Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak adalah suatu istilah umum yang berhubungan dengan kondisi peradangan kulit yang disebabkan langsung oleh kontak langsung dengan zat external. Dermatitis kontak iritan adalah jenis dermatitis kontak yang paling sering dan meliputi peradangan akibat dari kontak dengan bahan asam, basa (contoh sabun dan detergen), pelarut atau zat kimia lain. Orang yang mencuci tangannya berulang-ulang atau memakai sarung tangan yang ketat untuk jangka waktu lama mungkin mengalami iritasi hebat di tangan. Dalam kasus dermatitis kontak iritan, kulit tampak kering, merah dan pecah-pecah.

Dermatitis kontak alergi kurang sering dan disebabkan oleh pajanan terhadap zat yang sebelumnya pernah membuatnya alergi, seperti racun pohon oak atau racun ivy (semacam tumbuhan menjalar)(Tabel 10). Penyakit alergi jenis lain, pajanan berulang-ulang terhadap zat untuk waktu yang lama diperlukan sebelum dermatitis kontak alergi timbul. Setelah pajanan kembali terhadap zat tertentu, reaksi kontak alergi biasanya terjadi mulai setelah 12 sampai 24 jam dan mencapai puncaknya anatara 48 dan 72 jam setelah pajanan. Peradangan kulit pada dermatitis kontak alergi beraneka ragam mulai dari kemerahan ringan dan gatal sampai melepuh basah, tergantung zat penyebab, bagian tubuh yang terkena, dan tingkat sensitivitas individu bersangkutan.

Tabel 10. Penyebab Dermatitis kontak yang sering

Zat alergik dan ditemukan di :
Urushiol : Racun ivy dan racun oak
Nikel : Perhiasan, kancing jepret
Emas : Perhiasan, tambal gigi
Balsam Peru : Parfum, lotion gigi
Thimerosal : Antisepsik lokal dan vaksin
Neomycin : Krim obat luka, kosmetik, deodoran, sabun
Pengharum : Parfum, produk kosmetik, insektisida, antiseptik, sabun, produk gigi
Formaldehyde : Produk kertas, cat, obat-obatan, pembersih rumah tangga, produk kosmetik, kain tenun
Cobalt : Produk kesehatan, cat rambut, anti keringat, barang dari pelat logan seperti kancing jepret, kancing, atau peralatan
Quartenium-15 : Losion pencoklatan kulit, shampoo, pemoles kuku, tabir surya, pemoles, cat, lilin

Di pabrik, penyebab dermatitis kontak yang paling sering adalah logam (contoh, nikel), obat (contoh, antibiotik), karet, dan kosmetika. Beberapa produk yang hanya menyebabkan reaksi jika kontak dengan kulit, dan terkena sinar matahari (contoh dermatitis fotokontak). Dermatitis ini meliputi lotion pencukur rambut, tabir surya, salep sulfa, beberapa parfum, dan produk aspal batubara. Diagnosis dermatitis kontak  alergi dan iritan dilakukan terutama berdasarkan riwayat pajanan dengan iritasi atau alergen dan penampilan kulit. Jika diduga zat yang berbeda-beda maka digunakan uji diagnostik tempel (patch) yang sangat bermanfaat untuk konfirmasi. Uji dilakukan dengan menempelkan serangkaian bahan dalam potongan-potongan kecil di punggung. Tempelan tersedia dalam satu set atau dibawa ke tempat praktek dokter oleh pasien. Tempelan dilepas dan kulit dinilai setelah 48 jam dan dinilai lagi setelah 72 jam, terutama oleh dokter berpengalaman dalam prosedur ini dan menginterpretasikan hasilnya.

Pengobatan dermatitis kontak iritan biasanya meliputi penghentian aktivitas yang memperburuk, dimulainya terapi intensif dengan pelembab, dan jika perlu steroid topikal jangka pendek. Pencegahan ruam untuk jangka panjang mungkin sulit, terutama untuk individu yang cuci tangan berulang kali waktu kerja, seperti perawat dan dokter. Pada orang ini, pemakaian pelembab berulang kali sepanjang hari adalah sangat penting. Pada orang yang tetap kontak dengan bahan kimia iritan, pemakaian sarung tanagn pelindung biasanya diperlukan.

Pengobatan awal dermatitis kontak alergi akut seperti racun ivy, meliputi pembilasan dengan banyak air untuk menghilangkan zat yang menempel pada kulit. Jika ruam tersebut ringan, steroid topikal dapat mengurangi peradangan dan mengurangi gatal.Pada kasus yang lebih berat,dengan nyeri dan lepuh mengenai bagian tubuh yang luas, biasanya diperlukan kortikosteroid oral atau suntukan untuk menurunkan peradangan. Prednisone biasanya diberikan dengan dosis sampai 60-80 mg perhari, dan diturunkan bertahap selama 10-14 hari untuk mencegah kekambuhan ruam. Kompres basah, anti gatal, atau lotion pengering (contoh, calamine), dan mandi bubur gandum (misal:Aveenobath) juga menyembuhkan . terutama jika melibatkan daerah kulit yang luas. Dengan pengobatan yang tepat, dermatitis kontak alergi akut biasanya bersih tanpa komplikasi dalam 1 sampai 2 minggu, tetapi dermatitis dapat kambuh jika zat atau bahan yang menyebabkannya tidak dapat diidentifikasi atau dihindari. Hal ini penting untuk menghindari kontakalergi, dan kadang-kadang mengganti pekerjaan atau mengubah kebiasaan kerja (misal, penggunaan sarung tangan pelindung) mungkin diperlukan jika kemerahan disebabkan oleh pajanan karena pekerjaan.

Pengobatan dermatitis kontak alergi kronis mungkin lebih sulit, karena kulit sering mengeras dan menebal dan peradangan aktif sedikit hebat. Pada pasien ini penghindaran alergen komplit dan terapi pelembab yang agresif adalah dua aspek paling penting dari program pengobatannya.

Eksim Alergi | Alergi Kulit terhadap Sinar Matahari

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.