Diagnosis Lupus

Penyakit lupus akan menjadi sangat berbahaya jika menyerang organ-organ dalam, misalnya ginjal yang menimbulkan radang ginjal, atau menyerang otak yang menimbulkan radang otak, mengacaukan jumlah sel-sel darah, menimbulkan kecenderungan pembekuan darah yang bisa menyebabkan trombosis, dan sebagainya. Karena itu, yang dianggap paling berbahaya adalah tipe SLE karena sifatnya sistemik, berpotensi menyerang jeroan-jeroan kita. Namun dengan pengobatan dan perawatan yang benar, SLE bisa dikendalikan. Apalagi lupus jenis ini mempunyai saat-saat remisi (remission), dimana gejala menghilang dan seolah-olah penyakitnya sembuh. Pada saat-saat semacam ini, penderita bisa menjalani kehidupan atau aktivitas sehari-hari dengan normal, tidak menderita gejala-gejala lupus yang menyakitkan. Namun penderita harus tetap waspada, tetap menjaga kesehatannya dengan cara melakukan pola hidup sehat.

Diagnosis Penyakit Lupus

Pertama-tama dokter pasti akan menanyakan gejala yang diderita pasien dan riwayat medis. Suspek lupus berdasarkan gejala, terutama jika si pasien adalah wanita muda. Lupus bisa sulit didiagnosis. Ini disebabkan lupus bisa menyerang organ-organ dalam, selain itu gejalanya pun bervariasi dan tidak sama pada tiap penderita. Berikut ini pedoman diagnosis dokter, yaitu dengan melakukan pemeriksaan pada bagian-bagian tubuh atau perubahan-perubahan berikut:

* kulit
* darah
* fatique
* sendi
* jantung
* demam
* ginjal
* paru
* otak
* kelenjar yang membengkak
* sistem saraf
* perubahan berat badan

Dan beberapa manifestasi berikut ini menunjukkan bukti klinis dari penyakit multi-symptom:

Kulit – ruam, borok mulut, rambut rontok
Sendi – rasa sakit, warna kemerahan, membengkak
Ginjal – analisis urine yang abnormal
Jaringan – pleurisy, pericarditis, peritonitis
Darah – haemolyticanemia, leucopenia
Paru – napas pendek, batuk
Sistem Saraf – convulsions, psychosis

Minimal ada empat gejala, sudah mencukupi bagi dokter untuk memutuskan bahwa yang dihadapinya memang mengidap penyakit lupus. Kemudian ia akan melakukan tes darah berikutnya, dan mempelajari riwayat medis keluarganya.

Sesungguhnya diagnosis lupus tidak dapat dilakukan seketika, penyebab sebenarnya masih tetap belum diketahui dengan pasti, dan gejalanya bisa bervariasi dari hari ke hari dan dari pasien ke pasien.

Diagnosis biasanya (di Amerika) dilakukan oleh dokter ahli reumatologi dibantu oleh dokter ahli lain, seperti dermatologi, spesialis ginjal, kardiologi, maupun ahli kandungan.

Jika Anda menyadari bahwa ada gejala-gejala lupus pada diri Anda, maka ini akan memudahkan dokter untuk mendiagnosisnya. Kemudian Anda pasti akan diminta untuk melakukan pemeriksaan laboraturium untuk mendukung diagnosis dokter. Pemeriksaan itu adalah :

* Tes darah, berupa tes antibodi, hitung sel darah (blood count, CB), sedimentasi (sedimentation rate), complement studies, tes kimia darah.

* Urinalisis, memeriksa urine 24 jam untuk evaluasi kondisi ginjal.

* Lain-lain: biopsi kulit, rontgen dada, elektrokardiogram (ECG), ekokardiogram, brain scan, EEG, tes fungsi paru, abdominal CT-scan, EMG.

Selanjutnya, dokter akan melihat organ apa yang diserang lupus agar pasien dapat dirujuk pada dokter spesialis organ tersebut. Namun dokter tetap memberikan obat-obatan untuk mengendalikan penyakit lupusnya dan meredakan gejala-gejalanya.

Pada tahun 1982 The American College of Rheumatology membuat satu set kriteria yang menjamin akurasi diagnosis lupus 98%. Jika anda memiliki empat saja dari sejumlah kriteria itu, maka dapat dipastikan lupus telah mulai menyerang Anda. Berikut ini beberapa kriteria tersebut.

* Ruam pada wajah yang khas berbentuk kupu-kupu (malar).

* Ruam khas (discoid) yang muncul pada area-area yang terekspos sinar matahari.

* Sensitivitas pada kulit (mudah “terbakar” oleh sinar matahari).

* Adanya borok (ulcer) di mulut atau sekitarnya.

* Arthritis pada minimal dua sendi yang terasa sakit, kadang membengkak, berwarna kemerahan dan panas.

* Ada radang / inflamasi pada jantung atau paru (serositis).

* Abnormalitas pada ginjal yang ditandai dengan tes fungsi ginjal (misalnya adanya protein di dalam urine menandai bahwa ginjal bermasalah).

* Psikosis (gangguan jiwa).

* Jumlah sel darah yang rendah (abnormal), ditentukan oleh tes darah yang dinamai complete blood count (CBC).

* Adanya hormone antinuclear antibodies, yang diketahui dari tes khusus laboratorium. Nyaris semua penyandang lupus darahnya mengandung antibodi tersebut yang diproduksi oleh tubuh yang menyerang isi nuclei dari sel-sel tubuh. Antibodi ini dipercaya berkontribusi menimbulkan penyakit lupus.

* Disfungsi imun. Dalam darah penyandang lupus ditemukan beberapa jenis antibodi. Antibodi-antibodi ini dapat dideteksi dengan tes khusus laboraturium.

* Demam lupus, dengan temperatur 1 atau 2 derajat di atas temperatur normal.

* Rasa lelah yang parah dan tidak ada habis-habisnya.

* Tak ada nafsu makan.

* Berat badan terus menurun.

* Gumpalan rambut rontok.

* Sakit dada dan sesak napas.

* Tekanan darah meningkat.

* Anemia.

Gejala Lupus | Dampak Lupus Secara Fisik dan Kejiwaan

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.