Berkonsultasi dengan Seorang Dokter yang Ahli dalam Penyakit Asma

Rujukan ke spesialis asma disarankan di bawah dua keadaan umum yaitu diagnosis yang rumit dan perlunya evaluasi atau pengobatan dari ahli.

Dalam keadaan pertama, asma mungkin diduga tapi diagnosis belum terbukti, baik karena gejala atipikal atau karena penyakit lain yang menutupi, dan rujukan mengarah ke resolusi teka-teki diagnostik. Dalam keadaan kedua, rujukan menyebabkan peningkatan pengendalian asma. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 5% dari penderita asma dewasa dengan asma resisten terhadap terapi karena asma mereka tetap tidak terkendali dengan eksaserbasi yang sering walaupun pengobatannya tepat. Hal ini tidak dimengerti mengapa sebagian kecil pasien dewasa ini tidak sepenuhnya memberikan respin terhadap terapi asma, meskipun telah diamati sebagai kelompok, mereka cenderung memiliki tingkat yang lebih tinggi terhadap penyakit yang menyertai, seperti GERD, rinitis alergi yang parah, dan kondisi kejiwaan. Asma yang disebut sulit untuk dikendalikan dapat mencerminkan berbagai faktor, dari keadaan sosial ekonomi yang merugikan sampai ke bentuk langka, asma resisten kortikosteroid.

Di Amerika Serikat, sebagian besar pasien asma menerima perawatan dari dokter generalis, seperti dokter keluarga, internis, dan dokter anak. Keputusan untuk mencari perawatan dari spesialis asma dapat merupakan suatu keinginan pasien namun lebih sering konsekuensi dari beratnya penyakit. Konsultasi dari seorang spesialis asma diindikasikan dan tepat ketika asma seseorang tidak terkendali dengan baik. Contohnya adalah seseorang yang memiliki gejala sehari-hari, sering absen dari pekerjaan atau sekolah, atau yang membutuhkan rawat inap meskipun patuh terhadap rencana pengobatan. Demikian pula, penderita asma yang diklasifikasikan sebagai asma persisten sedang atau berat harus menerima perawatan dari spesialis asma.

Updtae terbaru dari Laporan Panel Ahli NAEPP (2007) mengalamatkan pertanyaan kapan rujukan ke spesialis asma dikatakan wajib dan kapan harus dipertimbangkan. Setiap penderita asma yang mengalami eksaserbasi yang mengancam hidup harus dirujuk untuk berkonsultasi ke spesialis asma. Hal yang sama berlaku jika seseorang penderita asma yang memerlukan lebih dari dua resep pengobatan kortikosteroid oral (pil) dalam 12 bulan sebelumnya atau telah dirawat di rumah sakit semalam dengan eksaserbasi asma. Setiap orang dewasa dengan asma persisten berat, atau pasien yang membutuhkan pengobatan asma langkah ke-4 atau lebih tinggi, harus di bawah perawatan dokter dengan keahlian dalam manajemen asma klinis. Demikian pula, rujukan ke spesialis asma dapat dipertimbangkan untuk orang dewasa dengan asma persisten sedang yang membutuhkan pengobatan langkah ke-3. Jika terpikir untuk pengobatan immunoterapi (injeksi alergi), wajib berkonsultasi dengan ahli alergi.

Kapan berkonsultasi dengan Spesialis Asma?

Untuk menegakkan diagnosis
* Jika gejala dan tanda-tanda “asma” Anda tidak khas, Anda harus mendapatkan rujukan ke spesialis asma.
* Jika Anda memerlukan tes diagnostik khusus, Anda harus mendapatkan rujukan ke ahli. Contoh tes diagnostik khusus adalah tes alergi kulit, rinoskopi, studi fungsi paru lengkap, tes tantangan paru bronkoprovokasi (Metakolin), dan bronkoskopi.
* Jika dicurigai bahwa inhalan pekerjaan atau lingkungan yang merangsang atau berkontribusi terhadap terjadinya asma (dicurigai asma yang berhubungan dengan pekerjaan atau kerja), Anda harus mendapatkan rujukan ke spesialis asma.

Untuk mengoptimalkan pengobatan
* Jika Anda mengalami eksaserbasi, asma serius yang mengancam jiwa, Anda harus mendapatkan rujukan ke spesialis asma.
* Jika perawatan asma Anda memerlukan lebih dari dua kortikosteroid oral yang banyak dalam satu tahun terakhir atau jika Anda pernah mengalami eksaserbasi yang memerlukan perawatan di rumah sakit, Anda harus mendapatkan rujukan ke spesialis asma.
* Jika Anda tidak mencapai tujuan terapi asma setelah 3 – 6 bulan pengobatan, Anda harus mendapatkan rujukan ke spesialis asma.
* Jika asma Anda tetap tidak terkendali dengan eksaserbasi yang sering meskipun kepatuhan Anda terhadap pengobatan asma yang tepat, Anfa harus mendapatkan rujukan ke spesialis asma.
* Jika Anda telah didiagnosis dengan kondisi medis lain yang diketahui berpotensi menyulitkan diagnosis dan pengobatan asma, Anda harus mendapatkan rujukan ke spesialis asma. Contoh diagnosis tersebut termasuk (namun tidak terbatas pada) COPD, GERD, polip hidung, rinitis alergi yang parah, sinusitis, dan VCD.
* Jika Anda memerlukan pendidikan tambahan tentang asma dan perawatannya, bimbingan mengenai kemungkinan komplikasi terapi, strategi tentang cara meningkatkan kepatuhan Anda untuk perawatan, termasuk obat, pemantauan, dan penghindaran penyebab alergi, Anda harus mendapatkan rujukan ke spesialis asma.
* Jika Anda sedang dipertimbangkan untuk immunoterapi (injeksi alergi), Anda harus mendapatkan rujukan ke spesialis alergi dan asma.
* Jika Anda memerlukan penggunaan dosis ICS medium (atau lebih tinggi) dan LABA (pengobatan langkah ke-4 atau lebih) untuk mengendalikan asma Anda, Anda harus mendapatkan rujukan ke spesialis asma. Rujukan dapat dipertimbangkan jika Anda berada di dosis rendah ICS (pengobatan langkah ke-3). Anak-anak yang lebih kecil dari 4 tahun harus dirujuk ketika pengobatan mengamanatkan dosis medium ICS (pengobatan langkah ke-3) dan rujukan dapat dipertimbangkan untuk anak-anak pada dosis rendah ICS (pengobatan langkah ke-2).

Asma Menyebabkan Hilangnya Oksigen | Cara Mengetahui Memiliki Alergi dan Tipe Pengobatan yang Tersedia

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.