Apakah Racun dalam Lingkungan Menyebabkan Parkinson?

Secara harfiah terdapat ratusan ribu racun potensial di udara, dalam tanah, dalam rumah anda, dan air minum anda. Apakah suatu racun tertentu menyebabkan parkinson belum dapat dibuktikan secara klinis. Pengaruh dari racun, dan kemungkinan racun yang menyebabkan gejala – gejala seperti parkinson, tergantung pada struktur kimia, konsetrasinya dilingkungan, lama terekspose (biasanya diukur dalam bulan atau tahun), kemampuan racun untuk merembes masuk badan lewat kulit, hidung, paru – paru, atau usus dan mencapai otak anda, kemampuannya untuk melekatkan diri pada neuron yang berpigmen dalam substansia nigra, dan kemampuannya untuk merusak DNA anda atau protein dalam sel – sel anda. Racun mungkin beraksi secara langsung atau lewat radikal bebas (atom yang tidak stabil atau kelompok atom yang amat reaktif dan mampu menyebabkan kerusakan biologis).

Setiap sel dalam badan anda mempunyai kemampuan terbatas untuk memperbaiki DNA yang rusak, untuk “menyerap” radikal bebas. Molekul yang “menyerap” radikal bebas disebut antioksidan. Antioksidan bekerja dengan menawarkan target elektron yang mudah untuk radikal bebas, jadi “menjebak” elektron dan membuatnya menjadi stabil. Setiap sel hanya mempunyai jumlah antioksidan yang terbatas. Walaupun belum dibuktikan bahwa radikal bebas menyebabkan parkinson, atau dengan meningkatkan asupan antioksidan anda mecegah parkinson, diet yang terdiri dari makanan yang kaya antioksidan, seperti blueberries, canberries, apel, dan blackberries, pasti akan meningkatkan kemampuan badan anda untuk melawan radikal bebas.

Walaupun antioksidan diperlukan untuk menyerap atau menonaktifkan radikal bebas, tidak semua radikal bebas buruk. Menentukan radikal bebas mana yang baik dan dengan kondisi seperti apa masih merupakan tantangan, tantangan yang dapat dijawab dengan memahami sel secara lebih baik dan antioksidan yang ada secara alami. Salah satu antioksidan yang ada secara alami adalah butir butir melanin berpigmen dalam substansia nigra, butir – butir yang menyebabkan bagian itu disebut nigra, “zat hitam”.

Beberapa racun yang berkaitan dengan parkinson atau gejala – gejala mirip parkinson sebagai berikut.
• Klorin : termasuk klorin yang digunakan dalam senyawa pemutih, detergen, dan kolam renang. Metilen klorida yang digunakan dalam farmasi, proses kimia, dan aerosol. Perkloroetilen dan trikoloroetilen yang digunakan dalam lem dan senyawa pembersih dan ploivinil klorida yang digunakan dalam plastik.
• Mangan : termasuk terekspos dari pertambangan atau kegiatan mengelas.
• Air aksa : digunakan dalam amalgam untuk menambal gigi, lampu neon, termometer, dan pengawet dalam vaksin, thimerosol.
• MPTP : senyawa kimia yang digunakan untuk membuat binatang percobaan mengalami parkinson.
• Rotenon : pestisida yang digunakan untuk membuat binatang percobaan mengalami parkinson.

Walaupun air raksa dikaitkan dengan gejala – gejala seperti parkinson, jumlah air raksa yang merembes keluar dari tambalan gigi kecil tidak cukup untuk membuat anda sakit.

Air raksa metil yang dijumpai dalam ikan dan binatang laut yang lain (kerang, tiram, siput) juga tidak cukup tinggi untuk membuat anda sakit. Ada kemungkinan efek penumpukan dari air raksa dalam sistem seseorang dapat menyebabkan gejala – gejala saraf, tetapi, tidak ada bukti bahwa air raksa dalam manusia atau binatang menyebabkan parkinson.

