Diet, Olahraga, dan Aktivitas Lain Untuk Menangani Gout dan Hiperurisemia

Setelah berbincang-bincang dengan dokter, Kang Asep semakin ingin menjaga kondisi tubuhnya. Ia pun ingin mengetahui tentang hal-hal yang mempengaruhi gout. Dokter Joewono pun menjelaskan dengan bijak. Untuk menjaga kondisi tubuh, seseorang perlu mengatur pola makan, berolahraga secara teratur, dan mengontrol aktivitas. Ketiga hal ini tidak hanya dilakukan oleh orang yang terkena gout, tetapi sebaiknya dilakukan dalam kondisi apa pun.

Kang Asep mulai paham. Namun, masih ada beberapa hal yang membuatnya bingung. Mumpung masih bertemu dengan dokter, Kang Asep memanfaatkan waktu untuk bertanya-tanya seputar tiga hal tersebut.

A. Diet

01 : Bagaimana cara mengatur pola makan yang baik, Dok?

Ada dua syarat makanan yang harus diperhatikan, yakni makanan yang rendah purin dan rendah kalori. Ini berlaku untuk makanan pokok, lauk pauk, buah-buahab, dan makanan lain yang dikonsumsi. Rendah purin penting mencegah hiperurisemia dan gout, sementara rendah kalori penting untuk menjaga tubuh agar bebas dari risiko sindroma metabolik yang mampu meningkatkan risiko hiperurisemia dan gout.

02 : Apakah benar, mengonsumsi sayur dalam jumlah banyak dapat mencegah gout?

Pada intinya, sayur memiliki serat yang cukup tinggi. Serat berguna untuk memperlancar proses pencernaan. Namun, kita juga harus memastikan sayur yang dikonsumsi adalah sayur yang mengandung purin rendah atau sedang.
Tip Memilih Makanan :
– Kurangi makanan berkalori tinggi dan asupan yang mengandung pemanis, terutama pemanis buatan, untuk mengurangi berat badan berlebih.
– KonsumsiĀ  makanan berkarbohidrat yang termasuk dalam golongan pertama, dan sesekali selingi dengan makanan golongan kedua.
– Tambahkan asupan vitamin C, beta koren, asam folat, dan vitamin B12. Vitamin tersebut banyak terdapat dalam buah dan sayur yang berwarna kemerahan, oranye, dan kuning. Misalnya, tomat, wortel, pepaya, belimbing manis, paprika merah, stroberi, jambu biji, dan semangka.
– Kurangi konsumsi makanan berlemak dan makanan dengan kadar natrium tinggi. Keduanya dapat mencegah timbulnya sindroma metabolik
Catatan :
Makan 6 x menu ringan sehari lebih baik dari pada 3 x menu berat. Ini dapat membantu mengurangi kemungkinan pelepasan insulin yang berlebihan sehingga mencegah terjadinya sindroma metabolik akibat resistensi insulin.

03 : Jenis buah apa yang baik untuk saya, Dok?

Pada dasarnya, semua buah baik karena mengandung banyak sekali, vitamin, mineral, lemak, dan protein nabati yang dibutuhkan tubuh. Namun, ada buah yang harus diwaspadai, yakni durian dan avokad. Durian mengandung purin yang tinggi dan avokad mengandung banyak niasin. Ada juga buah yang harus dikontrol konsumsinya karena bersifat asam, misalnya jeruk, apel, dan nanas. Nah, nanas mengandung bromelia yang bermanfaat untuk meredakan serangan gout. Dengan mengonsumsi nanas, proses radang pada serangan gout bisa berkurang.

04 : Mm…lalu apa yang harus saya konsumsi saat sarapan, makan siang, dan makan malam, Dok?

Penderita gout boleh makan apa saja yang ada di golongan pertama dan kedua. Makanan yang harus dihindari adalah makanan golongan ketiga. Nah, makanan tersebut dapat dikombinasikan sesuai selera. Nanti, saya akan berikan tip membuat menu yang menggoda selera, tetapi tetap sehat dan bisa digunakan sebagai terapi.

B. Olahraga

05 : Jenis olahraga apa yang bisa mengurangi gout?

Olahraga yang bisa mengurangi gout adalah olahraga yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Maksudnya, olahraga yang tidak terlalu membani tubuh. Bagaimana caranya? Ada tiga langkah pertama, lakukan pemanasan. Langkah kedua, tingkatkan beban olahraga sedikit demi sedikit. Langkah ketiga penuhi kebutuhan cairan tubuh.

