Definisi dan Bentuk-bentuk Hipertensi

Definisi Hipertensi

Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah keadaan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Hipertensi merupakan penyakit yang umumnya tidak menunjukkan gejala, atau bila ada, gejalanya tidak jelas, sehingga tekanan yang tinggi di dalam arteri sering tidak dirasakan oleh penderita. Ukuran tekanan darah (tensi) dinyatakan dengan dua angka; angka yang di atas diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang di bawah diperoleh ketika jantung berileksasi (diastolik). Itu sebabnya tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, (dibaca: seratus dua puluh per delapan puluh milimeter air raksa). Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi jika tekanan sistolik posisi duduk mencapai 140 mmHg atau lebih, tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, atau keduanya. Umumnya pada tekanan darah tinggi, kenaikan terjadi pada tekanan sistolik dan diastolik.

Hipertensi sebenarnya jarang terjadi; hanya 1 dari setiap 200 orang menderita hipertensi. Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normla memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada orang dewasa. Tekanan darah juga di pengaruhi oleh aktivitas fisik; akan lebih tinggi ketika melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; tertinggi pada pagi hari dan terendah ketika tidur pada malam hari.

Bentuk-bentuk Hipertensi

Hipertensi dapat muncul ke permukaan dalam bentuk hipertensi sistolik terisolasi dan hipertensi maligna. Berikut ini adalah penjelasan tentang keduanya.

Hipertensi sistolik terisolasi

Adalah hipertensi yang terjadi ketika tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg; jadi tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada orang tua. Sejalan dengan pertambahan usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55 – 60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.

Hipertensi maligna

Adalah hipertensi yang sangat parah, karena tekanan darah berada di atas 210/120 mmHg sehingga bila tidak diobati akan menimbulkan kematian dalam waktu 3 hingga 6 bulan.

Adapun hipertensi merupakan penyebab utama terjadinya komplikasi kardiovaskular dan merupakan masalah utama kesehatan masyarakat yang tengah mengalami transisi sosial ekonomi.

Dibandingkan dengan individu yang memiliki tekanan darah normal (normotensif), penderita hipertensi memiliki resiko terserang penyakit jantung koroner 2 kali lebih besar dan resiko yang lebih tinggi untuk terserang stroke. Apabila tidak diobati, kurang lebih setengah dari penderita hipertensi akan meninggal akibat penyakit jantung dan sekitar 33% akan meninggal akibat stroke, sementara 10% sampai 15% akan meninggal akibat gagal ginjal. Oleh sebab itu pengontrolan tekanan darah merupakan hal yang sangat penting.

Selain itu, peningkatan pengetahuan dan tata laksana hipertensi sangat dibutuhkan agar dapat menurunkan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular dan stroke. Beberapa keadaan yang disebabkan langsung oleh efek peningkatan tekanan darah pada jantung dan arteri adalah gagal jantung kongestif, stroke perdarahan, sedangkan yang lain karena efek tidak langsung dari hipertensi seperti penyakit aterosklerotik (pengerasan arteri / plak).

Hipertensi | Klasifikasi Hipertensi dan Mekanisme Pengatur Tekanan Darah

This entry was posted in Hipertensi. Bookmark the permalink.