Diagnosis SLE

Dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami dan riwayat medis Anda. Kemudian ia akan memeriksa secara fisik. Dugaan penyakit lupus berdasarkan berbagai gejala, terutama jika Anda seorang wanita muda. Diagnosis penyakit lupus rumit karena melibatkan banyak dokter spesialis (tergantung pada gejala yang muncul), dan penyakit ini tidak memiliki gejala khas maupun gejala tunggal. Apalagi kemudian diketahui lupus menyerang banyak sistem dalam tubuh, sehingga tak ada gejala tunggal atau gejala khusus. Gejala tersebut berbeda pada masing-masing penderita.

Gejala lupus bisa parah dan mematikan, karena itu melibatkan dokter-dokter spesialis yang menangani gejala-gejala lupus.

Setelah melihat gejalanya, dokter akan melakukan tes laboratorium:
* Mengindikasi meningkatnya aktivitas autoimun.
* Tes ANA (antinuclear antibody).

Jika Anda mempunyai gejala fisik lupusa dan tes ANA yang positif, maka tidak dibutuhkan tes lebih lanjut. Namun jika dokter ragu, maka Anda akan menjalani salah satu atau lebih tes berikutnya.

Seseorang dengan faktor ANA positif belum tentu mengidap lupus. Lupus adalah penyakit yang tidak termasuk dalam golongan tertentu (axclusion). Berbagai tes dilakukan termausk tes-tes penunjang, sampai akhirnya disimpulkan bahwa Anda mengidap lupus. Itu pun tidak 100% benar, karena tidak satu pun tes yang definitif untuk lupus. Meskipun demikian ada tes untuk lupus kulit (cutaneous lupus) dengan cara biopsi dari luka (lesions) yang terdapat pada kulit. Jika tes ini positif, maka Anda terkena lupus kulit.

Faktor Resiko SLE | Gejala SLE yang Telah Berhasil Disinyalir

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.