Eksim Alergi

Eksim alergi, juga dikenal sebagai dermatitis atopik, adalah suatu ruam (rush) kulit gatal yang kronis. Dermatitis atopik paling sering bermula pada masa bayi atau usia awal masa kanak-kanak dan sembuh atau membaik pada sebagian besar kasus saat usia 10 tahun. Pada sejumlah kecil kasus, dermatitis terus berlanjut hingga dewasa atau timbul pertama kali belakangan dalam kehidupan. Ruam ini terutama terjadi pada kulit di siku lengan (di setiap sambungan lengan atas dan bawah), dibelakang lutut, dan dalam jumlah yang lebih sedikit, di pergelangan kaki, pergelangan tangan, muka, leher, dan dada bagian atas. Pada orang dewasa, dermatitis atopik dapat juga mengenai kulit sekitar mata termasuk lipatan mata.

Penyebab dermatitis atopik tidak dipahami sepenuhnya, tetapi kita tahu ada peradangan alergi yang menetap di kulit, yang ikut andil terhadap atau terjadi bersamaan dengan ketidakmampuan signifikan kulit untuk menahan kelembaban. Pasien dengan dermatitis atopik secara keseluruhan sensitif terhadap sejumlah faktor lingkungan tidak spesifik, meliputi mandi atau pancuran air panas, kelembaban lingkungan rendah, sabun, detergen, dan kain yang menimbulkan rasa gatal, seperti wol.

Bersamaan dengan faktor diatas, alergi makanan memiliki peran sangat penting untuk memicu munculnya ruam pada anak-anak. Diperkirakan sampai 25% anak mengalami reaksi alergi paling sedikit pada satu makanan. Reaksi yang paling sering terhadap alergi makanan pada pasien dengan dermatitis atopik adalah kemerahan dan gatal pada kulit seluruh tubuh dan biasanya terjadi dalam waktu 30 sampai 60 menit setelah makan. Makanan yang paling sering memicu dermatitis atopik adalah susu, telur, gandum, kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang pohon. Alergi terhadap makanan ini didiagnosis seperti yang telah diuraikan sebelumnya di dalam buku ini, dengan uji cukit kulit atau uji darah terhadap IgE makanan. Jika suatu makanan sudah diidentifikasi dengan tes, dan belum jelas makanan mana yang sebenarnya menjadi pemicu ruam, ahli alergi dapat merekomendasikan uji percobaan makanan oral (oral food challenge). Dalam uji percobaan makanan, makanan yang dicurigai diberikan pada pasien mulai dengan jumlah sedikit dan secara bertahap dinaikkan dosisnya. Timbulnya ruam atau gejala lain seperti diare menunjukkan bahwa pasien alergi terhadap makanan. Dalam beberapa kasus, penghindaran makanan alergenik mempunyai efek besar terhadap timbulnya kemerahan dan gatal setiap hari.

Alergen di udara seperti tungau debu rumah, serpih kulit mati binatang, jamur, dan tepung sari, juga memperburuk dermatitis atopik. Hasilnya kurang konsisten daripada yang terlihat dengan makanan. Namun pada pasien hipersensitif, untuk menghindari alergen seperti tungau debu, binatang dan jamur tindakan penghindaran alergen harus dilakukan sesegera mungkin dengan harapan mrngurangi kebutuhan obat.

Dermatitis atopik sering kali didapati pada keluarga yang anggota keluarganya mengidap asma atau hay fever. Sekitar tiga dari lima bayi atau anak-anak yang mengidap dermatitis atopik belakangan terkena hay fever dan asma.

Pada pasien dermatitik atopik, langkah pertama adalah melembabkan seluruh kulit. Pada masa lalu, dokter secara rutin merekomendasikan pasien unruk menghindari mandi karena yakin bahwa hal itu menyebabkan kekeringan kulit lebih lanjut. Sekarang kebanyakan ahli percaya bahwa mandi setiap hari sanagt membantu mengembalikan kelembaban kulit. Untuk membantu hal ini tercapai, saya mendorong orang tua untuk merendam anak mereka dalam bak berisi air hangat (suam-suam kuku) selama paling sedikit 15 menit dan jika wajah juga menjadi basah maka bagian wajah ditutupi handuk basah selama waktu tersebut. Saya tegaskan kata suam-suam kuku, karena air panas membuat kulit kering iritasi, gatal lebih lanjut. Sementara itu, mandi pancuran lebih baik daripada tidak mandi sama sekali dan berendam di bak lebih disukai.

