Apakah Postur Bungkuk Merupakan Bagian dari Parkinson?

Ketika mengamati dan mengobati 50 orang pasien parkinson dan 46 pasangan mereka, pengamatan paling penting yang dilakukan adalah bahwa 90% dari pasien, semuanya mempertahankan kemampuan mereka untuk berjalan 20 sampai 40 tahun pasca diagnosis parkinson, mempunyai tulang belakang yang tidak membungkuk. Semua pasien ini dan pasangan mereka yang sudah berumur tidak bungkuk, memperhatikan untuk menjaga tulang belakang tetap tegak, dan berolahraga paling sedikit satu jam sehari, menjaga tulang belakang paling sedikit satu jam sehari, menjaga tulang belakang mereka tetap tegak sambil berolahraga.

Tulang belakang adalah tuas tempat melekat otot yang mengerutkan dan mengendurkan pinggul. Otot-otot itu adalah salah satu otot paling kuat di tungkai Anda, otot yang mendorong maju. Bila tulang belakang Anda tegak, otot fleksor dan ekstensor pinggul bekerja dengan optimal. Bila tulang belakang Anda melengkung dan melihat ke arah lantai, akan sulit untuk berjalan lebih dari langkah-langkah pendek yang diseret, seperti penderita parkinson. Berjalan dengan cara ini, lebih besar kemungkinan Anda mudah merasa lelah dan jatuh. Pada penderita parkinson, dengan alasan yang belum diketahui, tulang belakang mulai melengkung. Hal itu mungkin hanya penyesuaian oleh badan anda untuk mempertahankan pusat gravitasi. Atau itu mungkin distonia, tarikan otot yang tidak seimbang yang membuat tulang belakang melengkung; atrofi, melemahnya otot yang mengulurkan atau menegakkan tulang belakang Anda; atau osteoporosis. Diperkirakan bahwa 50% perempuan dan 25% laki-laki penderita parkinson juga menderita osteoporosis. Melengkungnya tulang belakang menyebabkan penderita lebih mudah jatuh, tungkai bengkak, dan penjendalan darah terbentuk dalam vena di tungkai (kondisi yang dikenal sebagai phlebitis).

Tulang belakang yang melengkung membuat leher Anda juga melengkung ke depan, membuat Anda lebih sulit mengunyah dan menelan makanan. Keadaan ini juga menciptakan kesulitan berbicara dengan keras dan jelas. Untuk berbicara atau menyanyi dengan keras dan jelas, tulang belakang kita harus tegak dan dagu diangkat. Otot-otot untuk berbicara dan menelan tumpang tindih; keduanya perlu pengungkitan dari tulang belakang yang tegak agar dapat bekeja dengan efektif.

Banyak orang penderita parkinson mengalami napas pendek, walaupun fungsi jantung fungsi jantung dan paru-paru normal dalam pemeriksaan, karena masalah dengan otot yang berada diantara tulang iga yang merupakan otot pernapasan Anda. Otot-otot ini dipengaruhi oleh umur dan parkinson; agar otot-otot ini dapat bekerja terbaik, tulang belakang Anda harus tegak, memberikan pengungkitan maksimum. Diafragma Anda (otot pernapasan aksesori) juga bekerja paling baik kalau Anda tegak dan tulang belakang juga tegak. Duduklah dengan tenang, bernapas secara normal, dan hitung berapa kali napas yang Anda ambil dalam satu menit. Bila Anda mengambil lebih dari 20 kali per menit, kemungkinan Anda tidak menggunakan otot dinding dada Anda secara optimal. Menjaga tulang belakang tetap tegak mungkin membantu Anda bernapas dengan lebih baik.

Ketika tulang belakang Anda melengkung, otot Anda tidak bekerja secara efektif; mereka tidak lagi memijat vena secara efektif dan hal ini dapat menyebabkan cairan kembali ke kaki dan tungkai Anda. Pembengkakan ini, atau edema, dapat mempunyai penyebab lain, seperti kegagalan jantung, gangguan di pinggul, diet natrium tinggi, atau reaksi terhadap obat. Akan tetapi, pada banyak orang berusia lanjut dan penderita parkinson, pembengkakan berkaitan dengan ketidakefisienan otot tungkai. Tulang belakang yang melengkung menyebabkan otot tungkai bekerja dengan kerugian mekanik; otot itu tidak memompa sekeras atau sebaik seharusnya dan tidak dapat mendorong cairan dari kaki ke jantung, menyebabkan cairan tertumpuk di kaki. Mengangkat kaki sampai ke atas posisi jantung atau memijat tungkai Anda akan membantu cairan “mengalir” kembali ke jantung, namun metode paling baik adalah mulai berolahraga yang akan membantu Anda mempertahankan tulang belakang tegak dan membuat otot tungkai yang lebih kuat.