Olahraga bermanfaat untuk mencegah terjadinya nyeri sendi saat gout menyerang. Olahrraga juga bermanfaat untuk melancarkan suplai nutrisi ke jaringan sendi, membuang produk-produk sisa metabolisme, menguatkan otot sekitar sendiĀ  sehingga lebih efektif dalam menyangga tubuh, dan mengurangi kemungkinan trauma lalu luka.
*Langkah-Langkah Berolahraga
A. Pemanasan
pemanasan atau peragaan otot (stretching) penting untuk menyediakan cukup ATP (adenosin trifosfat) bagi tubuh. Selain itu, dengan melakukan peregangkan otot, Tubuh dapat terindar dari cedera, seperti terkilir. Cedera-cedera ini baik besar maupun kecil harus dikurangi agar tidak mencetuskan gout di kemudian hari. Gerakan-gerakan pemanasan ini juga dapat membantu tubuh memompa darah secara merata, ritmis, dan teratur. Dengan demikian, zat-zat berbahaya, termasuk asam urat, dengan mudah keluar dari tubuh melalui keringat.

Pemanasan yang baik memenuhi tiga kriteria berikut :
1. Dilakukan selama 15 – 25 % dari waktu olahraga inti. Jika olahraga inti dilakukan selama dua jam, pemanasan dilakukan selama 20-30 menit.
2. Dapat memperluas ruang gerak sendi dan otot-otot untuk mencegah cedera.
3. Dapat membuang tekanan darah naik sekitar 5-10 mmHg dan denyut nadi menjadi 90-110 ketukan permenit.
Catatan :
*Bila ketukan nadi berkisar 110-120 per menit, lakukan istirahat sekitar 1-2 menit. Kemudian, Hitung denyut nadi kembali. Bila denyut menurun, lanjutkan olahraga ke bagian inti. Namun, bila tidak turun, ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Mungkin saja, kapasitas pemanasan berlebih, tubuh jarang berolahraga, ataupun tubuh tergolong memiliki denyut nadi cepat. Kalau memang demikian, sebaiknya sederhanakan pola pemanasan di kemudian hari. Selain itu, sederhanakan pola kapasitas inti.
*Bila denyut nadi menjadi lebih dari 120 ketukan per menit, lakukan istirahat dan segera konsultasikan dengan dokter.

B. Latihan Inti
Selama melakukan olahraga inti, tingkatkan beban secara bertahap. Ini dilakukan agar tubuh dapat beradaptsi terhadap program latihan. Bila tak sempat adaptasi, tubuh akan mengalami keletihan yang luar biasa. Selain itu, risiko terjadinya cedera akan semakin besar. Keletihan yang berlebihan ini menyebabkan pengolahan ATP tidak sempurna sehingga meningkatkan risiko gout.

C. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh
Sebelum melakukan pemanasan, sekitar 10-15 menit, minum air putih sebanyak 3-4 gelas. Air putih ini berfungsi sebagai cadangan cairan tubuh. Lalu, diantara pemanasan dan olahraga inti, minum air sebanyak 1-2 gelas. Ini dilakukan untuk mengganti cairan yang hilang pada saat pemanasan.

C. Aktivitas

06 : Bagaimana saya harus mengatur aktivitas saya, Dok?

Ada dua hal yang penting yang harus diingat, yakni lakukan aktivitas yang bervariasi dan hindari stres. Orang yang menjadi tukang jahit, juru ketik, pekerja kantoran, atau pekerjaan lainnya yang mengharuskan bertahan lama dalam satu posisi, harus sering-sering melakukan peregangan. Jadi, sesekali waktu kita harus istirahat dan melepas beban fisik. Istirahat tidak perlu terlalu lama , cukup sekitar 3-5 menit. Saat beristirahat, lakukan gerakan stretching dan hirup nafas dalam secara teratur. Hal ini berfungsi untuk mengedarkan oksigen dan energi ke seluruh tubuh. Kalau di antara makan pagi dan makan siang dibutuhkan coffe break, maka di sela-sela bekerja, kita butuh stretch break.
*lakukan stretch-break dan variasikan aktivitas untuk menurunkan ketegangan otot.

07 : Haruskah saya pensiun kalau merasa stres di tempat kerja?

Tidak perlu pensiun kalau stres karena ukuran stres sebenarnya sangat relatif. Beban pekerjaan yang kita anggap kecil, bisa jadi dianggap besar oleh orang lain. Jadi, sebenarnya tingkat stres bergantung pada persepsi tiap orang. Meskipun tidak bekerja bukan berarti kita tidak akan stres. Hal ini akan berbeda bila kita dengan sabar menerima keadaan sambil terus berusaha dan berdoa. Mungkin, stres tidak mudah muncul. Di sinilah pentingnya ilmu ikhlas. Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang kalau bukan orang itu sendiri yang mengubahnya, kan?

Pencegahan dan Pengobatan Gout dan Hiperurisemia | Resep Sederhana untuk Terapi Gout dan Hiperurisemia

This entry was posted in Asam Urat. Bookmark the permalink.