Setelah selesai mandi, kulit harus dikeringkan dengan ditepuk-tepuk perlahan memakai handuk lembut. Segera setelah ini, pelembab harus dipakai pada seluruh tubuh, terutama pada daerah yang rentan terhadap ruam. Pelembab akan menolong menahan air yang masuk ke kulit sewaktu mandi dan menolong mencegah kehilangan air dari kulit di masa datang. Pelembab terbaik mengandung lemak tinggi, salep adalah bentuk terbaik pelembab, diikuti dengan krim lalu lotion.

Kecuali pelembab, ada tip lain yang harus dipertimbangkan dalam mengobati eksim. Pasien yang tinggal di wilayah geografi yang sangat kering, pemakaian alat pelembab ruangan kadang-kadang dapat menolong. Penghindaran bahan iritasi juga sangat penting, yang berarti menghilangkan parfum atau sabun wangi yang menyengat, membatasi pemakaian sabun di daerah lengan bawah atau kelamin atau daerah sangat kering. Bilaslah semua sabun dari tubuh dengan sempurna. Yang sama pentingnya adalah memperlakukan semua baju yang dicuci dengan dibilas dua kali untuk menghilangkan semua sisa detergen yang mungkin tertinggal di kain. Seperti yang dibahas diatas (pada pertanyaan 95), makanan alergenik diidentifikasikan dengan uji kulit atau darah dan mungkin percobaan makanan harus dihindari dengan tegas, dan tindakan pengendalian lingkungan ditujukan pada alergen udara yang berkaitan (tungau debu rumah, binatang, jamur) harus dilakukan.

Jika semua tinadakan diatas telah dikerjakan dan anak masih mengalami kekambuhan ruam, maka obat diperlukan. Pada bagian tubuh dengan ruam yang aktif, kortikosteroid topikal yang digunakan untuk 7 sampai 10 hari sangat efektif mengurangi gatal, kemerahan, penebalan kulit kering yang kasar dan mempercepat penyembuhan kemerahan. Untuk wajah dan leher yang terbaik adalah memakai steroid tipikal potensi rendah (seperti krim) hidrokortison 1% atau 2,5% yang umumnya efektif tanpa menyebabkan penipisan kulit. Untuk badan, steroid tipikal potensi sedang (seperti salep triamcinolone 0,1%) biasanya cukup untuk menghilangkan tanda-tanda peradangan. Namun pada anak-anak dengan dermatitis sedang sampai berat, kemerahan kulit sering timbul kembali setelah berhenti steroid. Dalam situasi ini, pemakaian anti inflamasi non steroid seperti Protopic (salep tacrolismus) dan Elidel (krim pimecrolimus), menyebabkan ruam berkurang dengan jelas untuk jangka waktu berminggu-minggu sampai berbulan-bulan sebelum kekambuhan selanjutnya. Peradangan dermatitis atopik dapat diperburuk oleh infeksi bakteri di kulit. Anak-anak dengan kemerahan kulit dan krusta di seluruh tubuhnya dapat membaik dengan pemberian antibiotik selama 2 minggu seperti cephalosporin (cephalexin). Dalam situasi dimana daerah infeksi sangat kecil dan terlokalisasi, pemberian antibiotika topikal seperti Bactroban (mupiroxino cukup ade kuat.

Kemerahan kulit yang tidak gatal biasanya bukan eksim. Kasar, dan bentol kering yang terlihat dan terasa seperti ampelas dan terjadi di lengan atas, kaki dan muka pada anak-anak yang umumnya disebabkan keratosis pilaris (KP). KP biasa tidak gatal, tidak merah dan meradang. Jenis kemerahan ini disebabkan pembentukan tidak normal dari keratin protein kulit dalam folikel kulit. KP tampaknya berkaitan dengan penyakit alergi seperti dermatitis atopik, rinitis alergi, dan asma, tetapi KP dapat juga terjadi pada orang-orang tanpa alergi. KP biasanya tidak memerlukan pengobatan dan cenderung sembuh pada masa anak-anak. Beberapa orang khawatir pada penampakan kosmetik KP; pengobatan dengan berbagai krim pelembab yang dijual bebas dapat menolong, atau diperlukan obat resep krim yang mengandung asam laktat (LacHydrin) atau tretinoin (Retin-A).

Pengobatan untuk Biduran | Dermatitis Kontak

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.