Asma Menyebabkan Hilangnya Oksigen

Asma yang terkendali dengan baik, stabil, dan diobati tidak mempengaruhi kemampuan paru untuk mengambil oksigen yang diperlukan dari udara yang kita hirup. Eksaserbasi berat asma, bagaimanapun, memiliki potensi yang secara signifikan mengganggu kapasitas paru-paru untuk mendapatkan oksigen dari uadra di sekitar kita dan mengirimkannya ke dalam tubuh. Ketika proses inflamasi berlangsung, bronkospasme, dan akumulasi mukus menyempitkan saluran bronkial, kadar oksigen dapat berkurang. Pengobatan darurat eksaserbasi asma dengan membawa pasien ke ruang gawat darurat, misalnya, selalu dimulai dengan oksigen tambahan, diberikan dengan masker oksigen atau melalui prong hidung. Dalam keadaan darurat asma, selalu lebih baik keliru dalam hal keselamatan, kemudian secara otomatis tentukan oksigen tambahan daripada berisiko kekurangan oksigen. Begitu eksaserbasi asma teratasi dan pengendalian asma tercapai, dan kadar oksigen kembali normal. Syukurlah, tidak ada perubahan jangka panjang yang mempengaruhi proses oksigenasi!

Oksimeter denyut adalah alat kecil portabel yang menyediakan cara non invasif dalam memastikan jika kadar oksigen tubuh normal atau berkurang. Oksimeter denyut mengukur persentasi saturasi oksigen melalui sensor tanpa nyeri yang biasanya diletakkan pada ujung jari yang menutupi dasar kuku. Oksimeter denyut dapat dilakukan di tempat pelayanan kesehatan manapun yang disediakan – di klinik, tempat prkatek dokter, ambulans, ruang gawat darurat, atau rumah sakit. Juga merupakan standar praktek untuk memantau pasien yang menjalani anastesi dengan pengukuran oksimeter denyut secara kontinu. Sering dipertanyakan, tentang apakah yang dimaksud dengan harga normal, dan sebagai aturan, nilai 95% atau lebih menunjukkan kadar oksigen yang adekuat. Seorang yang sehat dengan asma yang terkendali dapat diharapkan memiliki harga normal oksimeter 95 – 100%. Variasi dapat disebabkan oleh faktor non paru seperti, umur, ketinggian, dan derajat kebugaran. Cara lain dokter menilai oksigenasi adalah dengan pemeriksaan fisik (warna kebiru-biruanĀ  di bibir atau dasar kuku, yang disebut sianosis, yang menunjukkan oksigen yang tidak adekuat) dan melalui sampel darah langsung dari arteri – gas darah arteri, atau ABG.

Tujuan Pengobatan Asma |

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.