Apakah Semua Migrain Sama?

Sebagian besar penderita migrain mengingat serangan pertama migrain yang mereka alami, dan mampu memberikan deskripsi yang jelas mengenai apa yang sedang mereka lakukan, tingkat dari rasa nyeri yang dialami, dan bagaimana mereka mencoba mengatasinya. Seseorang mungkin berpikir bahwa setiap migrain akan sama dan setiap migrain akan merespon obat atau pengobatan dengan sama, namun seringkali hal itu tidak benar. Sakit kepala Anda seharusnya mengikuti sebuah pola dengan tingkat tertentu dari beberapa tingkat perubahan dalam kemunculannya.

Setiap sakit kepala yang terjadi mungkin mendapatkan karakteristik, tingkat keparahan, lokasi atau lamanya waktu terjadi sedikit berbeda. Obat-obatan mungkin bisa membantu dalam jangka waktu bulan hingga tahun, lalu tidak lagi efektif. Anda mungkin menemukan satu obat dapat membantu satu jenis sakit kepala, namun tidak efektif untuk sakit kepala berikutnya. Hal yang paling penting adalah tingkat perbedaan di antara sakit kepala. Jika terdapat perbedaan yang besar antara sakit kepala, ini bisa jadi merupakan sinyal bahaya dan Anda harus menemui dokter segera. Jika Anda adalah bekas penderita migrain, Anda mungkin sudah terbiasa berbagai bentuk dari migrain yang Anda alami dan bagaimana migrain itu menyerang Anda dengan tiba-tiba. Migrain mungkin saja menyerang Anda di tengah malam yang membuat Anda terjaga, sementara migrain juga dapat menyergap perlahan dan tanpa diundang, ketika Anda mengalami hari yang penuh tekanan. Banyak dari pasien mengatakan mereka merasakan migrain “bersembunyi di belakang”, sebelum akhirnya mereka merasakan rasa sakitnya. Ini mungkin periode peringatan dan merupakan waktu permulaan bagi banyak pasien untuk mulai mengobatinya. Sementara, beberapa pasien menggambarkan kisah dari rasa nyeri tingta ringan yang berbeda dari sakit kepala bertekanan, dan dapat langsung meningkat dengan pemicu yang tepat menjadi serangan penuh.

Perbedaan Migrain dari Sakit Kepala Jenis Lainnya

Secara umum, migrain cenderung terjadi dalam tingkat sedang hingga sangat menyakitkan, pada satu sisi kepala atau berpindah sisi (sering disebut sebagai unilateral), berdenyut (terasa seiring dengan detak jantung), dan secara alami membuat Anda menghindari cahaya atau suara akan membuat Anda merasa lebih baik.

Migrain seringkali diikuti oleh mual dan/atau muntah, dan terkadang muntah membuat sakit Anda merasa lebih baik. Tidur bisa membuat migrain yang Anda rasakan reda, sementara olahraga akan membuat sakit kepala Anda terasa jauh lebih buruk. Jika Anda adalah seorang penderita migrain, gejala-gejala tersebut bisa jadi terdengar akrab di telinga Anda. Anda mungkin mengalami sebagian atau seluruh gejala-gejala tersebut tergantung pada sakit kepala tertentu dan tingkat keparahan dari sakit kepala yang mungkin berbeda, namun sakit kepala migrain pada umumnya lebih menyakitkan dibanding sakit kepala jenis lainnya. Pengecualian adalah ketika sakit kepala itu terjadi tiba-tiba dan sangat sakit dibandingkan yang pernah Anda alami. Ini bisa jadi sakit kepala yang berbahaya (dangerous headache) dan Anda harus mencari pertolongan medis secepatnya.

Sebagian besar migrain juga memiliki gejala peringatan (premonitory symptoms), atau sebuah konstelasi gejala sebelum terjadinya sakit kepala. Gejala-gejala itu cenderung memperingatkan dari migrain yang akan datang, dan biasanya berguna bagi bekas penderita migrain sebagai sinyal untuk mulai melakukan pengobatan. Gejala-gejala itu bisa terdiri dari lesu, lelah, muka pucat, menguap dan juga semakin sensitif terhadap cahaya dan agak mual.

