Apakah Osteoporosis Identik dengan Keropos Tulang?

Osteoporosis adalah suatu penyakit yang menyerang tulang dan berakibat keropos tulang. Karena itu, osteopororis bisa dicegah dan bisa disembuhkan. Tentu saja yang terbaik adalah mencegah agar setiap wanita tidak diserang osteoporosis di hari tuanya. Pencegahan ini sudah harus dilakukan dengan sadar ketika mereka berusia 30-an. Pada usia itu, kepadatan tulang sudah mulai berkurang, dan memasuki masa menopause ketika hormon estrogen tidak lagi diproduksi, tulang-tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Jika Anda tidak menjaga kesehatan tulang ketika berusia 30-an, maka ketika Anda berusia 50-an tulang meulai mengalami pengeroposan. Dimulai dengan pengeroposan gigi dan pergelangan tangan, kemudian secara bertahap tulang punggung mulai keropos dan mudah patah, bahkna bisa melengkung sehingga Anda menjadi bungkuk. Keadaan seperti itu disebut kifosis atau “punuk Dowager”. Saat inilah osteoporosis menyerang.

Tetapi jika setelah berstatus lansia Anda kena osteoporosis, ada cara-cara untuk menyembuhkannya dan meingkatkan kepadatan tulang. Jangan khawatir, Anda tidak harus mengalami kifosis. Banyak cara mempertahankan massa tulang setelah Anda memasuki masa menopause sehingga postur tubuh Anda tetap baik di usia lanjut, yaitu pola makan sehat (buah dan sayur segar), olahraga teratur dan terukur, hindari rokok dan minuman keras.

Menurut banyak penelitian selama ini, osteoporosis memang lebih banyak menyerang wanita. Hal ini disebabkan kepadatan mineral dan massa tulang wanita 15% dan 30% lebih rendah dibanding pria. Banyak penelitian juga menyatakan bahwa wanita mengalami pengeroposan tulang trabekular (tulang bagian dalam yang bentuknya seperti spons, berfungsi menyangga tulang dari dalam) lebih cepat dibanding pria.

Sementara itu, menopause pun merupakan faktor yang mempercepat kerusakan tulang. Osteoporosis pasca menopause baisanya muncul 10 – 15 tahun setelah menopause. Hilangnya estrogen karena tidak diproduksi lagi oleh tubuh, memengaruhi penyerapan kalsium. Padahal kalsium merupakan salah satu yang sangat dibutuhkan tulang. Dengan berkurangnya kalsium, maka tulang-tulang mulai keropos terutama tulang trabekular, tiga kali lebih cepat dari normal. Setelah itu tulang kortikal (bagian paling luar) pun mulai keropos walau tidak secepat pengeroposan tulang trabekular.

Pria juga mengalami pengeroposan tulang walau tidak secepat wanita. Pengeroposan tulang pada pria disebabkan usia yang semakin uzur, disebut osteoporosis senilis. Pada osteoporosis jenis ini pengeroposan tulang trabekular dan kortikal disebabkan aktivitas sel tulang berkurang karena proses penuaan. Keadaan semakin parah jika asupan kalsium rendah. Patah tulang pinggul biasanya terjadi pada osteoporosis jenis senilis.

Selain itu masih ada osteoporosis jenis lain, yaitu osteoporosis sekunder. Pengeroposan tulang disebabkan oleh masalah kesehatan. Misalnya penyakit ginjal kronis, hipogonad (berkurangnya aktivitas kelenjar seks), hipertiroid (kelenjar hipertiroid yang terlalu aktif), beberapa jenis kanker tertentu, gastrektomi (pengangkatan sebagian usus yang dapat memengaruhi penyerapan kalsium), dan penggunaan obat antikonvulsi.

Osteoporosis senilis dan sekunder juga dialami oleh wanita. Dengan demikian ada tiga jenis osteoporosis yang diderita wanita, yaitu osteoporosis pascamenopause, osteoporosis senilis, dan osteoporosis sekunder.

Osteoporosis pada Masa Menopause | Proses Pengeroposan Tulang

This entry was posted in Menopause. Bookmark the permalink.