Demikian juga, meningkatnya zat besi dalam otak dikaitkan dengan parkinson. Hal yang menarik, walaupun otak normal mengandung 50 mg zat besi, otak Parkinson mengandung lima kali kadar besi yaitu 250 mg. Besi membantu beberapa enzim yang digunakan dalam sintesis dan memperbaiki DNA serta protein. Walaupun belum ada bukti saat ini bahwa kenaikan zat besi dalam substansia nigra merupakan penyebab parkinson, banyak peneliti mencoba mengembangkan obat, chelator, yang berfungsi mendetoksifikasi dan menghilangkan ion logam dari otak. Sasaran dari pengingkatan besi dengan senyawa organik dalam otak adalah untuk mencegah terjadinya cedera apa pun dengan media besi pada neuron. Inhibitor MAO-B, rasagiline adalah sebagian suatu chelator besi dan beberapa orang ahli percaya ini mungkin sebagian yang membuatnya bermanfaat.

Akhirnya, beberapa orang mempertanyakan apakah uap mangan dari proses mengelas dapat menyebabkan parkinson. Keracungan mangan dapat disebabkan oleh terekspose debu dan uap mangan, seperti yang ada dalam pertambangan tertentu dan proses mengelas, dan dari mencerna makanan yang terkontaminasi mangan. Mangan kalau di hirup atau dicerna, dikeluarkan lewat ginjal dan feses, di samping lewat air ludah, keringat, dan paru – paru. Setelah mangan terserap, distribusinya tergantung pada transformasi, keterikatannya pada protein badan, dan masuknya ke dalam otak. Proses mengelas, proses menyatukan logam menggunakan bahan pengisi dan busur listrik, menghasilkan uap dan gas yang mengandung sejumlah unsur, termasuk mangan. Mengelas dapat menyebabkan gejala – gejala pernapasan atas, edema paru – paru (air dalam paru – paru), fibrosis pulnmoner (luka parut pada paru – paru), dan kanker paru – paru. Mengelas juga dikaitkan dengan kanker kandung kemih dan tenggorokan. Komplikasi saraf termasuk kebingungan dan berkhayal dari uap.

Gejala – gejala parkinson telah diuraikan pada pekerja tambang dan pengelas. Walaupun penambang mangan diketahui menderita gejala – gejala parkinson karena mengisap debu mangan atau mencerna makanan yang tercemar mangan, tidak jelas apakah ini juga dialami oleh para pengelas. Di washington university di St. Louis, suatu penelitian yang membandingkan sifat – sifat parkinson pada 15 orang pekerja pengelas dengan kelompok pembanding yang menderita parkinson. Para peneliti menemukan bahwa pengelas mempunyai usia yang lebih muda saat serangan parkinson terjadi (46 tahun) dibandingkan dengan kelompok pembanding (63 tahun). Tidak ada perbedaan nyata mengenai tremor, kelambatan bergerak, kelakuan, ketidakstabilan postur, sejarah keluarga, depresi klinis, atau demensia. Semua pengelas yang di obati memberikan reaksi terhadap levodopa. Fluktuasi motor dan diskinesia terjadi dengan frekuensi serupa dalam kelokmpok pengelas dan pembanding. Hasil pemindaian PET dengan 6-fluordopa pada bebrapa pengelas menunjukkan parkinson seperti pada umumnya. Hal ini mengindikasikan, namun tidak membuktikan, bahwa mengelas menyebabkan gangguan seperti parkinson. Terdapat ketidaksepakatan yang kuat mengenai apakah mengelas menyebabkan parkinson. Sebagian besar ahli percaya bahwa mengelas tidak menyebabkan parkinson. Karena penelitian pasca kematian belum dilakukan pada pekerja las, belum diketahui apakah patologi dari parkinson pada pekerja las serupa dengan atau berbeda dari parkinson sebenarnya.

