Gambaran Umum Osteoartritis (Bagian 2)

Gejala

Bila dilakukan x-ray pada orang-orang berusia 40 tahun, kebanyakan akan memperlihatkan mulai terjadinya osteoartritis, terutama pada sendi penopang beban seperti sendi panggul; tetapi hanya sedikit yang memiliki gejala. Gejala biasanya timbul secara bertahap, dan pada awalnya hanya mengenai satu atau sedikit sendi. Yang sering terkena adalah :

* sendi jari tangan
* pangkal ibu jari
* leher
* punggung sebelah bawah
* jari kaki yang besar
* anggul dan
* lutut

Nyeri yang biasanya akan bertambah buruk jika melakukan olah raga, merupakan gejala pertama. Beberapa penderita merasakan kekakuan pada sendi-sendinya ketika bangun tidur atau pada kegiatan non-aktif lainnya, tetapi kekakuan ini biasanya menghilang dalam waktu 30 menit setelah mereka kembali menggerakkan sendinya.

Kerusakan karena osteoartritis semakin memburuk, sehingga sendi menjadi sukar digerakkan, dan pada akhirnya akan terhenti pada posisi tertekuk. Pertumbuhan baru dari tulang, tulang rawan, dan jaringan lainnya bisa menyebabkan membesarnya sendi, dan tulang rawan yang kasar menyebabkan terdengarnya suara gemeretak pada saat sendi digerakkan. Pertumbuhan tulang (nodus Herbeden) sering terjadi pada sendi di ujung jari tangan. Pada beberapa sendi (misalnya sendi lutut), ligamen (yang mengelilingi dan menyokong sendi) menjadi regang, sehingga sendi menjadi tidak stabil. Menyentuh atau menggerakkan sendi ini bisa menyebabkan nyeri yang hebat. Sendi panggul menjadi kaku dan kehilangan daya geraknya sehingga menggerakkan sendi panggul juga menimbulkan nyeri. Osteoartritis sering terjadi pada tulang belakang. Gejala utamanya adalah nyeri punggung. Biasanya kerusakan sendi di tulang belakang hanya menyebabkan nyeri dan kekakuan yang sifatnya ringan. osteoartritis pada leher atau punggung sebelah bawah bisa menyebabkan mati rasa, kesemutan, nyeri dan kelemahan pada lengan atau tungkai, jika pertumbuhan tulang berlebih menekan persarafannya. Kadang pembuluh darah yang menuju ke otak bagian belakang tertekan, sehingga menimbulkan gangguan penglihatan, vertigo, mual, dan muntah. Pertumbuhan tulang juga bisa menekan kerongkongan dan menyebabkan kesulitan menelan.

Diagnosis

Diagnosis digunakan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan foto rontgen.

Pengobatan

Olah raga yang tepat (termausk peregangan dan penguatan), akan membantu mempertahankan kesehatan tulang rawan, meningkatkan daya gerak sendi dan kekuatan otot-otot di sekitarnya, sehingga otot menyerap benturan dengan lebih baik.

Dianjurkan untuk menggunakan kursi dengan sandaran yang keras, kasur yang tidak terlalu lembek, dan tempat tidur yang dialasi dengan papan.

Untuk osteoartritis pada tulang belakang, dilakukan olah raga khusus, dan jika penyakitnya berat, bisa digunakan penopang punggung. Tetap melakukan kegiatan dan pekerjaan sehari-hari, sangatlah penting.

Terapi fisik yang sering dilakukan adalah dengan pemanasan. Untuk nyeri pada jari tangan dianjurkan merendam tangan dalam campuran parafin panas dengan minyak mineral pada suhu 47,8 – 52 derajat Celcius, atau mandi dengan air hangat.

Pemijatan oleh tenaga terlatih, traksi (penarikan), dan terapi pemanasan dalam dengan diatermi atau ultrasonik bisa dilakukan pada osteoartritis di leher.

Obat merupakan aspek yang tidak terlalu penting. Obat pereda nyeri (misalnya, acetaminofen), mungkin merupakan satu-satunya obat yang diperlukan. Obat anti peradangan non-steroid (misalnya, aspirin atau ibuprofen) bisa diberikan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Jika sendi secara tiba-tiba mengalami peradangan, membengkak, atau terasa nyeri, bisa diberi suntikan kortikosteroid langsung ke dalam sendi.

Jika pengobatan lainnya gagal, bisa dilakukan pembedahan. Beberapa sendi (terutama sendi panggul dan lutut) bisa diganti dengan sendi buatan. Tindakan ini biasanya berhasil dan hampir selalu bisa memperbaiki fungsi dan pergerakan sendi, serta mengurangi nyeri. Karena itu, jika fungsi sendi menjadi terbatas, dianjurkan untuk menjalani penggantian sendi.

Gambaran Umum Osteoartritis (Bagian 1)

This entry was posted in Osteoartritis. Bookmark the permalink.

Comments are closed.