Definisi COPD

COPD merupakan akronim untuk istilah penyakit paru obstruktif kronis. Penyakit paru obstruktif kronis adalah istilah deskriptif daripada suatu penyakit tunggal, walaupun COPD biasanya digunakan untuk merujuk ke emfisema atau ke bronkitis obstruktif kronis. Secara teknis, COPD merujuk pada pandangan umum ke beberapa kondisi paru yang berbeda, yang menunjukkan kelainan pada spirometri. Spirometri adalah suatu jenis tes fungsi paru. Kelainan yang menandakan COPD disebut disfungsi obstruktif. Tes fungsi paru untuk beberapa kondisiparu yang berbeda, biasanya menunjukkan pola kelainan pada disfungsi obstruktif. Kelainan tersebut termasuk emfisema, bronkitis obstruktif kronis, eksaserbasi asma, dan bronkiektasi. Dua penyakit pertama, khususnya, memiliki gambaran yang sama. Keduanya, baik emfisema maupun bronkitis obstruktif kronis berhubungan dengan merokok. Keduanya memperlihatkan disfungsi obstruktif pada spirometri yang tidak sepenuhnya pulih dengan obat-obatan, dan dengan demikian menunjukkan jenis disfungsi obstruktif “menetap” atau “irreversibel”. Keduanya menyebabkan gejala pernapasan seperti sesak napas atau batuk. Menariknya, emfisema dan bronkitis obstruktif kronis sering berdampingan, biasanya pada perokok atau mantan perokok.

Karena emfisema dan bronkitis obstruktif kronis tampak sekilas sangat mirip, para dokter telah menerima untuk menggunakan istilah COPD untuk merujukk secara khusus baik untuk emfisema maupun untuk bronkitis obstruktif kronis, atua bahkan untuk kombinasi keduanya. Penggunaan COPD sebagai semacam singkatan untuk penyakit paru yang berhubungan dengn merokok, apakah emfisema atau bronkitis obstruktif medis serta masyarakat umum, meskipun ketidaksetujuan dari beberapa ahli linguistik.

Apakah COPD Berhubungan dengan Asma?

Asma merupakan penyakit paru spesifik yang berbeda dari emfisema dan bronkitis obstruktif kronis. COPD sering digunakan sebagai singkatan untuk menggambarkan emfisema, bronkitis obstruktif kronis, atau kombinasi keduanya. COPD selalu mengacu pada penyakit selain asma.  Penyakit paru dari kelompok COPD tidak berhubungan dengan asma, meskipun emfisema dan bronkitis obstruktif kronis menunjukkan persamaan dengan asma, hal ini akan direview pada jawaban berikutnya. Kebingungan tampaknya timbul pada beberapa keadaan. Pada kasus pertama, COPD ditemukan bersama asma, khususnya pada orang dewasa yang lebih tua dengan riwayat merokok, dan kedua kondisi tersebut terdapat bersama-sama. Kedua, beberapa praktisi medis terang-terangan menyalahgunakan bahasa dengan menggunakan kata asma untuk menunjukkan ciri sesak napas dari penyakit paru kelompok COPD. Para praktisi medis mengatakan kepada pasien yang menderita emfisema murni atau bronkitis obstruktif kronis bahwa mereka memiliki “ciri khas asma” daripada menjelaskan bahwa gejala sesak napas merupakan manifestasi dasar dari COPD. Akhirnya, COPD dan asma diobati dengan obat hirup, beberapa diantaranya efektif pada kedua kondisi tersebut. Pada suatu keadaan, dua anggota keluarga atau teman dengan dua diagnosis berbeda mungkin diresepkan obat hirup yang sama, dan hal ini dapat menggiring ke semua jenis asumsi tadi.

Perbedaan dan Persamaan antara Asma dan COPD

COPD dan asma merupakan penyakit paru. Asma dan COPD, keduanya dapat menimbulkan gejala yang sama, dan kadang-kadang diobati dengan obat yang sama. Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan sesak napas, pernapasan mengi, batuk dan produksi mukus yang berubah-ubah. Beberapa obat-obatan yang diresepkan untuk pengobatan asma, seperti obat hirup agonis beta-2, inhaler kortikosteroid, dan teofilin, juga digunakan pada pengobatan COPD. Asma dan kondisi yang disebabkan oleh COPD juga dapat memperlihatkan pola yang sama dari kelainan pada tes fungsi paru (spirometri). Kelainan pola yang sama itu disebut disfungsi obstruktif.

Bagi ahli paru yang terlibat langsung dalam perawatan pasien, mereka menemukan bahwa COPD dan asma benar-benar berbeda. Penyebab tunggal yang paling umum pada COPD adalah merokok. COPD merupakan penyakit usia pertengahan sampai akhir masa dewasa. Penyakit ini merupakan penyebab kematian keempat di AS dan merupakan penyebab utama terbatasnya kehidupan yang mencerminkan sifat kronis dan progresif. COPD mengenai tempat yang berbeda dalam paru dari asma, melibatkan keduanya yaitu jaringan paru dan saluran napas. Disfungsi obstruktif COPD pada spirometri “menetap” dan “irreversibel”. Asma memiliki dasar keturunan dan sering terlihat pada orang yang juga penderita alergi. Asma mengenai semua usia dan sering didiagnosis pada anak-anak. Diagnosis asma sesuai dengan kehidupan yang panjang dan penuh dan prognosa yang sangat baik. Target asma adalah saluran napas. Dengan definisi, pada tes fungsi paru pada asma, disfungsi obstruktif memperlihatkan reversibel seperti bahwa fungsi paru-paru memiliki potensi untuk sepenuhnya normal.

Batuk setelah Jogging, Berlari atau setelah Berpartisipasi dalam Olahraga | Kondisi Medis yang Menyerupai Asma

This entry was posted in Asma. Bookmark the permalink.