Banyak orang berusia lanjut dan penderita parkinson mengalami kesulitan mempertahankan keseimbangan mereka. Mereka berjalan dengan baik, namun mudah terjatuh. Ketika keseimbangan mereka hilang, mereka tidak dapat bereaksi dengan cukup cepat untuk memegang sesuatu dan mengurangi dampak dari kejatuhannya. Ketika Anda sedang bergerak, informasi mengenai perubahan posisi dari badan Anda dalam ruangan secara bawah sadar diteruskan ke otak Anda lewat sensor di kaki, telinga bagian dalam, dan mata Anda. Badan anda akan melakukan tindakan korektif untuk mencegah atau menghentikan kejatuhan Anda bahkan sebelum Anda menyadari bahwa Anda jatuh. Tindakan korektif ini disebut “refleks membetulkan”, refleks yang membetulkan posisi Anda dalam ruang. Sayangnya, tulang belakang yang melengkung membuat refleks membetulkan tidak dapat berfungsi. Olahraga mungkin memperbaiki keseimbangan Anda dan refleks membetulkan Anda dengan membantu untuk mempertahankan tulang belakang tidak melengkung.

Karena tulang belakang Anda melengkung tanpa Anda sadari, sulit untuk mengoreksinya. Otak Anda dapat melakukan survei untuk mengoreksinya. Otak Anda dapat melakukan survei dunia luar dan memberi peringatan terhadap bahaya, bukan mengikuti perubahan tulang belakang. Tugas rumah tangga “biasa” seperti itu diserahkan kepada bagian otak bawah sadar yang disebut basal ganglia. Basal ganglia, ketika tidak terpengaruh oleh umur atau parkinson, mempertahankan tegangan yang tepat dari otot fleksor dan ekstensor dari tulang belakang. Akan tetapi, kalau basal ganglia terpengaruh oelh usia dan parkinson, otot fleksor menarik lebih keras daripada otot ekstensor, dan tulang belakang melengkung.

tarikan otot fleksor pada tulang belakang Anda konstan: ketika Anda sedang duduk, berdiri, dan berjalan. Olahraga untuk memperkuat otot yang kerjanya berlawanan dapat membantu, tetapi itu saja tidak akan cukup untuk mengembalikan tulang belakang yang melengkung. Untuk melawan tarikan ke bawah pada otot tulang belakang, Anda harus menyesuaikan strategi atau kebiasaan yang meminimalkannya. Berikut ini adalah rekomendasinya :

Posisi Lotus. Duduk di kursi dengan tungkai Anda terbuka lebar, mendekati “posisi lotus”. Posisi ini memaksa persendian pinggul ke arah luar, mengangkat pinggul, dan meluruskan tulang belakang Anda. Setiap kali Anda duduk, duduklah dengan tungkai melebar dan sandarkan siku Anda di sandaran tangan kursi; keadaan ini mengangkat bahu dan lebih meluruskan tulang belakang Anda lebih lanjut. Bila Anda sedang duduk di kursi tanpa sandaran tangan kursi, angkat siku dan saling tekan telapak tangan Anda, ini juga akan meluruskan tulang belakang Anda.

Kursi goyang John F. Kennedy. Presiden John F. Kennedy mengalami sakit punggung dan menggunakan kursi goyang untuk meringankan rasa sakitnya. Kursi goyang adalah cara yang baik sekali untuk mempertahankan tulang belakang tetap lurus, untuk mengurangi tekanan dari punggung yang “sakit”, dan untuk melatih otot-otot di tungkai Anda. Pilih kursi goyang yang mempunyai tempat untuk meletakkan kaki, satu di masing-masing sisi, ini menaikkan pinggul dan meluruskan tulang belakang Anda. Sandarkan siku di sandaran lengan, ini menaikkan bahu dna meluruskan tulang belakang Anda. Kemudian goyangkan kursi! Ini adalah olahraga yang hebat untuk otot-otot fleksor dan ekstensor di pinggul, lutut, dan kaki Anda.

