Darah Mengental

Darah mengental terjadi karena adanya sejenis protein dalam darah yang disebut fibrin. Pembentukan fibrin merupakan tahap akhir dari proses pengumpulan darah untuk menghentikan perdarahan. Pada kondisi normal, pengumpulan darah terjadi ketika pembulu darah mengalami cedera atau luka. Pada kondisi ini, fibrin yang bentuknya seperti benang-benang panjang akan saling bertautan atau teranyam di sekeliling platelet (struktur mirip cakram yang ada dalam darah dan berperan dalam pembekuan darah) dan sel darah, membentuk gumpalan yang menyumbat luka pada dinding pembuluh darah sehingga menghentikan perdarahan. Jadi, darah mengental merupakan suatu proses normal untuk menghentikan perdarahan akibat luka pada pembuluh darah.

Penyakit darah kental atau sindrom darah kental terjadi pada kondisi kronis (penyakit, stres, pola hidup yang tidak sehat dan lainnya) dimana produksi fibrin terus-menurus tak terkendali yang berakibat pembuluh darah di penuhi benang-benang fibrin.

Fibrin yang berlebihan akan memperlambat aliran darah sehingga menghambat pasokan oksigen, hormon, zat-zat gizi dan sebagainya ke seluruh bagian tubuh sehingga kerja bagian-bagian tubuh menjadi terganggu karena terjadi defisiensi gizi, oksigen, hormon dan lainnya. Selain itu, tumpukan fibrin akan menjadi tempat hidup bagi kuman-kuman penyakit dengan akibat infeksi kuman-kuman tersebut akan sulit diobati. Akibat lain, darah yang menjadi kental menyebabkan produksi pengencer darah alami dalam tubuh terganggu sehingga darah menjadi mengental. Akibatnya jantung harus bekerja lebih keras memompa darah. Ini menyebabkan meningkatnya resiko serangan jantung atau stroke.

Sisi pandang lain adalah, darah menjadi kental karena kekurangan cairan darah atau trombosit (zat yang berperan dalam pembekuandarah) sehingga fibrin mudah melekat satu dengan lainnya. Jika ini terjadi pada seseorang yang kadar kolestrol darahnya tingggi atau mempunyai kebiasaan merokok, maka darah yang sudah kental akan makin susah mengalir. Kolestrol yang menempel di dinding pembuluh darah membuat penampang pembuluh darah menyempit. Sedangkan asap rokok akan merusak lapisan dinding pembuluh darah bagian dalam(endotel).

Fungsi endotel adalah mengaktifkan sistem pembukuan darah. Bila endotel rusak karena asap rokok atau kolesterol tinggi, maka trombosit akan mudah melekat satu dengan lainnya. Akibatnya terjadi hambatan-hambatan dalam pembuluh darah yang dikenal sebagai trombosis.

Trombosis bisa terjadi di seluruh pembuluh darah sehingga dampaknya tergantung pada bagian pembuluh darah mana yang terhambat. Jika trombosis terjadi di pembuluh otak, maka akan terjadi stroke. Jika pembuluh darah jantung yang mengalami trombosis, maka menyebabkan serangan jantung.

Sindrom Darah Kental | Penyebab Darah Kental

This entry was posted in Sindrom Darah Kental. Bookmark the permalink.