasanya diindikasikan untuk pelaksanaan operasi.

Jika Anda pernah mengalami kejadian traumatis di mana Anda membentur kepala dan kemudian tidak terjadi apa pun setelah kejadian itu, tetapi kemudian mengalami gangguan tidur yang tidak normal dan/atau keluhan sakit kepala yang berat atau keluhan neurologis lainnya dalam beberapa jam kemudian, Anda harus egera pergi ke ruang gawat darurat. Gejala ini mungkin mengindikasikan adanya gumpalan darah yang disebut epidural hematoma. Gumpalan darah jenis ini berkembang lebih cepat dibandingkan subdural hematoma dan kemungkinan berbahaya.

Yang tampak pada semua usia, namun sangat umum pada usia lanjut adalah herpes zoster, atau lebih dikenal sebagai penyakit ruam pada saraf. Ketika Anda menderita penyakit itu, maka kemungkinan Anda akan mengalami vesikel (vesicles) atau semacam gelembung pada wajah, leher, dan perut. Setelah penyakit itu sembuh, maka Anda akan menyadari adanya rasa sakit yang mengganggu di bagian tertentu. Rasa itu dikenal sebagai neuralgia atau sakit saraf, biasanya rasa gatal yang teramat sangat, kesemutan dan/atau rasa terbakar. Anda bisa diberikan pil dan/atau krim untuk menghilangkan rasa sakit tersebut.

Trigeminal neuralgia bisa terjadi pada semua kelompok usia, tetapi cenderung lebih umum pada usia lanjut. Gejalanya biasanya terdiri dari rasa sakit yang parah, menusuk ketika bagian rahang yang terkena atau saat mengunyah. Dokter Anda mungkin memerintahkan pemeriksaan MRI untuk menemukan penyakit yang menekan saraf yang memasok wajah. Jika Anda memiliki trigeminal neuralgia, Anda mungkin mulai diberikan obat-obatan atau ditawarkan prosedur yang lebih invasif untuk menghilangkan rasa sakit Anda.

Jika usia Anda lebih dari 50 tahun dan mengalami sakit kepala, dokter Anda mungkin mempertimbangkan diagnosis arteritis sel raksasa (giant cell arteritis). Penyakit langka ini dapat diobati. Juga disebut dengan temporal arteritis, yang ditandai dengan sakit kepala biasanya dirasakan di atas mata dan dahi, dan mungkin diikuti dengan hilangnya penglihatan atau meredup. Pembuluh darah yang melintasi bagian dahi kemungkinan membesar dan juga empuk. Jika Anda mengalami demam, turun berat badan dan sakit otot bersama dengan jenis sakit kepala ini, maka penyakit itu disebut sebagai polymyalgia rheumatica, dan pengobatan Anda akan dikoordinasikan dengan seorang ahli reumatologi (rheumatologist). Diagnosis dilakukan melalui tes darah yang sederhana, dan seringkali dilakukan biopsi pada pembuluh darah temporal itu berada. Pengobatan akan terdiri dari steroid dengan lanjutan jangka panjang oleh seorang ahli saraf dan spesialis reumatologi.

Kabar baiknya adalah migrain semakin menghilang pada usia lanjut, namun penuaan adalah sebuah berkah yang ada baik-buruknya. Sudah perlu dikatakan bahwa Anda harus menemui dokter Anda segera dan menceritakan mengenai sakit kepala Anda. Jika Anda bukanlah seseorang yang sering mengalami sakit kepala, atau belum pernah sebelumnya, maka Anda harus melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh dibandingkan usia dewasa muda lainnya. Dari semua kemungkinan, tindakan pemeriksaan ini akan negatif, namun sangat penting untuk menyingkirkan bahaya potensial atau menghilangkan penyebab dari sakit kepala.

Prevalensi migrain menurun dengan nyata setelah usia 60 tahun. Penurunan itu masing-masing sekitar 5% pada wanita usia lanjut dan kurang dari 2% pada pria usia lanjut dari 20% dan 8% pada rekan mereka yang lebih muda. Jika Anda seorang wanita yang menderita migrain yang terkait dengan masa haid, maka Anda bisa menemukan ketika fluktuasi bulanan saat hormon post-menopause berhenti, maka Anda akan mengalami lebih sedikit migrain. Banyak pasien juga melaporkan, bahwa sakit kepala mereka tidak lagi terlalu menyakitkan dan tidak memerlukan obat yang lebih banyak lagi, hanya membutuhkan obat bebas untuk pengobatannya.

Apakah Benar Migrain akan Meningkat setelah Menopause? | Apakah Mencatat Kejadian Migrain Bisa Membantu?

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.