Asma Bukan Penyakit Psikologis

Asma jelas bukan penyakit psikologis, asma merupakan kondisi fisik yang mempengaruhi paru-paru dan saluran bronkial. Konsep bahwa asma adalah penyakit gangguan pikiran dan emosi adalah salah. Seseorang yang mengalami kesulitan bernapas seperti batuk, tekanan dada yang meningkat, dan mengi secara fisik sangat tidak nyaman. Sangat menakutkan bila tidak bisa bernapas normal dan mudah, dan malah merasakan sensasi penekanan. Ketidaknyamanan fisik yang sangat nyata, ditambah dengan sensasi pernapasan berat, menciptakan pengalaman yang sangat tidak menyenangkan dan sangat menyedihkan, sampai bernapas normal, mudah, dan nyaman kembali. Setiap orang yang sedang mengalami eksaserbasi asma merasakan seolah-olah sedang tercekik. Seharusnya tidak mengherankan bahwa rasa ketakutan dan bahkan panik dapat terjadi dalam situasi seperti ini. Respon emosional ini disalahartikan karena konsekuensi dari gejala eksaserbasi asma dan tidak penyebab episode.

Pengamatan terhadap beberapa penderita asma yang mengembangkan gejala aktif setelah mengalami goncangan emosi, seperti syok atau kesedihan mendalam adalah alasan lain mengapa asma mungkin keliru dianggap sebagai kondisi psikologis. Yang benar, tindakan respon emosional yang kuat bertindak sebagai pemicu untuk pengembangan gejala asma dan sama sekali tidak penyebab yang mendasari asma itu sendiri. Kita semua menyadari bahwa gangguan emosi dapat menyebabkan gejala fisik. Beberapa orang mengembangkan rasa tak enak di perut atau bahkan nyeri ulu hati ketika dihadapkan dengan situasi stres, sementara yang lain mungkin mengalami sakit kepala yang memburuk ketika mereka menghadapi situasi penuh stres. Jika ini kasusnya, apakah itu terkait dengan sekolah, anggota keluarga, rekan kerja, atau orang lain dalam lingkaran Anda, penting bahwa Anda mengenali potensi hubungan antara gejala asma dan stres yang membahayakan. Mengembangkan strategi kerja untuk saluran yang efektif dan mengelola kondisi psikologis seperti stres, jika ada, harus melibatkan dokter Anda, karena merupakan komponen dari perawatan asma kontemporer yang komprehensif.

Sepuluh Mitos dan Kebohongan Asma

* Memiliki asma berarti Anda harus menerima dan belajar untuk hidup dengan beberapa tingakt gejala paru seperti batuk, napas tidak nyaman, mengi, dan sesak napas.
* Asma adalah penyakit menular dan dapat menyebar ke teman, rekan kerja, teman kelas, atau keluarga.
* Asma adalag penyakit yang semuanya berada di dalam pikiran dan hanya orang-orang yang miskin secara emosional atau terganggu secara emosional yang menderita asma.
* Minum susu dan makan produk susu menyebabkan produksi mukus dan memperburuk kondisi asma.
* Ibu dengan asma seharusnya tidak boleh menyusui bayi mereka.
* Penderita asma tidak boleh berolahraga.
* Kaum muda dengan asma tidak bisa menjadi atlet atau berpartisipasi dalam olahraga yang kompetitif.
* Anak-anak penderita asma harus dibebaskan dari kelas pendidikan jasmani.
* Penderita asma pada akhirnya akan menjadi “tergantung” atau “kecanduan” dengan obat asma dan inhaler dengan penggunaan reguler.
* Semua anak penderita asma pada akhirnya akan mengatasi kondisi dan menjadi “sembuh” dari waktu ke waktu.

Tungau Debu | Kehamilan pada Penderita Asma

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.