Faktor Resiko Osteoartritis (Bagian 1)

Ada beberapa hal yang bisa memacu timbulnya osteoartritis, yaitu :

1. Usia
Sebelum usia 50 tahun, prevalensi osteoartritis lebih tinggi pada pria, tetapi setelah 50 tahun pada wanitalah yang lebih tinggi. Semakin bertambah usia, prevalensi pada suatu populasi semkain itnggi atau meningkat.

2. Gender
Osteoartritis lebih banyak ditemukan pada wanita, terutama usia diatas 50 tahun. Osteoartritis lutut pada wanita lebih tinggi dibandingkan pria (34% dibandingkan 30,9%).

3. Ras / warna kulit
Osteoartritis lebih banyak ditemukan pada ras kulit berwarna dibandingkan kulit putih. Osteoartritis lutut lebih banyak ditemukan pada wanita kulit hitam, ini mungkin ada hubungannya dengan berat badan relatif yang lebih tinggi pada wanita kulit hitam daripada kulit putih.

4. Faktor genetis / keturunan
Orang yang memiliki keluarga dengan osteoartritis, lebih mudah terserang penyakit osteoartritis.

5. Nutrisi
Faktor nutrisi mempengaruhi perjalanan penyakit osteoartritis. Asupan makanan yang mengandung banyak mikronurien, seperti vitamin E, vitamin C, dan buah-buahan yang mengandung karotein, dapat mencegah timbulnya osteoartritis. Ada dampak sebagai antioksidan dari vitamin C dan vitamin E. Vitamin C dibutuhkan pada metabolisme kolagen dan vitamin E mempunyai dampak pada inflamasi ringan atau synovitis (sakit pada sendi) yang terjadi pada osteoartritis. Sedangkan vitamin D yang rendah berhubungan dengan progerifnya perjalanan penyakit osteoartritis.

6. Obesitas
Orang-orang dengan berat badan berlebih, beresiko terhadap timbulnya osteoartritis lutut yang lebih besar, dibandingkan orang-orang yang punya berat badan normal.

7. Densitas massa tulang
Osteoporosis yang ditandai dengan rendahnya densitas / kepadatan massa tulang merupakan penyakit degeneratif sendi yang juga sering dijumpai pada usia lanjut, namun demikian osteoartritis dan osteoporosis biasanya atau umumnya, tidak ditemukan pada satu individu.
Prevalensi osteoporosis pada pasien osteoartritis sekitar 30%.

8. Hormonal
Hormon estrogen mempunyai pengaruh terhadap tulang rawan sendi dan timbulnya osteoartritis. Terapi sulih hormone (TSH) mempunyai dampak protektif terhadap osteoartritis.

9. Aktivitas fisik
Osteoartritis juga berhubungan dengan aktivitas fisik yang membebani lutut dan panggul, seperti berjalan > 2 mil per hari, berlari, berdiri lama, mengangkat beban berat yang dilakukan rutin, dapat memicu timbulnya osteoartritis. Selain itu beberapa pekerjaan yang mempunyai resiko terjadinya osteoartritis tangan, seperti : operator keyboard komputer, artis pertunjukan, pembersih karpet dan lantai, pekerja tambang, petani, dan peminta benang.

10. Injuri
Rawan sendi dapat mengalami kerusakan akibat injuri, baik yang bersifat trauma akut maupun trauma berulang yang melebihi kekuatan otot dan tendon periartikular untuk menahan beban mekanik dan menyalurkannya ke rawan sendi, sendi menjadi rusak, hingga dapat menimbulkan osteoartritis.

11. Kelainan congenital
Kelainan congenital / bawaan sejak lahir, seperti dislokasi panggul, epifisis kaput femoral yang bergeser, jelas dapat meningkatkan resiko timbulnya osteoartritis.

12. Kelemahan otot
Otot yang kuat bersifat protektif / pelindung terhadap kerusakan sendi dan tentunya juga terhadap timbulnya osteoartritis.

Keluhan dan Gejala Osteoartritis

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.