Depresi

Kebanyakan wanita merasa hidupnya telah berakhir atau tidak bermanfaat lagi begitu ia menyadari bahwa ia tidak menstruasi lagi. Ia sedih tentu saja, dan merasa kehilangan saat-saat kesibukan yang disebabkan menstruasi. Kesedihan yang mendalam bisa menyebabkan depresi. Ketidakseimbangan mental dipicu dari ketidakseimbangan fisik, yaitu fluktuasi kondisi hormonal yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia (endogenous depression).

Depresi ditengarai dengan rasa sedih, lelah berkepanjangan, kehilangan semangat / minat hidup, kehilangan selera makan, insomnia atau justru malas bangun pagi, dan sering menangis. Dan depresi yang tak tertanggulangi bisa menghancurkan kesehatannya dan pada gilirannya menghancurkan hidupnya. Apalagi jika ia tidak lagi memiliki teman hidup disebabkan suaminya telah meninggal atau menikah lagi (exogenous depression).

Seorang ibu membutuhkan perhatian atau dukungan dari anak-anaknya. Tidak cuma dukungan materi, tetapi yang lebih penting adalah dukungan semangat. Beri atau usulkan ibu suatu kesibukan yang menyita perhatiannya. Sering-seringlah minta nasihat atau bantuannya agar ibu merasa masih dibutuhkan. Ajaklah ibu berlibur sekeluarga. Dan kalau sedang tidak berselera makan, biasanya lansia sering malas makan dan minum di saat depresi mulai melanda ulang, ajaklah makan di luar. Tawarkan kepada ibu untuk memilih restoran atau makanan yang diinginkannya.

Bicara tentang makanan, Anda patut mnegetahui bahwa ada zat gizi khusus yang perlu dihindari dan yang perlu dikonsumsi oleh ibu Anda yang sedang depresi. Kondisi depresi sangat menguras energi karena itu perlu asupan karbohidrat, terutama karbohidrat kompleks, sebagai pasokan energi, seperti beras merah, kentang, ubi, buah-buahan, labu kuning. Depresi juga mengurangi vitamin B. Kekurangan vitamin B akan memperpanjang depresi. Vitamin B kompleks juga berfungsi membantu memecah asupan karbohidrat, protein, lemak menjadi energi siap pakai. Selain itu vitamin B kompleks juga berperan mengontrol sistem saraf dan menjaga sistem imun.

Kondisi depresi atau stres akan menyulut melimpahnya radikal bebas yang bersifat menghancurkan sel-sel tubuh. Untuk menetralkan radikal bebas dibutuhkan antioksidan, yaitu vitamin A, C, dan E.

Depresi juga mengikis persediaan kalium tubuh, padahal mineral itu dibutuhkan utnuk membantu kelancaran fungsi-fungsi sel-sel saraf. Ketika sedih, menangis, insomnia, tidak bersemangat, magnesium tubuhnya terkuras sehingga fungsi neurotransmitter terganggu, hubungan antarsel tidak lancar. Untuk menormalkannya kembali, perlu pasokan kalsium. Dan berilah suplemen selenium dan asam lemak omega-3 untuk redakan depresinya.

Adakah makanan yang memicu atau memperparah depresi? Ada, kopi, rokok, dan minuman beralkohol. Kopi mengandung kafein yang bersigat diuretik. Karena itu banyak vitamin, terutama vitamin B dan C, ikut tergelontor keluar. Tambahan gula dalam kopi akan menyebabkan terpakainya vitamin B. Karena itu, jangan biarkan ibu Anda terbiasa dengan minum kopi. Ganti dengan jus buah-buahan. Rokok? Nikotin yang terkandung dalam rokok mengikis persediaan vitamin C tubuh. Dan alkohol merangsang produksi hormon adrenalin berlebihan. Adrenalin memicu dan mengacaukan keseimbangan kimiawi otak.

Nah, Anda sudah mengetahui zat gizi yang perlu dikonsumsi dan yang sebaiknya dihindari wanita yang sedang depresi. Dengan demikian Anda sudah bisa menciptakan menu-menu agar kondisi fisik bisa terkontrol. Untuk itu perlu merencanakan pola makan seimbang bagi ibu, minum cukup, suplemen vitamin dan mineral (perhatikan unsur-unsur vitamin dan mineral yang dibutuhkan bagi penderita depresi), olahraga ringan teratur dan terukur (ajaklah menjadi anggita klub olahraga agar juga bisa bersosialisasi). Untuk kesehatan mentalnya, berilah dukungan agar aktif dalam kelompok keagamaan. Ajaklah sekali-kali ke toko buku agar bisa memilih bacaan yang digemarinya. Dan jangan lupa agendakan kontrol kesehatannya secara menyeluruh.

Baik sekali jika bisa menggunakan komputer. Ajarkan mengakses internet, setelah mahir ajaklah aktif di Facebook. Dalam hal ini libatkan para cucu. Ditanggung tidak akan depresi lagi, malah bakal ceria.

Hot Flashes (Semburan Panas) | Makanan Bagi yang Sering Depresi

This entry was posted in Menopause. Bookmark the permalink.