Agen oranye adalah nama herbisida yang dikembangkan untuk militer, terutama digaunakan sebagai perontok daun untuk menghancurkan pelindung musuh selama perang vietnam, dan diduga oleh beberapa orang sebagai menyebabkan parkinson. Agen oranye adalah campuran dua macam senyawa kimia dengan perbandingan 1:1, termasuk tetrachlorodibenzodioxin, yang dicampurkan dengan minyak tanah, atau solar dan disemprotkan daengan pesawat terbang. Diperkirakan 19 juta galon agen oranye digunakan di vietnam selama perang. Bagian dari keprihatian mengenai agen oranye adalah mengenai kontaminasinya dengan dioksin. Dioksin ditemukan di alam dan berkaitan dengan racun yang mungkin menyebabkan kanker. Dalam uji coba dalam laboratorium menggunakan binatang percobaan, dioksin menyebabkan beberapa penyakit tetapi tidak, sampai hari inin, menyebabkan parkinson. Keprihatinan lain mengenai agen oranye menyangkut TCDD dan bagaimana senyawa ini mempengaruhi otak. Veteran yang bertugas sebagai militer selama perang vietnam sekarang masuk dalam rentang usia rentan ketika parkinson muncul dan banyak yang menyatakan parkinson mereka berkaitan dengan agen oranye. Aka tetapi, belum diketahui apakah ada prevalensi parkinson yang lebih tinggi di antara para veteran yang terekspos pada agen oranye versus pembanding dengan rentang usia sama. Lebih lanjut, individualn veteran mempunyai tingkat terekspose yang berbeda – beda tergantung pada tugas militernya. Kemungkinan besar adalah kecuali ada perkembangan baru, peran agen oranye dalam menyebabkan parkinson masih akan belum jelas.

Beberapa orang mempertanyakan apakah obat, baik yang diresepkan dokter atau obat bebas, dapat menyebabkan parkinson. Hasil penelitian masyarakat kedokteran adalah bahwa gejala – gejala parkinson, bukan parkinson sebenarnya, daopat disebabkan oleh obat dan gejala – gejala ini hilang bila obat itu dihentikan. Sebaliknya, parkinson sebenarnya adalah penyakit yang menetap. Kadang – kadang seorang penderita parkinson yang belum dikenali “menjadi jelas” karena minum obat, parkinson orang tersebut akhirnya juga akan muncul, tetapi muncul lebih awal karena obat. Obat yang diketahui menyebabkan gejala – gejala parkinson termasuk haldol, mellaril, prolixin, stellazine dan thorazine. Ini adalah obat – obat pertama yang berhasil digunakan untuk mengobati gejala – gejala psikosis dan skisofrenia, disebut penenang utama. Obat – obat lain yang menimbulkan gejala – gejala parkinson termasuk orap, risperidal, trilafonm, dan zyprexa. Ini adalah obat – obat yang lebih baru, dan sudah digunakan dengan sukses untuk mengobati gejala – gejala gangguan bipolar, gangguan obsesif – kompulsif, psikosis, dan skisofrenia. Sebagai pedoman, obat – obat ini lebih kecil kemungkinan menyebabkan gejala – gejala parkinson daripada haldol, prolixin, stellazine, dan thorazine. Tidak semua pengobatan yang menimbulkan gejala – gejala parkinson digunakan untuk mengobati masalah psikiatri, compazine dan reglan, obat yang digunakan untuk mengobati mual, muntah, dan refluks asam, mungkin juga menyebabkan gejala – gejala seperti itu. Obat – obat ini semua mempeunyai kemampuan untuk menghambat, sepenuhnya atau sebagian, reseptor dopamin dalam otak. Oleh karena itu, obat – obat ini menyebabkan gejala – gejala parkinson dengan membuat reseptor tiodak mampu menerima dopamin yang berasal dari otak. Obat – obat yang diketahui menyebabkan gejala – gejala parkinson juga termasuk reserpine dan tetrabenazine. Kedua obat ini mengosongkan dopamin otak. Pengosongan ini bersifat sementara dan kadarnya kembali ke nomal setelah obat tidak diminum lagi.

Prevalensi dari gejala – gejala parkinson pada orang yang minum obat yang direspkan ini bervariasi dari 15 – 60% dan tergantung pada jenis obat, dosis, waktu minum obat, dan usia pasien (semakin tua orang semakin mudah terserang), dan sensivitas orang, beberapa orang daripada yang lain. Biasanya, gejala – gejala parkinson daripada yang lain. Biasanya, gejala – gejala parkinson muncul beberapa minggu atau bulan setelah dihentikan. Gejala – gejala parkinson yang disebabkan oleh obat nyaris tidak bisa dibedakan dari parkinson sebenarnya, namun ada dua perbedaan sebagai berikut.
1. Gejala – gejala parkinson yang dipicu oleh obat muncul di kedua sisi badan secara bersamaan. Gejala – gejala dari parkinson sebenarnya pertama kali muncul di satu sisi badan, dan kemudia di sisi yang lain.
2. Tremor “menggulung pil” saat sedang istirahat dari parkinson lebih jarang dijumpai pada gejala – gejala parkinson yang disebabkan oleh obat. Tremor yang muncul ketika tangan sedan bergerak dan yag getarannya lebih cepat daripada tremor menggulung pil, merupakan tanda dari gejala – gejala parkinson yang disebabkan oleh obat.

