Faktor Lingkungan Pemicu Alergi pada Hidung

Alergen paling penting yang menyebabkan rinitis alergi adalah bahan di udara. Alergen di udara dapat dibagi menjadi musiman dan sepanjang tahun (disebut “perennial”). Alergen musiman umumnya ada di lingkungan luar rumah dan meliputi tepung sari pohon, rumput, ilalang dan jamur. Di Amerika Serikat, tepung sari pohon biasanya ditemukan di awal musim semi (Februari sampai April), tepung sari rumput di musim panas (Mei, Juni, Juli), dan tepung sari ilalang di akhir musim panas dan awal musim gugur (Agustus, September, dan Oktober). Semua tumbuhan ini menghasilkan butiran tepung sari yang kecil dan ringan dapat terbang di udara sejauh beberapa kilometer dibandingkan dengan buah dan bunga, yang bergantung serangga untuk penyerbukan. Jamur di lingkungan luar, paling sering adalah Cladosporium dan Alternaria, dapat ditemukan di luar rumah pada jumlah yang tinggi sepanjang tahun, tetapi jumlah puncak biasanya terjadi di akhir musim panas dan gugur, terutama di Amerika bagian Utara sampai Barat. Alergen perennial biasanya ditemukan di dalam rumah dan meliputi tungau debu rumah, bulu binatang atau kulit, jamur (seperti Aspergillus dan Penicillium), dan kecoa. Alergi makanan bukan penyebab umum dari alergi pada hidung dan lebih sering menimbulkan masalah pada anak kecil yang juga menderita eksim. Namun, makanan dan minuman tertentu, khususnya yang mengandung alkohol dapat menyebabkan vasodilasi pembuluh darah di hidung, yang menimbulkan hidung mampet.

Banyak pasien mencatat kumpulan gejala utama yang timbul, atau memburuk, saat mereka bekerja. Kondisi ini berkenaan dengan rinitis okupasi (pekerjaan). Penyebab gejala paling sering yang berhubungan dengan pekerjaan adalah bahan iritan di udara. Contoh bahan iritan yang umum di tempat kerja yaitu debu kayu (tukang kayu), debu kertas (pekerja kantor), debu tekstil (konfeksi), asap (petugas pemadam kebakaran), cairan pembersih (petugas kebersihan), lem cepat kering (perajin perabot rumah), cat (tukang cat). Hal ini penting diketahui bahwa bahan-bahan tersebut tidak menyebabkan reaksi alergi sebenarnya, oleh karena itu tes alergi lewat darah dan kulit tidak dapat dilakukan. Contoh umum alergen sebenarnya yang menyebabkan rinitis di tempat kerja meliputi bulu binatang (pekerja laboratorium dan dokter hewan), tepung terigu (pembuat roti), dan tepung sari tanaman (tukang kebun).

Ada sekelompok besar orang, mungkin merupakan 50% dari pasien dengan gejala kronis pada hidung, yang menimbulkan hidung berair dan/atau sumbatan bila mereka berada di sekitar pencetus bukan alergi tertentu. Gangguan hidung ini disebut rinitis nonalergis, dan pemicu yang paling sering dilaporkan yaitu air dingin, bahan iritan di udara (misal, pewangi, uap cat), perubahan udara, dan makanan pedas. Dalam kasus masakan pedas, penting untuk dicatat bahwa makanan tidak bekerja sebagai alergen dan tidak akan memicu gejala-gejala lebih berat seperti tenggorokan bengkak atau bunyi mengi jika terpajan kembali di masa yang akan datang.

Parfum, seperti banyak produk pewangi lain, adalah zat organik mudah menguap yang, pada suhu ruangan, menguap sangat cepat dan memasuki udara sebagai partikel-partikel kecil. Penting untuk diketahui bahwa efek iritan ini bukan disebabkan karena alergi terhadap parfum, dan tidak ada tes kulit atau tes darah yang dapat menunjukkan bahwa seseorang sensitif terhadap bahan itu. Bila pasien dengan masalah ini dapat mengantisipasi bahwa mereka akan terpajan pada pencetus yang telah diketahui, seperti parfum, mereka dapat memakai semprot hidung yang mengandung ipratropium bromide 0,03% (dua semprot per lubang hidung, dan tunggu 15 sampai 20 menit sebelum semprotan selanjutnya) untuk menghambat timbulnya gejala. Pada pasien rinitis nonalergi dengan gejala-gejala harian, kronis karena sering terkena dengan pemicu yang sudah diketahui, pemakaian semprot hidung yang mengandung azelastine hydrochloride dengan teratur, juga sangat efektif.

Gejala Alergi pada Hidung | Faktor Lain Pemicu Alergi pada Hidung

This entry was posted in Alergi. Bookmark the permalink.