Faktor Resiko Osteoartritis (Bagian 2)

Faktor psikososial, antara lain meliputi depresi, kontrol diri yang lemah, dan lain-lain, dapat pula berhubungan dengan timbulnya keluhan nyeri, dan progresivitas penyakit.

Osteoartosis atau osteoartritis atau penyakit degeneratif sendi merupakan penyakit yang banyak ditemui di Indonesia saat ini. Penyakit ini mempunyai banyak sekali nama, yang menggambarkan bahwa sangat banyak sekali teori mengenai penyakit ini, mulai dari penyebabnya, gejala klinis, pengobatannya, serta tentu saja prognosa cara pengobatan tersebut.

Di Inggris dan Eropa nama yang dipakai untuk penyakit ini adalah osteoarthrosis. Kata osis menunjukkan bahwa penyakit ini bukanlah penyakit inflamasi Hypertropic arthritis yang banyak digunakan pada akhir abad ke-19 menjelaskan adanya hyperthrophy jaringan lunak sebagai perbedaan dengan rheumatoid arthritis.

Osteoartritis termasuk salah satu penyakit rematik yang paling banyak ditemui di Indonesia. Penyakit rematik itu sendiri bisa mengenai semua usia. Berdasarkan penelitian di Jawa Timur, penyakit rematik osteoartritis menyerang 13,5% dari penduduk usia 40 tahun ke atas, dan di Jawa Tengah osteoartritis sebesar 51,5% dari seluruh penduduk.

Osteoartritis dapat dianggap sebagai nama yang paling baik, karena menggambarkan penyakit yang mengenal sendi tulang, akan tetapi inflamasi kadang-kadang tidak terlihat jelas.

Di Amerika, nama yang lebih banyak dipakai adalah penyakit degeneratif, yang menggambarkan perubahan akibat menurunnya proses katabolis.

Data klinis menyebutkan penyakit ini banyak terdapat di usia tua (pra-usila), sehingga menimbulkan teori ageing proses (proses penuaan), walaupun beberapa bukti dapat melemahkan teori ini. Teori Trautama yang berkelanjutan, walaupun minimal, juga dicurigai sebagai penyebab penyakit ini, walaupun dengan beberapa bantahan.

Hal ini menyebabkan masih saja banyak teori-teori mengenai patogenesis terjadinya penyakit ini. Dikatakan bahwa osteoartrosis melibatkan lebih dari 100 penyakit yang mengenai synovium dan jaringan sekitar sendi.

Beberapa simposium, bahkan workshop, dilakukan secara reguler untuk membahasnya, akan tetapi sampai saat ini belum juga dapat tercapai satu kesepakatan. Dengan ketidaktentuan penyebab serta patogenesis tersebut, maka banyak pula teori yang menjelaskan bagaimana penyakit ini dapat menimbulkan gejala klinis atau tidak menimbulkan gejala apa pun.

Akan tetapi keadaan patologis synovium, lapisan rawan sendi dan komponen di bawahnya disetujui sebagai penyebab primer dari osteoartritis. Akibat dari semua ini, maka pengobatan juga belum definitif, walaupun banyak sekali laporan ilmiah mengenai keberhasilan pengobatan, baik secara medikamentousa ataupun secara operatif.

Beberapa obat mulai, dari yang bersifat simptomatis sampai obat yang dianggap dapat menghambat proses penyakit ini, dilaporkan telah memberikan hasil yang menjanjikan dan memuaskan, akan tetapi tidak memberikan jaminan akan kesembuhan penderita secara total.

Demikian pula pengobatan operatif dari yang paling sederhana sampai yang dianggap mutakhir dengan teknik pembedahan yang modern, juga belum menjanjikan kesembuhan yang sempurna dan total.

Faktor Resiko Osteoartritis (Bagian 1)

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.