Discoid Lupus Erythematosus (DLE)

Discoid Lupus Erythematosus (DLE) tidak separah SLE. DLE hanya menyerang kulit dengan gejala ruam berbentuk bulat dan berwarna kemerahan. Bentuk ruam membulat cakram, kadang bersisik. Terjadi di wajah, kulit kepala, atau kulit tubuh mana saja. Dapat diketahui dari perubahan warna kulit dalam bentuk bulat. Setelah sembuh DLE biasanya meninggalkan bekas berupa noda-noda yang berbeda warna dengan kulit sehat. Selama ini diketahui bahwa 15% dari pasien lupus adalah DLE.

Penyebab DLE

DLE umumnya disebabkan oleh penyakit autoimun yang telah terlebih dahulu diderita psien. Awal terjadinya lupus ketika jaringan tubuh diserang oleh sistem imun dirinya sendiri. Seperti juga SLE, DLE juga lebih banyak menyerang wanita dibanding pria.

Pengobatan DLE

Pengobatan DLE sama dengan SLE, tergantung dari gejala dan parah atau ringannya penyakit. Sisi baiknya, DLE tidak bersifat sistemik, sehingga gejala terbatas hanya pada ruam kulit, dan tidak ada serangan pada sistem tubuh bagian dalam. Selain obat-obat kortison dan malarial, juga pengobatan yang bisa mengendalikan sistem imun yang salah fungsi. Pasien DLE juga tidak dianjurkan terpapar sinar matahari, dianjurkan untuk menjauhi / mengelola stres, dan banyak istirahat / relaksasi.

Dari sisi pola makan, seperti pasien SLE, sebaiknya pasien DLE, juga menganut pola makan seimbang, banyak mengkonsumsi sayur dan buah, hindari merokok dan minuman beralkohol, serta lakukan olahraga teratur dan terukur.

Dokter yang merawat pasien DLE adalah ahli penyakit kulit. Untuk ruam-ruam di kulit, sebaiknya dirawat oleh seorang dermatologis, namun untuk lupusnya sendiri tetap harus di bawah pengawasan dokter yang berwenang untuk itu.

Apakah sendi-sendi sakit ada hubungannya dengan penyakit lupus?

Memang ada sangat sedikit pasien discoid lupus yang mengalami gejala sistemik. Menurut penelitian, ada sekitar 5% pasien DLE pada suatu saat mengalami flare dengan gejala seperti penderita SLE. Agaknya Anda salah satu dari yang sangat sedikit itu. Pasien discoid lupus yang mendapat gejala sistemik, seperti sakit sendi, sakit otot, demam, atau fatique sebaiknya segera lapor ke dokter untuk diteliti lebih jauh apakah dalam darahnya ada antibodi dan seberapa kadarnya. Dengan demikian ada kepastian apakah ada keterlibatan unsur sistemik dalam penyakit lupus yang Anda derita, sehingga dapat diobati secara tepat.

Apakah Pemakaian Obat-obatan Immunosuppressive dalam Jangka Panjang dapat Meningkatkan Risiko Kanker? | Drug Induced Lupus (DIL)

This entry was posted in Lupus. Bookmark the permalink.