Etiologi Osteoartritis (Bagian 1)

Untuk menjelaskan bagaimana terjadinya kelainan patologis lapisan rawan sendi yang kemudian dilanjutkan dengan kelainan jaringan sekitar sendi, baik jaringan lunak maupun keras, maka perlu diketahui sedikit mengenai lapisan rawan sendi tersebut.

Lapisan rawan sendi

Lapisan rawan sendi terdiri dari dua tipe, yaitu fibrocartilage dan hyaline cartilage. Contoh fibrocartilage adalah jaringan meniscus, sedangkan hyaline cartilage banyak terdapat pada lapisan rawan sendi.

Jaringan hyaline ini akan dapat menyerap tenaga benturan, sehingga lapisan rawan sendi tidak mudah rusak. Di samping itu jaringan ini mempunyai koefisioen friksi yang rendah, sehingga dapat menjaga lapisan dari kerusakan akibat gesekan (wear and tear damage), di samping juga menambah stabilitas sendi.

Sel chondrocytes terdapat dalam lapisan rawan sendi, berfungsi sebagai penghasil matriks dan juga mempertahankan matriks dan proses remodeling matriks ekstra seluler. Aktivitas sel ini diatur oleh faktor mekanik, cytokines, dan hormon growth factors.

Sebagai contoh, interleukin-1 dapat merangsang chondrocytes menghasilkan prointlamatory mediators seperti metalloprotease (MMPs), sedangkan transforming growth factors beta dapat merangsang chondrocytes untuk membelah diri, dan menghasilkan collagen type II, dan proteoglycan. Sedangkan interleukin-4 sebagai pelindung (chondroprotector) yang diaktifkan pada saat ada tekanan pada lapisan rawan sendi.

Collagen dapat menjadi sumber kekuatan yang menahan tekanan tensile dan sebagai jaringan matriks ekstra selluler untuk sel chondrocytes dan proteoglycan. Kebanyakan collagen pada lapisan rawan sendi adalah tipe II kl 90% dan sebagian kecil tipe IX dan XI. Collagen ini dianggap dapat menahan tenaga gesekan pada lapisan rawan sendi.

Proteoglycan sebagian besar terdiri dari aggrecan, biglycan, dan decorin. Glycoaminoglycan terdiri dari molekul chondroitin sulphate dan keratin sulphate. Molekul aggrecan akan melekat pada rantai asam hyaloronic.

Cairan synovial merupakan cairan plasma tanpa set yang melindungi lapisan sendi serta memberikan pelicin pada pergerakan sendi. Cairan ini mempunyai viskositas yang tinggi akibat polymerisasi yang tinggi dari asam hyaloronate.

Homeostasis lapisan rawan sendi. Pada sendi normal ada homeostasis dari lapisan ini, yaitu bila terjadi kerusakan matriks maka akan terjadi pembentukan matriks baru. Pembentukan ini dilakukan oleh sel chondrocytes setelah mendapat stimulasi dari growth hormone, sedangkan interleukin-1 dan tumor necrotizing factor akan merangsang degradasi matriks yang rusak. Kalau keseimbangan ini terganggu, maka akan terjadi kerusakan lapisan rawan sendi.

Osteoartritis, sebagaimana dikemukakan sebelumnya, dianggap sebagai akibat beberapa penyakit dan faktor lokal, seperti kelainan anatomi baik karena bawaan ataupun didapat klasifikasi osteoarthrosis ini disebutkan idiopathic, kalau tidak ditemukan adanya penyakit lain yang mendasarinya. Sedangkan skunder apabila didapatkan penyakit lain yang dianggap mengakibatkan kelainan ini. Sekunder dapat terjadi karena adanya trauma yang abnormal pada sendi, kelainan sendi sendiri seperti haernochromatosis, chronic inflammatory arthritis, chronic crystal joint disease septic arthgri’is.

Primary osteoarthritis :
* Peripheral joint; nodal ast PIP dan DIP joint
* First MCP and MTP joint
* Large Joint (knee and hip)

Spine
Variant on inflammatory osteoarthritis (osteoartritis inflamasi)
* Generalized osteoarthritis (osteoartritis umum)
* Diffuse idiopathic skeletal hyperostosis

Secondary :
* Traumatic (occupational, sport)
* Local joint disorders : osteonecrosis, post infectious
* Diffuse joint disorder : rheumatoid arthritis, hypermobility syndrome
* Endocrine disorder : diabetic, acromegaly
* Systemic metabolic disease : haemochromatosis, ochronosis

Wilson disease :
* Crystal joint disease : gout, calcium crystal disease
Calcium pyrophosphate dehydrate

Calcium apatite :
Neuropathic disease (Charcot joint) : tabes dorsalis, DM.

Faktor Resiko Osteoartritis (Bagian 2)

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.