Faktor Lain Pemicu Alergi pada Hidung

Secara luas sudah dipercaya bahwa minum susu atau makanan yang mengandung susu menyebabkan peningkatan produksi lendir hidung. Namun, tidak ada bukti ilmiah bahwa konsumsi susu setiap hari memiliki efek kronis pada produksi lendir hidung. Susu dapat bekerja sebagai alergen pada anak-anak (biasanya di bawah usia 5 tahun) dan kadang-kadang anak-anak lebih tua dan orang dewasa. Alergi susu biasanya bermanifestasi dengan berbagai macam gejala saluran cerna, meliputi diare, keram; kulit kemerahan, eksim atau biduran; dan jarang anafilaksis, meliputi pembengkakan tenggorok, bunyi mengi, dan/atau tekanan darah rendah. Jika Anda menduga bahwa ada anggota keluarga Anda yang tidak dapat mentoleransi susu, beritahukan dokter untuk menjadi perhatian, menyelidiki apakah evaluasi alergi dapat bermanfaat. Karena susu adalah sumber yang sangat penting untuk vitamin A, D, riboflavin, kalsium, dan protein, saya menentang penghilangan susu dan produk lain yang terbuat dari susu dalam diet mereka tanpa konsultasi dokter.

Sering kali, pasien-pasien dengan hidung mampet (kongesti) disebabkan oleh infeksi pernapasan atas akut atau hidung alergi mengobati dirinya sendiri dengan obat bebas semprot hidung dekongestan seperti Neo-Synephrine (phenylephrine) atau Arifin (oxymetazoline). Pemakaian jangka pendek obat ini, selama 3 sampai 5 hari umumnya dianggap aman, saat pasien memakai semprot hidung untuk periode waktu lama, hidung mereka sering kali mampet kembali. Masalah ini disebut rinitis medikamentosa, yang bila tidak diterapi dengan benar, dapat memburuk. Saat hidung mampet kembali dan menjadi lebih berat, banyak orang secara sederhana meningkatkan jumlah semprot hidung dekongestan untuk mengobati gejala-gejala yang meningkat. Jarang, pasien-pasien berhenti menggunakan semprot dekongestan mereka setiap jam, bangun di malam hari berkali-kali untuk memakai obat. Pada keadaan ini, pasien memerlukan pengobatan teratur dengan semprot hidung kortikosteroid untuk beberapa minggu dan perlu menemukan penyebab dasar dari gejala hidung yang sebenarnya. Jika kortikosteroid topikal pada hidung tidak efektif, steroid oral (obat steroid diminum) diperlukan untuk beberapa hari sampai jaringan hidung sembuh.

Minuman alkohol, menimbulkan dilatasi pembuluh darah seluruh tubuh, termasuk hidung dan sering kali menyebabkan peningkatan kongesti hidung. Efek alkohol adalah mengeringkan dan membuat lendir hidung mengental. Biasanya tidak menimbulkan gejala lain, seperti bersin, gatal, atau hidung berlendir.

Efek alkohol sementara dan biasanya diketahui pasien setelah mengalami berkali-kali. Dalam kasus jarang, seorang pasien mungkin alergi terhadap suatu komponen dalam minuman, seperti ragi, yang dapat memicu gejala hidung juga keluhan sistemik lainnya.

Menghisap tembakau, entah dalam bentuk rokok, cerutu, atau pipa, menurut pengamatan juga menimbulkan gejala pada hidung. Diperkirakan tar dan produk-produk hasil pembakaran bekerja sebagai bahan iritan terhadap mukosa membran, menimbulkan peningkatan kongesti, bersin, dan lendir hidung. Sementara pasien kemungkinan tidak alergi terhadap tembakau itu sendiri, daun kering tembakau mungkin mengandung cukup banyak berbagai macam tipe jamur, yang dapat bekerja sebagai alergen pernapasan pada individu yang sensitif. Komentar yang sama mungkin berlaku untuk marijuana, yang dapat bekerja sebagai iritan kuat dan memicu gejala-gejala hidung tetapi tidak bekerja sebagai suatu alergen.

Kokain paling sering digunakan lewat hidung (intranasal), dan banyak pemakainya yang kronis mengeluh iritasi hidung, hidung kering, mimisan berulang, hidung mampet, dan nyeri wajah. Sumber yang paling mungkin dari gejala-gejala ini adalah kontriksi (penyempitan) pembuluh darah dalam membran mukosa dan septum, yang puncaknya berakibat perforasi atau lubang di septum (disebut “coke nose”). Kongesti hidung adalah keluhan umum bagi pengguna kokain, banyak dari mereka mengobati diri sendiri dengan dekongestan hidung seperti oxymetazoline, yang menambah masalah karena obat ini juga menimbulkan konstriksi pembuluh darah.

Faktor Lingkungan Pemicu Alergi pada Hidung | Septum Hidung Bengkok

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.