Belum diketahui apakah gejala – gejala parkinson yang disebabkan oleh obat adalah “faktor yang memprediksi” berkembangan parkinson di kemudian hari. Gejala – gejala parkinson yang disebabkan oleh obat mungkin berkaitan dengan diskinesia – gerakan tidak terkendali seperti berdansa. Diskinesia mungkin terjadi di wajah, lidah, kepala dan leher, badan, lengan dan tungkai. Gerakan itu disebut tardive (artinya tertunda) diskinesia karena gerakan itu muncul setelah obat mulai diminum, atau kadang – kadang setelah obat dihentikan. Walaupun gejala – gejala parkinson yang disebabkan oleh obat dan tardive diskinesia kemungkinan terjadi oleh mekanisme berbeda, keduanya mungkin muncul berdampingan pada orang yang sama. Kombinasi ini memunculkan tantangan karena pengobatan yang satu mungkin memperburuk keadaan yang lain.

Dalam kategori lain adalah obat yang menyebabkan gejala – gejala parkinson permanen. Obat – obat ilegal seperti amfetamin, kokain, dan metamfetamin semuanya menghilangkan dopamin dari simpanan dalam otak dan dapat, dengan penggunaan kronis, menghasilkan gejala – gejala parkinson. Contoh paling buruk dari obat yang menyebabkan parkinson, dan kemudian menjadi cara untuk menciptakan parkinson pada binatang percobaan, adalah bat yang disingkat MPTP, sebuah obat seperti narkotik, yang aksinya diuraikan oleh Dr, J. William Langston. Dalam bukunya, The Case of the Frozen Addict, Langston menggambarkan bagaimana seorang pacandu heroin berusia muda, George Carillo, tanpa menyadari menyuntik diri sendiri dengan heroin yang telah tercemar dengan MPTP. Dalam waktu beberapa hari George menjadi semakin lumpuh dan bahkan kehilangan kemampuannya untuk berbicara. Tenaga medis gawat darurat di sebuah rumah sakit di tingkat kabupaten tidak dapat menemukan penyebab atau obat dan setelah nmelakukan banyak tes tanpa dapat menarik kesimpulan, dia dikirim ke sebuah unit rumah sakit khusus. Di rumah sakit itu, George didiagnosis oleh Dr. Langston sebagai menderita parkinson. Kemudian, diketahui bahwa George dan beberapa orang pecandu lain menderita parkinson sebagai akibat dari menyuntik diri sendiri dengan heroin yang tercemar MPTP. Kemudia Dr. Langston (sekarang bekerja di California Parkinson Institute) dan Dr. Stanley Burns (sekarang bekerja di Barrow Neurological Institute) membuktikan bahwa MPTP berfungsi sebagai “peluru kendali” secara spesifik menghancurkan sel – sel saraf dalam substansia nigra, sel – sel saraf sama yang dirusak oleh proses yang menyebabkan parkinson.

Perbedaan antara parkinson yang berkaitan dengan MPTP dan parkinson sebernarnya adalah bahwa, pada parkinson sebenarnya, sel – sel yang mati berisi bulatan yang disebut bulatan lewy namun ini tidak dijumpai pada parkinson yang disebabkan oleh MPTP. Bulatan lewy memberi tahu kita sesuatu mengenai apa yang menyebabkan parkinson, tetapi para peneliti masih belum dapat menemukan dengan tepat apa itu. MPTP dapat digunakan sebagai cara untuk menyebabkan parkinson pada binatang percobaan, yang memberikan pengertian kepada para peneliti mengenai bagaimana parkinson dapat dimulai dan perkembangannya. Senyawa ini juga membantu pengembangan obat baru untuk parkinson.

Apakah Stroke Menyebabkan Parkinson? | Apakah Virus Menyebabkan Parkinson?

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.