Dampak Lupus Secara Fisik dan Kejiwaan

Gejala-gejala yang tampak (dapat dilihat) seperti ruam-ruam terutama di wajah dapat menimbulkan rasa tidak nyaman karena adanya noda ruam yang dapat dilihat setiap orang. Ini menyangkut penampilan fisik, terutama pada wanita. Sementara itu obat kortikosteroid yang harus diminum menyebabkan meningkatnya berat badan, dan lagi-lagi ini merisaukan penderita lupus yang kebanyakan wanita. Kedua masalah tersebut mengganggu penampilan diri yang cepat atau lambat bisa menurunkan rasa percaya diri.

Di sisi lain, rasa sakit disebabkan radang sendi atau oto yang terus menerus menderanya, dan rasa lelah (fatique) yang tidak habis-habisnya, membuat hidup serasa di ‘neraka’. Makin lama si penderita makin frustasi dan kemudian putus asa.

Kemungkinan ia akan menghentikan aktivitas-aktivitas sosialnya, menarik diri dari pergaulan, bahkan mungkin juga berhenti bekerja jika tubuhnya tidak kuat lagi menanggung beban kerja.

Kondisi penyakit yang berubah-ubah, kadang parah kadang ringan, disertai gejala-gejala yang sulit diprediksi, menyebabkan pasien merasa masa depannya tidak menentu. Dengan demikian secara kejiwaan ia selalu gelisah dan mudah tersinggung. Hubungan dengan pasangan dan anggota keluarga menjadi sulit.

Karena itu, pasien lupus sebaiknya selalu di bawah kontrol dokter dan mematuhi perintah dokter, terutama dalam hal minum obat. Sebaiknya pasien menyadari bahwa obat-obat tersebut bukan untuk menyembuhkan penyakit lupus (penyakit lupus tak dapat disembuhkan), tetapi untuk meredakan gejala dan menyembuhkan inflamasi pada bagian-bagian tubuh yang diserangnya (misalnya ginjal atau jantung). Pengobatan dan perawatan yang baik, akan membuat lupus dalam kondisi remisi (seolah-olah ‘tidur’, tidak aktif), gejala menghilang, sehingga penderita kembali bisa beraktivitas seperti orang sehat.

Kondisi remisi bisa berlangsung lama, bertahun-tahun, bahkan bisa seterusnya jika pasien rajin dan telaten merawat diri dengan menjauhi hal-hal yang bisa mencetuskan lupus, seperti paparan sinar matahari, stres, rokok, minuman beralkohol, beban kerja yang berat dan sebagainya. Lakukan pola hidup sehat: konsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang dan olahraga teratur dan terukur.

Diagnosis Lupus | Mengenali Gejala Lupus

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.