APS (Antiphospholipid Syndrome)

APSĀ  merupakan salah satu jenis penyakit darah kental. Sebaiknya Anda waspada jika sejak usia muda sering menderita gangguan migrain karena kemungkinan sakit kepala sebelah itu merupakan gejela awal dari sindrom darah kental APS (antiphospholipid syndrome). APS merupakan penyakit autoimun. Penyakit ini juga disebut Hughes syndrome atau sindrom Hughes karena pertama kali ditemukan oleh seseorang bernama Hughes. APS adalah sindrom darah kental yang penyebabnya adalah faktor genetik atau penyakit autoimun. Dalam darah penderitanya ditemukan sejenis antibodi, yaitu antifosfolipid. Karena itu kelainan tersebut disebut sindrom antifosfoloid atau antiphospholipid syndrome atau APS.

Antibodi antifosfolipid merupakan salah satu faktor resiko trombosis, yaitu kecenderungan darah untuk mengental dan mudah membeku. Antibodi ini selalu di temukan di dalam darah penderita APS yang menyebabkan terjadinya sumbatan di dalam pembuluh darah arteri (nadi) dan pembuluh balik (vena). Keberadaan antibodi ini dapat diketahui melalui pemeriksaan antibodi dalam darah dengan mendeteksi adanya antibody anticardiolipin (ACA) dan lupus anticoagulant (LA). Namun seseorang yang darahnya mengandung antibodi tersebut tidak serta merta akan mengalami kecendurungan pembekuan darah, tetapi kemungkinan terjadinya pembekuan darah lebih besar dibanding orang lain.

Nilai ACA yang tinggi pada APS akan menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh. Sel-sel tubuh yang tidak mendapat pasokan nutrisi akan merana bahkan mati sehinggga terjadi kerusakan jaringan yang berlanjut dengan rusaknya organ-organ tubuh. Karena itu sindrom ACA dapat menimbulkan serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan lainnya. Jika di derita oleh ibu hamil, dapat menyebabkan keguguran karena janin kurang atau tidak mendapat suplai nutrisi, juga ganggguan penglihatan (bahkan bisa mendadak buta), gangguan pendengaran (bisa mendadak tuli). Selain jantung, ginjal, dan paru, organ hati pun bisa mengalami trombosis. Demikian pula kulit dan vena di lengan dan kaki.

Menghindari penyakit ini adalah dengan menjalani gaya hidup sehat (tidak merokok dan minum-minuman keras), melakukan pola makan sehat (memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar, kurangi konsumsi makanan olahan yang berpengawet dan menggunakan pewarna, pilih bahan makanan dengan Indeks Glikemik (IG) rendah, kurangi makan lemak/gorengan, makanan cepat saji mengandung tinggi lemak serta melakukan olahraga teratur dan terukur, banyak minum air putih, dan kelola stres dengan benar.

Gejala Sindrom APS

Sindrom darah kental APS atau juga disebut sindrom ACA atau sindrom Hughes selain menyebabkan penderitanya mengalami migrain juga sering memunculkan gejala lain, yaitu bercak kebiruan di kulit. Hal ini disebabkan terhambatnya pasokan oksigen yang disebabkan kekentalan darah yang meningkat. Sebaiknya teman Anda itu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat kepastian apakah ia memang mengidap sindrom darah kental. Jika memang benar ia menderita APS, maka di dalam darahnya dapat dipastikan ditemukan antibodi ACA (antibody anticardiolipin) yang merupakan salah satu faktor risiko pengentalan darah. ACA membuat darah cenderung mudah membeku. Kecenderungan ini bersifat genetik atau adanya penyakit autoimun dan diderita sejak usia muda. Dokter akan memberikan obat pengencer darah.

Gejalanya antara lain :
– Pusing yang berlebihan
– Migrain yang berulang
– Vertigo
– Biru- biru pada kulit di ujung kuku
– Penurunan daya ingat
– Tuli sesaat
– Keguguran yang berulang pada ibu hamil

Obat Lain untuk Mengurangi Pengentalan Darah | Faktor Risiko Sindrom Darah Kental

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.