Apakah sakit kepala “cluster” sejenis dengan Migrain?

Banyak berbagai jenis sakit kepala yang ada. Sepupu dari sakit kepala migrain disebut migrain kluster (cluster migraine), yang sangat menyakitkan dan seringkali lokasinya di salah satu sisi kepala. Namun, hanya sampai disini kemiripan di antara kedua sakit kepala tersebut.

Pria berisiko tiga kali lebih besar dibandingkan wanita mengalami sakit kepala gugus. Namun, yang perlu dicatat, kini semakin banyak wanita yang didiagnosis dengan penyakit ini. “Kluster (Cluster)” dari sakit kepala kluster berkenaan dengan berkumpulnya sakit kepala sementara. Para penderita melaporkan serangan sakit kepala setiap malam selama tiga hingga empat bulan, dengan periode intervensi tanpa rasa sakit yang bisa berlangsung bulanan hingga tahunan. Sakit kepala kemudian berulang dalam pola yang sama.

Pemicu dari sakit kepala kluster telah diketahui dan termasuk kebiasaan merokok yang berat, alkohol, pola tidur yang tidak pasti. Perubahan kondisi tubuh akibat jet lag dan bau yang kuat juga dilaporkan menjadi pemicu untuk sebagian penderita sakit kepala ini. Pemicu tersebut tampak menjadi gangguan hanya pada masa sakit kepala, namun tidak memicu pada periode intervensi bebas rasa sakit.

Rasa nyeri sakit kepala kluster berlokasi pada bagian mata dan biasanya diikuti dengan keluarnya air mata dan cairan pada hidung. Rasa sakitnya sangat kuat dan berlangsung sekiar 45 hingga 90 menit, meskipun juga bisa terjadi selama beberapa jam. Ini tidak sama dengan migrain, yang biasanya rasa sakitnya dari tingkat sedang hingga berat (meskipun migrain juga dapat sesekali terjadi dengan sangat hebat) dan biasanya terjadi dalam hitungan berjam-jam bahkan berhari-hari. Tak seperti orang yang menderita migrain, para penderita sakit kepala kluster sangat gelisah dan merasa terganggu, bahkan mereka bisa sampai pada titik membenturkan kepala ke dinding untuk mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit. Para penderita juga dapat melakukan gerak tubuh atau olahraga lain untuk mengalihkan perhatian mereka dari rasa sakit, sementara hal itu tidak akan dapat dilakukan oleh para penderita migrain. Pengobatan utama dari sakit kepala kluster yang akut adalah oksigen 100%, yang biasanya dilakukan di ruang gawat darurat selama serangan akut. Penderita kronis dapat memesan tangki oksigen yang dipesan untuk penggunaan di rumah dari rekomendasi dokter, sehingga tersedia sewaktu-waktu terjadi serangan. Obat jenis Triptan biasanya digunakan sebagai pengobatan serangan akut dengan hasil yang baik dan dihydroergotamines juga efektif (meskipun kedua jenis obat ini tidak boleh digunakan selama 24 jam satu sama lain). Karena sebagian besar pasien hidup dalam ketakutan akan serangan berikutnya dan karena sakit kepala mereka dapat terjadi setiap hari selama periode serangan sakit kepala, pencegahan menjadi komponen yang sangat penting dari penanganan sakit kepala kluster. Salah satu pengobatan yang menjadi favorit para ahli saraf adalah verapamil, yaitu pengobatan yang banyak diambil untuk mengobati masalah tekanan darah (blood pressure medication) dalam kelompok penghambat jalur kalsium yang ditemukan sangat efektif dalam mengobati sakit kepala kluster. Anda mungkin saja diberikan obat jenis ini dalam dosis tinggi untuk mengobati sakit kepala kluster Anda, dan Anda seharusnya berdiskusi mengenai risiko dan manfaat dari penggunan dosis tersebut untuk sakit kepala Anda. Obat lain yang digunakan dengan resep dokter untuk sakit kepala kluster termasuk anticonvulsant, steroid dan ergotamine. Dua jenis bat terakhir hanya direkmendasikan selama serangan kluster, tidak untuk pencegahan jangka panjang.

Apakah Semua Migrain Sama? | Mengalami Migrain atau Tumor Otak?

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.