Apakah Pemakaian Obat-obatan Immunosuppressive dalam Jangka Panjang dapat Meningkatkan Risiko Kanker?

Umumnya penyandang lupus sangat peduli kemungkinan mereka kena kanker setelah begitu lama mengidap penyakit itu atau setelah minum obat-obat immunosuppressive (misalnya Imuran) selama beberapa tahun. Suatu penelitian yang melibatkan 10.000 pasien lupus membuktikan bahwa perkembangan risiko kanker umumnya dihubungkan dengan penyakit non-Hodgkin’s lymphoma yang memengaruhi sistem limfe, yang dapat menimbulkan kanker paru, kanker liver, dan kanker saluran empedu. Namun merokok memang meningkatkan risiko kanker pada pasien lupus. Sejauh ini belum ditemukan adanya hubungan antara Imuran dan kanker pada pasien lupus.

Memang ada bukti-bukti dari berbagai penelitian bahwa pasien lupus lebih rentan kena infeksi dibanding orang sehat, meskipun tidak minum obat-obat kortikosteroid (misalnya prednison dan sejenisnya). Infeksi yang paling umum yang sering menyerang pasien lupus adalah penyakit-penyakit saluran pernapasan (misalnya pilek, sakit tenggorokan, sinusitis, bronchitis, dan pneumonia), saluran kemih (infeksi kandung kemih atau infeksi ginjal), dan kulit (bisul, borok, luka, cellulites).

Jika pasien lupus minum obat kortikosteroid setiap hari dengan dosis 10 mg per hari, maka risiko infeksi meningkat. Namun jika minum dua hari sekali setiap pagi, maka risiko itu tidak terlalu besar. Perlu diketahui minum kortikosteroid dua hari sekali, tak dapat mengontrol lupus dengan baik dibanding jika minum setiap hari, karena dosisnya memang harus setiap hari.

Obat-obat lainnya yang digunakan bagi apsien lupus dengan kondisi sedang sampai parah, seperti azathiprine (Imuran), mycophenolate3 mofetil (CellCept), dan cyclophosphamide (Cytoxan) berefek meningkatkan infeksi. Sedangkan serangan herpes zoster yang menyerang deretan saraf dengan rasa yang sangat sakit, ditingkatkan oleh obat-obat immunosuppressive. Umumnya, makin parah penyakit lupus, makin tinggi risiko kena infeksi. Sebagian penyebabnya karena penyakit itu sendiri dan sebagian lagi disebabkan obat-obat yang diminum. Sebaliknya, obat-obat lupus seperti anti-malarial (hydroxychloroquine, Plaquenil, yang umum diresepkan dokter) tidak meningkatkan infeksi.

Ada strategi yang diajarkan kepada pasien lupus di Amerika Serikat untuk mengurangi risiko infeksi. Anda harus selalu tepat waktu menjalani vaksinasi termasuk Pneumovax untuk menghambat pneumococcal pneumonia. Anda harus disuntik vaksin flu setiap tahun. Kaum wanita dapat menandai secara akurat jika mereka diserang infeksi kandung kemih. Jika Anda mengalaminya, segera ke dokter mendapatkan penangkalnya. Jika Anda sedang minum obat-obat immunosuppressive dan/atau prednison, mintalah kepada dokter obat-obat penangkal pneumocytis pneumonia.

Jika Anda sering mengalami infeksi saluran kemih, tangkal dengan antibiotik yang diminum sekali sehari sebelum tidur dan gunakan obat yang dapat mengubah keasaman dalam urine yang berefek mereduksi infeksi saluran kemih. Jika Anda menderita infeksi virus herpes berupa luka / borok di mulut, atau bibir, atau di kelamin, diskusikan dengan dokter untuk meresepkan obat antiviral. Jika Anda tertular tuberculosis alias TBC, lakukan tes kulit (tuberculin) dan minum antibiotika antituberculosis selama enam bulan. Itu jika hasil ternyata positif. Akhirnya, jika memungkinkan, jauhi orang-orang yang sedang kena flu, atau batuk atau pilek.

Apakah SLE akan memburuk dengan bertambahnya usia?

Lupus tidak makin memburuk dengan bertambahnya umur. Pada wanita telah diketahui bahwa penyakit lupus akan makin membaik karena menopause. Pada pria lain cerita. Sementara ini ada pendapat bahwa penyakit lupus yang diderita bisa makin memburuk sejalan dengan berkurangnya hormon testosteron. Namun pendapat itu kini banyak yang membantahnya. Lupus memang berkurang keganasannya seiring dengan bertambahnya usia, namun penyakit lain mulai menyerang dengan makin rentan dan rapuhnya kesehatan fisik lansia. Karena itu, para dokter menganjurkan, agar Anda tetap merawat kesehatan Anda fisik, mental, dan spiritual. Cara Anda sudah benar dengan mengatur pola makan dan olah tubuh. Seimbangkan dengan kesehatan mental dan spiritual, misalnya hindari stres atau kelola stres dengan sehat, aktif di lingkungan sosial dan keagamaan. Dengan demikian, penyakit lupus Anda akan selalu dalam kondisi remisi.

Apakah ada obat-obat yang bisa memulihkan kembali tenaga dan kekuatan fisik?

Rasa tidak enak badan (malaise) dan sangat letih serta kehabisan tenaga (exhaustion) merupakan beberapa gejala lupus yang paling sulit dikontrol. Tak ada obat penyakit lupus yang bisa menggenjot pemulihan kembali tenaga dan kekuatan fisik dan stamina tubuh. Asupan nutrisi yang baik, hindari dehidrasi, dan istirahat yang cukup merupakan beberapa hal penting yang bisa memulihkan stamina tubuh. Beruntung pria dengan lupus jarang yang mengidap fibromyalgia, yaitu kondisi yang menyakitkan dan membuat pasien sulit terlelap. Memang kondisi ini ada hubungannya dengan SLE, namun bukan bagian dari lupus. Dokter akan memberika perlakuan yang berbeda dengan lupus.

Lupus dapat berada dalam kondisi remisi, yang artinya gejala menghilang, dan penyakit itu tidak membuat kerusakan baru. Dalam keadaan lupus yang remisi, pria bisa hidup dan beraktivitas normal seperti orang-orang lain yang sehat. Namun tidak ada obat yang bisa membuat lupus menjadi remisi. Dan sebaiknya waspada, bahwa lupus yang dalam kondisi remisi suatu saat bisa aktif kembali. Usahakan masa remisinya diperpanjang terus, agar suami Anda tetap sehat. Caranya, jauhi hal-hal yang bisa memicu munculnya gejala, misalnya terpapar sinar matahari.

Lupus pada Pria | Discoid Lupus Erythematosus (DLE)

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.