Cara berdiri Jendral Patton. Berdiri dengan tangan di pinggul, seperti Jenderal George Patton. Posisi ini secara otomatis mendorong bahu Anda ke atas dan meluruskan tulang belakang Anda. Bila tulang belakang lurus, Anda menggunakan ungkitan maksimum pada otot di tungkai; keseimbangan akan menjadi lebih baik, lebih kecil kemungkinan jatuh, dan tidak terlalu lelah. Varian dari berdiri dengan tangan di pinggul adalah berdiri dengan lengan di belakang punggung, tangan yang satu memegang pergelangan tangan yang lain. Postur ini disebut “istirahat parade”.

Berpikir “Kejutan!” Sambil duduk, angkat kedua tangan ke atas kepala, seolah-olah Anda berkata, “kejutan”. Jaga kedua siku lurus, jangkau ke arah belakang, dan perlahan-lahan sentuh punggung dengan tangan. Anda akan merasa tarikan di otot ekstensor di tulang belakang dan leher, sentakan yang mengimbangi tarikan ke bawah padanya. Lakukan latihan ini 20 kali sehari; ini adalah suplemen kebiasaan yang telah Anda pelajari untuk meluruskan tulang belakang.

Bernapas. Tulang iga Anda melekat di tulang belakang dengan sudut 90 derajat. Bila tulang belakang melengkung; otot antar iga dipaksa membentuk sudut runcing, menciptakan kerugian mekanik, dan tidak dapat bekerja efisien seperti seharusnya. Bila tulang belakang Anda lurus, pengaruh pravitasi sepenuhnya bekerja pada diafragma. Diafragma melakukan gerakan yang lebih penuh, lebih lengkap, dan dengan demikian Anda bernapas lebih efisien. Tulang belakang yang melengkung membatasi gerakan diafragma, menyebabkan bernapas lebih cepat dan lebih dangkal, menghabiskan lebih banyak energi pada aspek mekanikis bernapas, dan menjadi napas pendek. Bila otot antar iga dan diafragma tidak bekerja secara efisien, Anda kurang mampu untuk batuk dan mengeluarkan lendir dan partikel makanan yang mungkin tersangkut di paru-paru, yang dapat menyebabkan pneumonia.

Mengunyah dan menelan. Bila tulang belakang lurus, leher juga lurus, dan dapat mengunyah dan menelan dengan lebih baik. Mengunyah dengan leher yang diperpanjang membuat Anda dapat menghancurkan makanan dengan mudah, dengan kemungkinan lebih kecil ada partikel makanan berukuran besar yang tertahan di tenggorokan. Kalau tulang belakang lurus dan dagu terangkat, otot untuk mengunyah mempunyai keuntungan mekanis dan dapat mengunyah dengan lebih mudah.

Akan tetapi, menelan lebih rumit daripada mengunyah. Untuk menelan, Anda harus mengendurkan leher agar makanan tidak menyangkut di saluran napas Anda. Bila ada suatu yang bermasalah dengan gigi, gusi, atau tenggorokan, Anda akan mengalami kesulitan menelan dan akan sepenuhnya menyadari hal itu. Akan tetapi, bila kesulitan menelan muncul karena usia, atau penyakit dari basal ganglia, mungkin pada walnya Anda tidak akan menyadari masalah itu. Petunjuk pertama mungkin adalah turunnya berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya, atau batuk atau tersedak sewaktu makan. Batuk dan tersedak adalah usaha oleh badan Anda mengeluarkan makanan yang menempel di kerongkongan atau masuk ke paru-paru Anda. Bila Anda merasa sulit mengunyah makanan, cobalah untuk mengayun kursi goyang Anda. Tindakan ini memaksa tulang belakang, leher, dan dagu Anda terangkat. Kemudian duduk dengan siku diletakkan di atas meja, lebih lanjut memaksa tulang belakang, leher, dan dagu ke atas. Bila Anda membiasakan duduk sementara menggoyangkan kursi goyang dan menjaga siku tetap di atas meja, Anda akan mengunyah dan menelan dengan lebih baik, dan lebih kecil kemungkinan makanan tertahan di tenggorokan Anda.

Apakah Meneteskan Air Ludah Merupakan Bagian dari Parkinson?Apakah Kesulitan Berbicara Merupakan Bagian dari Parkinson?

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.