Apakah Stroke Menyebabkan Parkinson?

Stroke berat disebabkan oleh penyumbatan arteri (“pipa” tempat darah mengalir) berukuran besar atau sedang. Arteri mengeras pada orang yang sudah berusia lanjut, terutama bila mereka menderita diabetes, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, atau merokok. Bila sebuah arteri berukuran besar atau sedang tertutup dan bila tidak ada arteri lain didekatnya yang dapat menggantikannya, wilayah otak yang dialiri darah oleh arteri ini mengalami infark, artinya mati. Tidak seperti parkinson yang gejala-gejalanya muncul secara bertahap dan berkembang perlahan-lahan selama kurun waktu beberapa tahun, gejala-gejala stroke muncul tiba-tiba dan tidak berkembang. Serangan parkinson tidak dramatik; sekelompok neuron berangsur-angsur mati. Stroke seperti angin ribut yang menerjang merubuhkan rumah, sedangkan parkinson lebih menyerupai hujan yang turun tidak lebat, tetapi terus-menerus mengikis ruang bawah tanah Anda.

Mengetahui istilah yang digunakan menyangkut stroke mungkin membantu. Aterosklerosis adalah penyempitan arteri berukuran bear oleh kolesterol. Diet rendah kolesterol, penggunaan “statin” (obat yang menurunkan kolesterol), berolahraga, obat anti hipertensi, dan berhenti merokok adalah faktor-faktor untuk melawan aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyempitan arteri berukuran sedang dan kecil oleh kolesterol dan oleh perubahan otot di dinding arteri. Faktor-faktor sama yang melawan aterosklerosis akan dapat juga melawan arteriosklerosis. Hipertensi (tekanan darah tinggi) memberi kontribusi pada dan mendorong aterosklerosis dan arteriosklerosis. Hipertensi juga diakibatkan oleh tersumbatnya arteri berukuran kecil, disebut arteriola. Penyumbatan seperti itu mengakibatkan kematian sel-sel berskala kecil yang disebut lakuna, yang secara individual tidak menimbulkan gejala apa pun, namun secara kumulatif dapat menyebabkan berbagai gejala yang menyerupai parkinson, terutama bila lakuna terjadi di basal ganglia.

Satu stroke tunggal tidak menyebabkan parkinson. Akan tetapi, stroke “diam-diam” atau “minor” yang terjadi berulang-ulang memengaruhi striatum, globus palidus, talamus, serebelum, dan otak tengah (daerah-daerah yang mengatur keseimbangan, gerakan, dan berjalan) mungkin memberikan pengaruh kumulatif setelah beberapa bulan atau tahun yang menyebabkan gejala-gejala serupa dengan parkinson. Kondisi ini disebut parkinson vaskularis, tetapi gejala-gejalanya biasanya tidak berkurang bila pasien minum obat-obat parkinson. Sasaran pengobatan parkinson vaskularis adalah untuk mencegah stroke tambahan. Perjalanan penyakit dapat diubah ke arah yang menguntungkan dengan memberikan perhatian pada faktor-faktor yang menyebabkan stroke.

Biasanya seorang ahli saraf atau ahli parkinson dapat membedakan pengaruh dari stroke minor berulang-ulang dari parkinson, dan akibat dari stroke biasanya dapat dilihat pada pemindai dengan MRI (magnetic resonance imaging). Kadang-kadang penderita stroke juga menderita parkinson; menderita parkinson tidak melindungi Anda dari serangan stroke, dan begitu sebaliknya. Berapa kali gejala-gejala Anda disebabkan oleh stroke dan berapa kali oleh parkinson kemungkinan hanya dapat ditentukan oleh seorang spesialis yang dilatih mengenai parkinson.

Apakah Cedera Kepala atau Bertinju Menyebabkan Parkinson? | Apakah Racun dalam Lingkungan Menyebabkan Parkinson?

This entry was posted in Parkinson. Bookmark the permalink.