Asma Akibat Kerja

Asma akibat kerja menggambarkan asma yang disebabkan oleh pajanan zat, yang tepat didefiniskan berada dalam lingkungan kerja. Meskipun angkanya bervariasi dari satu negara ke negara lainnya dan sulit untuk menentukan, diperkirakan bahwa 5 – 15% dari asma baru yang didiagnosis pada orang dewasa yang bekerja disebabkan pajanan karena kerja (atau tempat kerja). Banyak dokter gagal untuk mempertimbangkan kemungkinan asma akibat kerja pada orang dewasa dengan asma yang baru diidentifikasi dan tetap tidak menyadari penyakit spesifiknya. Gejala asma akibat kerja dapat dibedakan dari asma klasik. Seorang dokter yang cerdas akan menanyakan tentang pekerjaan pasiennya saat ini dan sebelumnya pada mereka yang baru saja didiagnosis menderita asma. Petunjuk lain untuk diagnosis dapat diberikan oleh pengamatan yang teliti dari setiap gabungan sementara antara pekerjaan, waktu luang, dan gejala pernapasan. Laporan Panel Ahli Ketiga (EPR-3) NAEPP menunjukkan “asma akibat kerja diusulkan untuk korelasi antara gejala asma dan kerja, serta dengan perbaikan ketika libur dari pekerjaan selama beberapa hari”. Pengukuran arus puncak secara seri selama sebulan penuh, misalnya, saat di tempat kerja maupun di akhir pekan atau hari libur, dapat membantu dalam mengidentifikasi pola-pola yang mungkin mengarah ke asma akibat kerja. Sangat penting untuk mengenali asma akibat kerja, karena kunci untuk suksesnya pengobatan adalah cepat memindahkan pasien dari pajanan tempat kerja yang menyebabkan asma. Jika asma akibat kerja, diidentifikasi dengan tepat serta tepat waktu, dan jika pajanan terhadap agen yang mengganggu berhenti dalam jangka waktu tertentu, maka pengobatan prognosis akan baik. Jika pajanan terus berlanjut, bagaimanapun sulit mengembalikan kondisi pasien seperti dulu, dimana seseorang dengan asma akibat kerja mungkin memiliki gejala pernapasan permanen dan cacat, bahkan walauun jika nanti pajanannya berhenti.

Asma akibat kerja berbeda dari asma yang diperburuk oleh kerja. Asma yang diperburuk oleh kerja mengacu kepada asma yang ada memburuk saat kerja. Misalnya, seseorang dengan riwayat asma yang mudah terkendali pada masa remaja mungkin mengembangkan suatu peningkatan gejala asma saat dewasa ketika bekerja di lingkungan outdoor, selama musim dingin, berbulan-bulan. Contoh lain asma diperburuk oleh kerja menyangkut asma yang memburuk saat kerja karena pajanan irit, seperti mungkin kasus bartender, penderita asma yang bekerja di restoran yang penuh asap rokok atau petugas parkir garase indoor yang memiliki suar asma dari menghirup asap knalpot mobil.

Asma akibat kerja yang sebenarnya atau asma yang berhubungan dengan kerja merupakan kondisi medis yang berpotensi menjadi serius dengan konsekuensi sosial ekonomi signifikan yang tidak langsung. Karakteristik asma akibat kerja dari ahli imunologi dan alergi dr. David I. Bernstein yang dikeluarkan pada tahun 1993 telah diterima secara luas sebagai standar definisi penyakit. Definisi tersebut mengatakan,

Asma akibat kerja merupakan penyakit yang ditandai oleh keterbatasan variabel aliran udara dan / atau hiperresponsif saluran napas yang disebabkan oleh penyebab dan kondisi yang timbul terhadap lingkungan kerja tertentu dan rangsangan yang tidak ditemui diluar tempat kerja.

Ada dua tipe umum asma akibat kerja yang sebenarnya (Occupational Asthma atau OA). Para ahli telah mengklasifikasikan dua tipe, yaitu asma dengan latensi dan asma tanpa latensi. Jenis pertama OA adalah asma yang berkembang dari waktu ke waktu, disebabkan oleh inhalasi berulang dari pajanan di tempat kerja yang menyebabkan sensitisasi untuk suatu zat tertentu, biasanya suatu protein yang besar. Contoh agen sensitisasi termasuk formaldehid, debu mineral, protein hewani, tepung, dan biji-bijian. Lebih dari 250 zat tempat kerja yang berbeda telah dilaporkan menyebabkan asma akibat kerja. Industri manufaktur yang berbeda yang terlibat yaitu dari pembakaran, bekerja di peternakan, mencat dan produksi papan sirkuit. Menariknya, tidak semua pekerja dalam industri tertentu dan dengan pajanan yang jelas, benar-benar terus mengembangkan asma. Penelitian menunjukkan bahwa atopi dan merokok dapat mempengaruhi beberapa orang untuk pengembangan asma akibat kerja. Atopi adalah suatu predisposisi yang diturunkan untuk perkembangan kondisi alergi seperti hay fever, eksema, rinitis alergi, dan bahkan beberapa bentuk asma tertentu. Seseorang dengan bukti atopi disebut atopik. Kedua, tipe yang lebih aneh, OA melibatkan munculnya asma baru setelah pajanan tunggal, intens, dan sering dramatis oleh iritan poten terhadap pernapasan, seperti pemutih, gas klor, atau asam kuat. Tumpahan kimia dan kecelakaan kerja sering terlibat. Istilah RADS menggambarkan sindrom disfungsi saluran napas rekatif, tipe OA tanpa latensi yang diawali tiba-tiba, biasanya dalam waktu 24 jam terhadap pajanan yang intens, menghirup iritan yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan dan berperilaku seperti asma biasa.

Asma akibat kerja lebih dari satu kesatuan, seperti jawaban ini jelas menunjukkan. Jika diduga adanya OA, evaluasi medis dan konsultasi dengan dokter kesehatan kerja harus dipertimbangkan.

Triad Asma | Rencana Tindakan Asma

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.