Migrain seringkali tampak mengikuti siklus menstruasi wanita. Ini sangat tidak biasa untuk jenis sakit kepala lain, termasuk sakit kepala bertekanan (tension-type headaches). Faktanya, sakit kepala jenis itu biasa terjadi sepanjang bulan, sementara sebagai perbandingan, migrain biasanya sangat jarang muncul.

Saya seringkali mengatakan kepada rekan serta mahasiswa jurusan kedokteran bahwa diagnosis migrain dan sakit kepala akan sangat jelas, jika mereka mengikuti The International Classification of Headache Disorders dan memercayai naluri mereka. Secara umum, dapat dikatakan hal-hal umum biasa terjadi dan sebagian besar pasien mengalami sakit kepala bertekanan atau migrain, atau keduanya.

Perbedaan Sakit Kepala Bertekanan dan Sakit Kepala Migrain

Sangat umum untuk sakit kepala bertekanan dan sakit kepala migrain muncul pada seseorang bersamaan. Sakit kepala bertekanan biasanya terasa di kedua sisi dan menekan, yang sebaliknya migrain yang terasa sakit di satu sisi dan berdenyut, dan sakit kepala bertekanan dirasakan hanya pada tingkat ringan hingga sedang, sementara migrain terasa ringan hingga sangat berat. Sakit kepala bertekanan juga tidak terlalu mempengaruhi aktivitas fisik. Berdasarkan The International Classification of Headache Disorders, terkadang juga diikuti dengan sensitivitas terhadap cahaya atau suara, namun tidak dibarengi dengan mual dan muntah. Sakit kepala bertekanan biasanya muncul lebih sering dibandingkan migrain dan berlangsung dalam jangka waktu yang lebih pendek. Sakit kepala ini juga merespons obat yang lebih ringan, seperti acetaminophen atau aspirin, atau hilang dengan sendirinya.

Karena sakit kepala bertekanan seringkali muncul pada penderita migrain, sangat penting untuk membedakan keduanya. Jika gejala dari sakit kepala bertekanan salah interpretasi sebagai migrain dan diberikan obat yang salah, mungkin terjadi masalah siklus kelebihan obat untuk sakit kepala, mendorong terjadinya kelebihan penggunaan obat sakit kepala.

Banyak ahli saraf dan pasien menemukan cara menggunakan jurnal atau buku harian untuk melacak jalur sakit kepala mereka, gejala yang mengikuti, obat-obatan atau pendekatan pengobatan yang membantu meringakan, dalam membedakan dua jenis sakit kepala tersebut.

Dalam praktik, saya biasanya hanya bertanya seberapa banyak jenis sakit kepala yang mereka rasakan. Jika pasien mengalami sakit kepala migrain berat dalam waktu yang berselang atau sakit kepala yang sangat buruk tiga atau empat kali per bulan, biasanya hanya satu jenis sakit kepala yang dilaporkan. Bagi yang mengalami sakit kepala berat yang diselingi dengan sakit kepala yang lebih ringan melaporkan bahwa mereka mengalami dua jenis sakit kepala. Sangat jarang pasien melaporkan tiga jenis sakit kepala. Jika Anda mengalami sakit kepala bertekanan dan sakit kepala migrain dan mulai merasakan sakit kepala jenis lain, mungkin sudah waktunya Anda untuk bertemu dengan dokter ahli saraf.

Sakit kepala bertekanan juga dapat muncul sesekali, dan mungkin hampir tampak serupa dengan migrain tanpa aura. Sekali lagi, aturan umum praktik adalah sakit kepala bertekanan berbeda dari sisi kualitas rasa sakit, panjangnya waktu, gejala yang mengikuti dan tingkat keparahannya. Terkadang sakit kepala bertekanan bisa sembuh dengan sendirinya atau dengan obat bebas, dan pengobatan mereka seringkali tidak memerlukan bantuan dari ahli medis.

Kemungkinan Komplikasi Lain Akibat Migrain | Apakah sakit kepala “cluster” sejenis dengan Migrain?

This entry was posted in Migrain. Bookmark the permalink.